Bangunan Rusak Tempat Perlindungan Pengungsi Rubuh, 21 Tewas

Kamis, 17 September 2026 | 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim pertahanan sipil Palestina memindahkan jenazah dari reruntuhan bangunan yang menampung pengungsi Palestina, di Gaza City pada 16 September 2026. Jumlah korban tewas akibat ambruknya sebuah bangunan tempat tinggal di Gaza City bagian barat bertambah menjadi 21 orang, termasuk 11 anak dan enam perempuan, dengan lebih dari 25 lainnya luka-luka, kata pejabat dan warga setempat pada Rabu (16/9). (Xinhua)

Tim pertahanan sipil Palestina memindahkan jenazah dari reruntuhan bangunan yang menampung pengungsi Palestina, di Gaza City pada 16 September 2026. Jumlah korban tewas akibat ambruknya sebuah bangunan tempat tinggal di Gaza City bagian barat bertambah menjadi 21 orang, termasuk 11 anak dan enam perempuan, dengan lebih dari 25 lainnya luka-luka, kata pejabat dan warga setempat pada Rabu (16/9). (Xinhua)

GAZA-Jumlah korban tewas akibat ambruknya sebuah bangunan tempat tinggal di Gaza City bagian barat bertambah menjadi 21 orang, termasuk 11 anak dan enam perempuan, dengan lebih dari 25 lainnya luka-luka, kata pejabat dan warga setempat pada Rabu (16/9).

Bangunan enam lantai bernama Al-Saada, yang sebelumnya rusak akibat gempuran Israel, ambruk pada Rabu (16/9) dini hari di dekat markas Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA), demikian disampaikan Mahmoud Basal, juru bicara pertahanan sipil Palestina.

Bangunan tersebut menampung sekitar 100 orang pengungsi, demikian disampaikan oleh warga setempat. Basal menyatakan bahwa tim penyelamat berhasil menyelamatkan 45 orang dan mengevakuasi 21 jenazah dalam operasi pencarian yang berlangsung selama 16 jam.Sebanyak 35 orang lainnya berhasil menyelamatkan diri, imbuhnya.

Baca Juga:  Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah

Puluhan kerabat korban yang berduka tampak berkumpul di luar bangunan ambruk tersebut, beberapa di antara mereka bahkan menggali reruntuhan dengan tangan kosong. Louay al-Ajla (54) kehilangan hampir 10 anggota keluarganya dalam insiden ambruknya bangunan tersebut.


Tim pertahanan sipil Palestina mencari jenazah dan korban selamat di antara reruntuhan bangunan yang menampung pengungsi Palestina, di Gaza City pada 16 September 2026. Jumlah korban tewas akibat ambruknya sebuah bangunan tempat tinggal di Gaza City bagian barat bertambah menjadi 21 orang, termasuk 11 anak dan enam perempuan, dengan lebih dari 25 lainnya luka-luka, kata pejabat dan warga setempat pada Rabu (16/9). (Xinhua)

“Saya menerima kabar itu saat fajar. Sungguh sangat menghancurkan hati,” ujar al-Ajla.

Pihak berwenang Palestina menyalahkan pihak Israel atas pembatasan pengiriman alat berat dan perlengkapan yang sangat dibutuhkan untuk kelancaran operasi penyelamatan.Dalam sebuah pernyataan, kantor media yang dikelola Hamas di Gaza menyebutkan bahwa lebih dari 8.500 orang hilang masih tertimbun di bawah reruntuhan di seluruh Jalur Gaza akibat kendala dalam memasukkan alat berat serta perlengkapan penyelamatan. Ribuan bangunan yang rusak juga merupakan “bom waktu,” imbuh pernyataan tersebut.

Baca Juga:  Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Basal menambahkan bahwa lebih dari 2.000 bangunan tempat tinggal terancam ambruk seiring mendekatnya musim dingin. Dia menyerukan kepada apa yang disebut sebagai “Dewan Perdamaian” (Board of Peace) dan negara-negara penjamin gencatan senjata agar memfasilitasi masuknya peralatan, sembari memperingatkan akan terjadinya “bencana yang sudah di depan mata.” Insiden ambruknya bangunan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata, sementara belum terlihat adanya kemajuan dalam perundingan antara Hamas dan Israel meskipun kesepakatan gencatan senjata telah mulai berlaku pada Oktober 2025.
[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Kualitas Pendidikan Lampung Selatan Makin Berkualitas
Perankan Anak yang Terasing di Film Toleransi ‘Ageman’ Siswi Kelas 1 SD Way Halim Sempat Grogi
BNN Cegah Vape Jadi Sarana Penyalahgunaan Narkotika
Pemkab Lamtim Siap Sukseskan HPN-Porwanas 2027
Fahd 3 Kali Jadi Tersangka Korupsi, KPK Siapkan Hukuman Berat
Arthur Samosir, Tokoh Pemuda Batak Bersatu Turut Bintangi Film Toleransi Ageman
KPK OTT Kasus HGB Di Bogor Sita Uang Tunai Ratusan Miliar Rupiah
Tim SAR Di Hari Kedelapan Persempit Pencarian Jurnalis Yang Hilang

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:49 WIB

Bangunan Rusak Tempat Perlindungan Pengungsi Rubuh, 21 Tewas

Rabu, 16 September 2026 - 15:00 WIB

Kualitas Pendidikan Lampung Selatan Makin Berkualitas

Rabu, 16 September 2026 - 14:57 WIB

Perankan Anak yang Terasing di Film Toleransi ‘Ageman’ Siswi Kelas 1 SD Way Halim Sempat Grogi

Rabu, 16 September 2026 - 12:39 WIB

BNN Cegah Vape Jadi Sarana Penyalahgunaan Narkotika

Rabu, 16 September 2026 - 09:27 WIB

Pemkab Lamtim Siap Sukseskan HPN-Porwanas 2027

Berita Terbaru

Ilustrasi Pencaplokan Palestina

#indonesiaswasembada

Liga Arab Tolak Perubahan Peta Palestina

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:12 WIB

Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi pada Selasa (15/9) bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud di Kairo [Xinhua]

#indonesiaswasembada

Mesir dan Arab Saudi Bahas Keamanan Regional

Rabu, 16 Sep 2026 - 23:02 WIB

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

#indonesiaswasembada

Iran: Tak ada Negosiasi dengan AS, Kecuali…

Rabu, 16 Sep 2026 - 22:12 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Koalisi Arab Saudi Klaim Cegat Drone Houthi yang Incar Makkah

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:52 WIB