RIYADH-Pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat sebuah drone yang diluncurkan oleh kelompok Houthi di sebelah selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang di kota suci tersebut, ungkap pihak berwenang pada Rabu (16/9).
Drone itu dihancurkan oleh Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi pada Selasa (15/9) pukul 18.50 waktu setempat (22.50 WIB), ujar Turki Al-Malki, juru bicara koalisi pendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, dalam sebuah unggahan di platform media sosial X. Al-Malki menuturkan bahwa insiden itu menandai upaya kedua yang menargetkan Makkah, menyusul upaya sebelumnya yang melibatkan rudal balistik pada Juli 2017.
Dia menekankan bahwa keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah merupakan “garis merah,” sembari menambahkan pihak koalisi akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan terhadap kelompok Houthi. Organisasi Kerja Sama Islam mengecam serangan tersebut dalam sebuah pernyataan, seraya mengatakan bahwa serangan-serangan tersebut mengancam warga sipil serta melanggar kesakralan situs-situs suci dan masjid.
Serangan terhadap situs-situs suci, masjid, dan infrastruktur sipil merupakan tindakan terorisme yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam serta norma, prinsip, dan hukum internasional, kata pernyataan tersebut.
Terpisah, seorang pejabat dari kelompok Houthi membantah tuduhan tersebut pada Rabu [16/9].
“Klaim bahwa Makkah menjadi sasaran merupakan kebohongan usang yang pernah digunakan sebelumnya dan tidak lagi mengelabui siapa pun,” tulis Hazem al-Assad di platform media sosial X. []
Penulis : Romy Agus
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta




![KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Senjata-Iran-saat-Serang-Pangkalan-AS-225x129.jpg)





![KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Senjata-Iran-saat-Serang-Pangkalan-AS-129x85.jpg)






