Iran: Tak ada Negosiasi dengan AS, Kecuali…

Rabu, 16 September 2026 | 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

TEHERAN-Seorang pejabat tinggi keamanan Iran pada Selasa (15/9) dini hari waktu setempat mengatakan bahwa Iran tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) kecuali syarat-syaratnya terpenuhi.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di platform media sosial X sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Senin (14/9), yang mengeklaim bahwa Teheran ingin mencapai kesepakatan “dengan cepat dan sangat mendesak” serta bahwa Washington dapat melanjutkan negosiasi dengan Teheran.

“Negara Iran yang sedang terpuruk ingin mencapai kesepakatan, dengan cepat dan sangat mendesak. Saya yang akan menentukan apakah AS akan memilih untuk terlibat atau tidak, sebuah gagasan yang sebenarnya terbuka bagi kami,” tulis Trump di Truth Social.

Baca Juga:  Iran Ingatkan AS dan Israel; Jangan Miskalkulasi

“Jangan teralihkan oleh sinyal yang simpang siur dari presiden AS, mulai dari ‘tidak ada negosiasi’ hingga ‘kami siap berdialog.’ Pertaruhan terkait minyak dan selat tersebut telah berubah. Upaya meminimalkan dampak tidak akan menghentikan apa yang akan terjadi,” ujar Rezaei.

“Tidak ada pembicaraan sampai syarat-syarat Iran dipenuhi. Titik!” tegasnya.

Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai pengakhiran perang di kawasan tersebut di semua front, termasuk Lebanon. Berdasarkan MoU tersebut, kedua belah pihak dijadwalkan melakukan negosiasi dalam jangka waktu 60 hari, yang berakhir pada 17 Agustus, guna mencapai kesepakatan final. Namun, nasib perundingan tersebut masih belum jelas menyusul serangkaian eskalasi yang terjadi baru-baru ini antara kedua negara. []

Baca Juga:  AS-Israel Penyebab Timbulnya Bahaya Lingkungan

Penulis : Nara J Afkar


Editor : Romy


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung
Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan
Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung
Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi
AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina
Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia
RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok
DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:31 WIB

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung

Minggu, 1 November 2026 - 06:30 WIB

Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan

Minggu, 1 November 2026 - 05:16 WIB

Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:48 WIB

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Berita Terbaru

Berita Utama

Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:16 WIB

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB