Saham AS Jatuh, Pasar Minta AS-Iran Kembali Kemeja Perundingan

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang trader sedang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange di New York City, Amerika Serikat, pada 14 September 2026. (Xinhua)

Seorang trader sedang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange di New York City, Amerika Serikat, pada 14 September 2026. (Xinhua)

NEW YORK CITY- Saham-saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Kamis (29/10), setelah Alphabet kembali memicu kekhawatiran terkait biaya investasi kecerdasan buatan (AI).

Indeks Rata-Rata Industri Dow Jones turun 132,54 poin atau 0,25 persen ke angka 52.342,56. Indeks S&P 500 melemah 23,59 poin atau 0,3 persen ke angka 7.720,39. Indeks Komposit Nasdaq merosot 365,13 poin atau 1,38 persen ke angka 26.184,72. Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup menguat, sementara kerugian terpusat pada saham-saham yang berkaitan dengan teknologi dan tidak meluas ke pasar secara lebih luas.

Harga minyak ditutup melemah karena harapan akan dimulainya kembali perundingan damai AS-Iran mengimbangi kekhawatiran atas gangguan pasokan di Timur Tengah. Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup turun 44 sen atau 0,38 persen di angka 114,88 dolar AS per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 78 sen atau 0,76 persen di angka 102 dolar AS per barel.

Baca Juga:  Israel Perintahkan Militernya buru Pelaku Serangan 7 Oktober

Di sisi korporasi, saham Alphabet anjlok lebih dari 12 persen setelah perusahaan itu melaporkan pendapatan kuartal ketiga 2026 sebesar 127,58 miliar dolar AS, naik 25 persen secara tahunan (year on year/yoy) namun di bawah ekspektasi, dengan laba bersih turun ke angka 26,17 miliar dolar AS dan arus kas bebas negatif sebesar 9,07 miliar dolar AS.

Baca Juga:  Lewat Seni Islami, Lampung Dorong Generasi Muda Berkarakter

Saham Microsoft turun tipis meskipun pertumbuhan layanan cloud Azure sebesar 48 persen mendorong hasil kuartalan yang kuat. Saham Caterpillar merosot lebih dari 9 persen sehingga membebani Dow, sementara saham ServiceNow anjlok sekitar 27 persen dan Marvell turun 13 persen. Saham Eli Lilly menguat lebih dari 6 persen setelah perusahaan menaikkan proyeksi pendapatannya, sedangkan saham Amazon dan Intel turun menjelang rilis laporan keuangan mereka setelah penutupan pasar.[]


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS
Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi
Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier
Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame
Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing
Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung
Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung
SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Saham AS Jatuh, Pasar Minta AS-Iran Kembali Kemeja Perundingan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame

Berita Terbaru

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance berbicara kepada wartawan dalam sebuah taklimat pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 8 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS

Sabtu, 31 Okt 2026 - 09:50 WIB

Seorang trader sedang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange di New York City, Amerika Serikat, pada 14 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Saham AS Jatuh, Pasar Minta AS-Iran Kembali Kemeja Perundingan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 09:38 WIB


Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan warga memeriksa lokasi pascaserangan udara Arab Saudi yang menargetkan sebuah pasar di Provinsi Al-Jawf, Yaman, pada 28 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:19 WIB