SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda (tengah) berbicara dalam konferensi pers acara Official Inauguration & Commercial Market Launch di Park Hyatt, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. (Istimewa)

CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda (tengah) berbicara dalam konferensi pers acara Official Inauguration & Commercial Market Launch di Park Hyatt, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. (Istimewa)

JAKARTA-PT SANY Indonesia Finance, anak usaha produsen alat berat asal Tiongkok SANY Group, menargetkan nilai pembiayaan baru (net booking) sebesar Rp1,5 triliun pada 2027, seiring dengan strategi perusahaan untuk mendukung penjualan seluruh produk SANY di Indonesia setelah resmi memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Target tersebut disampaikan CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda di sela-sela acara Official Inauguration & Commercial Market Launch SANY Indonesia Finance yang digelar pada Kamis (29/10).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden Komisaris PT SANY Indonesia Finance Sanjay Ramchand, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal, perwakilan OJK Achmad Setya Rahmanta, serta jajaran manajemen SANY Group.

Bryan mengatakan target Rp1,5 triliun pada 2027 diukur berdasarkan nilai pembiayaan yang disalurkan, bukan jumlah unit yang dibiayai. Pasalnya, produk SANY bervariasi sehingga jumlah unit bukan indikator utama untuk mengukur target tersebut.

Baca Juga:  Pengobatan Tradisional Tiongkok dan Keterampilan Medis Indonesia

“Target kami pada 2027 adalah sekitar Rp1,5 triliun. Jadi jumlah ini masih sangat kecil dibandingkan dengan penjualan produk SANY pada umumnya,” kata Bryan dalam konferensi pers peluncuran PT SANY Indonesia Finance di Jakarta Pusat, Kamis itu.

Target pembiayaan tersebut mencakup seluruh produk SANY di Indonesia. Perusahaan untuk saat ini belum berencana menyalurkan pembiayaan produk alat berat dari merek lain.

Bryan menyebut SANY Indonesia Finance hadir untuk melengkapi ekosistem bisnis SANY Group di Indonesia sehingga kegiatan pembiayaan perusahaan akan difokuskan pada produk-produk yang dipasarkan oleh grup tersebut.

SANY Indonesia Finance secara resmi memperoleh izin usaha sebagai perusahaan pembiayaan dari OJK melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Nomor KEP-56/D.06/2026 pada 14 September 2026. Perolehan izin tersebut menjadi langkah bagi perusahaan untuk menjalankan kegiatan usaha pembiayaan di Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebagai bagian dari SANY Group, perusahaan diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan yang berkaitan dengan produk alat berat dan mesin konstruksi.

Baca Juga:  Sol Banjir, Firman ; Benahi dari Hulu ke Hilir

Ke depan, SANY Indonesia Finance akan mengembangkan layanan pembiayaan untuk mendukung penjualan produk SANY di pasar domestik. Perusahaan juga membuka peluang untuk memperluas cakupan produk dan layanannya seiring dengan perkembangan bisnis dalam jangka menengah dan panjang.

SANY Indonesia Finance mengharapkan kehadirannya tidak hanya memperkuat posisi SANY Group di Indonesia tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan industri pembiayaan, perkembangan sektor alat berat dan konstruksi, serta pertumbuhan ekonomi nasional.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza
Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman
Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo
Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya
Besok, Galang Dilantik jadi Wabup Way Kanan 
Antrean dan Higienitas Jadi Kendala Minor Prasmanan MBG Lampung Utara
Velli Buka Konkerkab II PGRI Way Kanan
Budi, Warsito dan Asef Berpeluang Jadi Rektor Unila

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:56 WIB

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya

Berita Terbaru

CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda (tengah) berbicara dalam konferensi pers acara Official Inauguration & Commercial Market Launch di Park Hyatt, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. (Istimewa)

Beijing

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:56 WIB

Seorang pria Palestina memeriksa sebuah gedung apartemen yang hancur setelah serangan udara Israel di Gaza City pada 24 April 2025. (Xinhua)

Berita Utama

Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:43 WIB


Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan sejumlah warga sedang mencari penyintas di antara reruntuhan pascaserangan udara Arab Saudi yang menargetkan sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Provinsi Al-Jawf, Yaman, pada 28 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:39 WIB

Suasana sesi business matching antara agen perjalanan Tiongkok dan pelaku industri pariwisata Indonesia dalam rangkaian Famtrip di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Kementerian Pariwisata Republik Indonesia/Xinhua)

Berita Utama

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:36 WIB

Berita Utama

Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:02 WIB