JAKARTA-Indonesia mengajak agen perjalanan dan operator tur Tiongkok menjajaki Labuan Bajo dan Bali untuk dikembangkan menjadi paket wisata baru, seiring kunjungan wisatawan Tiongkok yang tumbuh 16,46 persen pada Januari-Agustus 2026, kata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI pada Rabu (28/10).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kemenpar, kunjungan wisatawan Tiongkok dalam delapan bulan pertama tahun ini mencapai 1,054 juta, dibandingkan 905.002 kunjungan pada periode yang sama tahun lalu. Angka pertumbuhan itu lebih dari tiga kali lipat kenaikan total kunjungan wisatawan mancanegara yang sebesar 5,38 persen.
Sepanjang 2025, wisatawan Tiongkok tercatat 1,34 juta kunjungan, menempatkan Tiongkok sebagai negara asal wisatawan mancanegara terbesar keempat setelah Malaysia, Australia, dan Singapura. Untuk 2026, Kemenpar menargetkan 1,559 juta hingga 1,726 juta kunjungan wisatawan Tiongkok.
Permintaan perjalanan dari Tiongkok sendiri terus meningkat. Data Administrasi Imigrasi Nasional Tiongkok menunjukkan, perjalanan keluar warga daratan Tiongkok pada kuartal ketiga 2026 mencapai 48,51 juta, naik 7,5 persen secara tahunan.
Untuk menggarap pasar tersebut, Kemenpar menggelar Familiarization Trip (Famtrip) pada 19-25 Oktober 2026 dengan mengundang tujuh agen perjalanan dan operator tur dari Beijing, Guangzhou, Hangzhou, Nanjing, Shenzhen, dan Shanghai. China Southern Airlines, yang melayani rute langsung Guangzhou-Denpasar, menjadi mitra maskapai resmi kegiatan ini.
Di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, peserta berlayar dengan kapal pinisi menjelajahi Pulau Kelor, Pulau Padar, Pink Beach, dan Pulau Komodo. Mereka juga mengikuti business matching dengan 14 pelaku industri pariwisata Indonesia, mulai dari maskapai, penyedia akomodasi, hingga agen perjalanan, dengan dukungan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) serta Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat.
“Labuan Bajo menjadi sorotan utama Famtrip ini, sejalan dengan upaya Kemenpar memperluas sebaran kunjungan wisatawan mancanegara ke destinasi prioritas di luar Bali,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini.
Dia menambahkan, pengalaman langsung di lapangan diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk merancang paket wisata Indonesia yang sesuai dengan preferensi wisatawan Tiongkok.
Pengembangan paket wisata ke Labuan Bajo berlangsung di tengah pembatasan kunjungan di Taman Nasional Komodo. Sejak 1 April 2026, kuota kunjungan ke Pulau Padar, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo beserta 23 titik selam di sekitarnya ditetapkan 1.000 orang per hari atau 365.000 orang per tahun. Kuota tahunan tersebut telah habis sejak Agustus, sehingga Balai Taman Nasional Komodo membuka kuota paling sedikit 500 orang per hari untuk periode September-Desember 2026 dengan memanfaatkan kuota yang tidak terpakai pada bulan-bulan sebelumnya.
Rangkaian Famtrip kemudian berlanjut ke Bali, salah satu pintu masuk utama wisatawan Tiongkok ke Indonesia yang terhubung dengan sejumlah kota di Tiongkok melalui penerbangan langsung.Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar Yulia mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Kemenpar memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar Tiongkok. Dia optimistis kegiatan tersebut dapat mendorong lebih banyak kunjungan wisatawan Tiongkok ke Labuan Bajo dan Bali.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta
















