Antrean dan Higienitas Jadi Kendala Minor Prasmanan MBG Lampung Utara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Uji coba model prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, selama dua hari berjalan masih menemukan sejumlah kendala minor yang menjadi bahan evaluasi pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kendala tersebut meliputi antrean siswa yang berpotensi memangkas waktu istirahat, kebutuhan penambahan fasilitas di sekolah, hingga risiko higienitas makanan saat siswa mengambil hidangan secara mandiri.

Hal itu disampaikan Korwil SPPG Lampung Utara, Anggi Prasetyo saat merespon pertanyaan wartawan Lintaslampung, Kamis (29/10/2026). Dirinya memaparkan sejumlah kendala yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan uji coba tersebut diantaranya pengaturan antrean agar proses pengambilan makanan tidak menyita waktu istirahat siswa.

Baca Juga:  Keluarga Desak Presiden dan Kapolri Usut Tuntas Kematian Tersangka Dugaan Korupsi di Lampung

“Kendala minor MBG prasmanan yang masih kami coba mitigasi, yakni antrean yang memakan waktu istirahat siswa, beban penambahan fasilitas seperti meja panjang di sekolah, serta risiko higienitas,” terang Anggi, kepada lintaslampung.

Menurutnya, berbagai kendala tersebut masih dalam tahap penanganan dan menjadi bahan evaluasi untuk mendukung pelaksanaan model prasmanan agar berjalan lebih efektif.

Selain persoalan antrean dan fasilitas, aspek kebersihan makanan juga menjadi perhatian penting. Pasalnya, dalam sistem prasmanan, siswa mengambil makanan secara mandiri sehingga diperlukan pengawasan untuk memastikan proses penyajian tetap memperhatikan prinsip higienitas.

Baca Juga:  Material Besi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Revitalisasi SDN 3 Subik Disorot

“SPPG sudah menyiapkan dua petugas dari pemorsian sebagai pengawas. Ke depan, kami coba usulkan untuk adanya pengawas sanitarian,” ujarnya.

Selain pengawasan petugas, sambung dia, pihak SPPG juga mengoptimalkan peran ahli gizi dalam memberikan edukasi kepada para siswa penerima manfaat. Edukasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan saat mengambil dan mengonsumsi makanan.

“Ahli gizi juga ikut berperan penting melakukan edukasi higienitas kepada peserta didik penerima manfaat,” tandasnya.[]


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya
Besok, Galang Dilantik jadi Wabup Way Kanan 
Velli Buka Konkerkab II PGRI Way Kanan
Budi, Warsito dan Asef Berpeluang Jadi Rektor Unila
Tabrakan Kereta Maut, 68 Meninggal Dunia
Pemerintah Jawab 5 Tuntutan Mahasiswa
Palestina Berharap, Pemilu Israel Bawa Kedamaian di Gaza dan Tepi Barat
AS Naikkan Anggaran Perang Lawan Iran 47 Miliar Dolar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Besok, Galang Dilantik jadi Wabup Way Kanan 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Antrean dan Higienitas Jadi Kendala Minor Prasmanan MBG Lampung Utara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Velli Buka Konkerkab II PGRI Way Kanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Budi, Warsito dan Asef Berpeluang Jadi Rektor Unila

Berita Terbaru

Berita Utama

Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:02 WIB

Berita Utama

Besok, Galang Dilantik jadi Wabup Way Kanan 

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:57 WIB

Berita Utama

Velli Buka Konkerkab II PGRI Way Kanan

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:47 WIB

Berita Utama

Budi, Warsito dan Asef Berpeluang Jadi Rektor Unila

Kamis, 29 Okt 2026 - 12:58 WIB