Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan Dwinita Asty Kusuma, seorang mahasiswi asal Kalimantan Selatan, sedang mengatur sebuah kendaraan pengangkut nirawak di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan Dwinita Asty Kusuma, seorang mahasiswi asal Kalimantan Selatan, sedang mengatur sebuah kendaraan pengangkut nirawak di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

HEFEI-Di sebuah basis pelatihan di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur, belasan mahasiswa Indonesia sedang belajar mengoperasikan alat berat konstruksi. Salah satu dari mereka adalah Nurkholish (21), yang bergerak aktif di antara teman-teman sekelasnya, mendemonstrasikan prosedur kepada para peserta baru sekaligus menerjemahkan penjelasan instruktur ke dalam bahasa Indonesia.

Bagi Nurkholish, basis pelatihan konstruksi prefabrikasi itu merupakan tempat yang familier. Dia pernah menghabiskan malam-malam panjang di sini untuk mempersiapkan kompetisi keterampilan vokasi, bekerja sama dengan instrukturnya guna menguji robot inspeksi dinding yang dirancang untuk memindai retakan. Nurkholish adalah seorang mahasiswa asal Provinsi Banten, dan dia datang ke Tiongkok setelah menempuh pendidikan teknik mesin di sebuah universitas di Indonesia.

“Banjir dan hujan lebat menjadi hal yang biasa di negara kami, dan itu dapat merusak bangunan tempat kami tinggal, oleh karena itu saya ingin membangun gedung dengan ketahanan yang lebih baik,” ujarnya. Hampir setiap hari dia bangun pukul 06.30 dan menghabiskan sebagian besar waktunya di kelas serta mengikuti pelatihan praktik. Awalnya, menyesuaikan diri dengan bahasa pengantar Mandarin cukup menantang, tetapi dia selalu meminta bantuan para guru setiap kali kesulitan memahami materi.

“Para guru di sini sangat sabar, penjelasan mereka lebih terperinci, dan peralatan pelatihannya pun lebih baik daripada yang pernah saya gunakan di tanah air,” tuturnya. Setelah lulus nanti, dia berharap dapat memanfaatkan pengetahuannya tentang inspeksi bangunan untuk membantu meningkatkan kualitas konstruksi di kampung halamannya.

Baca Juga:  SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Pengalamannya merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempersiapkan talenta Indonesia bagi operasional perusahaan-perusahaan Tiongkok di luar negeri.

Pada 2019, Universitas Teknik Kejuruan Wuhu dan Anhui Conch Group Co., Ltd. meluncurkan program “International Order Class” Conch. Dirancang berdasarkan kebutuhan perusahaan tersebut di Indonesia, program itu menawarkan pelatihan di berbagai bidang seperti otomatisasi, robotika industri, kecerdasan buatan (AI), dan teknik konstruksi.

Program tersebut telah menerima lebih dari 140 mahasiswa Indonesia, dan seluruh lulusannya telah bergabung dengan perusahaan-perusahaan Conch di Indonesia. Para mahasiswa juga dapat mengikuti sebagian program pelatihan mereka di dua sanggar kerja yang didirikan oleh universitas tersebut di Indonesia serta di sebuah pusat pendidikan vokasi yang didirikan bersama oleh universitas itu dan Conch di Jakarta.

Dwinita Asty Kusuma (22), seorang mahasiswi asal Provinsi Kalimantan Selatan, sedang menempuh pendidikan aplikasi teknologi AI. Sebelum datang ke Tiongkok, dia bekerja di sebuah kedai kopi di Indonesia. Melihat semakin banyak perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di negaranya, dia tanpa ragu memanfaatkan peluang untuk mengembangkan keterampilan yang dapat membantu memenuhi permintaan lokal.

“Semakin banyak perusahaan Tiongkok yang melakukan ekspansi ke Indonesia, dan kebutuhan akan karyawan lokal yang menguasai bahasa Mandarin serta memiliki keterampilan teknis pun semakin meningkat. Saya ingin menantang diri saya sendiri,” katanya.

Baca Juga:  Raperda APBD Lampung 2027, Fokus Belanja Prioritas dan Pelayanan Publik

Dwinita menggunakan alat penerjemah dan perangkat lunak AI untuk membantunya menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang sulit. Dia berharap dapat menjadi lebih mahir dalam melakukan pengawakutuan (debugging) kode dan menerapkan AI terhadap masalah-masalah praktis di Indonesia, termasuk meningkatkan kualitas situs web layanan daring lokal.

“Selama pelatihan, pihak universitas menghadirkan para teknisi dari Conch ke dalam ruang kelas untuk mengajar dan secara rutin menggelar kunjungan ke lini produksi perusahaan itu, sehingga menghubungkan pembelajaran di kelas dengan produksi nyata di lapangan,” kata Zhu Zhiguo, yang bertanggung jawab atas pendidikan internasional di universitas tersebut.

Bagi Dwinita, tujuannya adalah membawa keterampilan digital kembali ke Indonesia dan memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan digital serta informasi di tingkat lokal. Sementara itu, Nurkholish berharap dapat berkontribusi pada proyek-proyek konstruksi di kampung halamannya dan membantu memastikan kualitas bangunan.

Pengalaman mereka mencerminkan peran pendidikan vokasi yang lebih luas, yaitu menghubungkan Tiongkok dan Indonesia melalui keterampilan yang melampaui ruang kelas dan bertahan lama setelah kelulusan.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi
Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame
Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing
Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung
Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung
SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun
Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza
Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung

Berita Terbaru


Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan warga memeriksa lokasi pascaserangan udara Arab Saudi yang menargetkan sebuah pasar di Provinsi Al-Jawf, Yaman, pada 28 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:19 WIB