SANAA-Kelompok Houthi Yaman pada Kamis (29/10) menyampaikan bahwa pihaknya meluncurkan enam serangan rudal dan drone terhadap fasilitas perminyakan, bandara, dan posisi militer di seluruh Arab Saudi.
Yahya Sarea selaku juru bicara militer Houthi mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh saluran televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi bahwa tiga serangan rudal balistik menargetkan kilang Ras Tanura dan fasilitas Saudi Aramco di Abqaiq, yang keduanya berada di Provinsi Timur Arab Saudi, serta kilang Rabigh di pesisir Laut Merah negara tersebut.
Dua operasi lainnya menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, menggunakan rudal, dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam di Provinsi Timur menggunakan drone, imbuh Sarea, dengan mengeklaim serangan di Dammam mengganggu lalu lintas udara.
Operasi lain menyerang apa yang Sarea gambarkan sebagai pusat komando untuk pasukan militer Arab Saudi di Najran, wilayah perbatasan di Arab Saudi bagian selatan. Dia mengeklaim serangan tersebut menyebabkan jatuhnya korban di kalangan tentara dan perwira.
Sarea menuturkan serangan-serangan tersebut diluncurkan sebagai respons atas serangan Arab Saudi baru-baru ini terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Houthi di Yaman.
Sebelumnya pada Kamis, koalisi pimpinan Arab Saudi menyampaikan bahwa pertahanan udara Arab Saudi mencegat tiga rudal balistik Houthi, dua di antaranya mengarah ke Riyadh dan satu lagi mengarah ke Provinsi Timur.
Serangan terbaru tersebut terjadi di tengah meningkatnya permusuhan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan lintas perbatasan dalam beberapa pekan terakhir.
Yaman dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara, sehingga mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi untuk melakukan intervensi pada 2015 guna mendukung pemerintah Yaman.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta
















