Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance berbicara kepada wartawan dalam sebuah taklimat pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 8 Januari 2026. (Xinhua)

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance berbicara kepada wartawan dalam sebuah taklimat pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 8 Januari 2026. (Xinhua)

TEHERAN-Teheran telah menerima surat dari Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) JD Vance yang ditujukan kepada pejabat keamanan tertinggi Iran, tetapi belum memberikan tanggapan. Demikian dilaporkan kantor berita semi resmi Iran, Tasnim, pada Kamis (29/10).

Berdasarkan penelusuran korespondennya, Tasnim menyebutkan bahwa Iran bersikeras agar AS memenuhi tujuh syarat yang diajukannya dan bahwa “posisi apa pun yang mengganggu kerangka definitif Iran ini tidak dapat diterima.”

The Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu (28/10) melaporkan bahwa Vance telah mengirim surat kepada Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei untuk memulai kembali perundingan damai dan menghindari perang lain antara kedua negara.

Baca Juga:  Tiongkok Garap Aspal Buton, Investasi 60 Juta Dolar AS

WSJ mengutip seorang sumber yang mengatakan bahwa surat tersebut dikirim atas arahan Presiden AS Donald Trump, seraya menambahkan bahwa “Vance sedang menguji apakah Teheran dan Washington dapat menemukan titik temu yang cukup guna meyakinkan Trump agar tidak mengeluarkan perintah final untuk melancarkan serangan singkat dan intens terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang.”

Pekan lalu, Trump mengatakan; “Kami tidak sedang bernegosiasi dengan mereka (Iran); kami akan mendapatkan sesuatu dengan satu atau lain cara, dan itu akan terjadi dalam waktu dekat.”

Pada 22 September, di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York City, Iran melalui para mediator telah menyampaikan kepada AS Rencana Tujuh Hari yang memuat syarat-syarat untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Baca Juga:  Iran dan Rusia Perluas Kerjasama

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan, “Kami tetap menjalin kontak yang erat dan berkelanjutan dengan para perantara untuk membahas gagasan-gagasan yang dapat memastikan implementasi Rencana Tujuh Hari kami dalam waktu bahkan kurang dari sepekan.”

Araghchi menambahkan bahwa meskipun angkatan bersenjata Iran “sepenuhnya siap,” Teheran “terus memberi kesempatan kepada diplomasi agar berhasil.”[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Saham AS Jatuh, Pasar Minta AS-Iran Kembali Kemeja Perundingan
Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi
Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier
Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame
Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing
Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung
Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung
SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Saham AS Jatuh, Pasar Minta AS-Iran Kembali Kemeja Perundingan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame

Berita Terbaru

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance berbicara kepada wartawan dalam sebuah taklimat pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 8 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS

Sabtu, 31 Okt 2026 - 09:50 WIB

Seorang trader sedang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange di New York City, Amerika Serikat, pada 14 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Saham AS Jatuh, Pasar Minta AS-Iran Kembali Kemeja Perundingan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 09:38 WIB


Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan warga memeriksa lokasi pascaserangan udara Arab Saudi yang menargetkan sebuah pasar di Provinsi Al-Jawf, Yaman, pada 28 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:19 WIB