TEHERAN-Teheran telah menerima surat dari Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) JD Vance yang ditujukan kepada pejabat keamanan tertinggi Iran, tetapi belum memberikan tanggapan. Demikian dilaporkan kantor berita semi resmi Iran, Tasnim, pada Kamis (29/10).
Berdasarkan penelusuran korespondennya, Tasnim menyebutkan bahwa Iran bersikeras agar AS memenuhi tujuh syarat yang diajukannya dan bahwa “posisi apa pun yang mengganggu kerangka definitif Iran ini tidak dapat diterima.”
The Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu (28/10) melaporkan bahwa Vance telah mengirim surat kepada Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei untuk memulai kembali perundingan damai dan menghindari perang lain antara kedua negara.
WSJ mengutip seorang sumber yang mengatakan bahwa surat tersebut dikirim atas arahan Presiden AS Donald Trump, seraya menambahkan bahwa “Vance sedang menguji apakah Teheran dan Washington dapat menemukan titik temu yang cukup guna meyakinkan Trump agar tidak mengeluarkan perintah final untuk melancarkan serangan singkat dan intens terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang.”
Pekan lalu, Trump mengatakan; “Kami tidak sedang bernegosiasi dengan mereka (Iran); kami akan mendapatkan sesuatu dengan satu atau lain cara, dan itu akan terjadi dalam waktu dekat.”
Pada 22 September, di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York City, Iran melalui para mediator telah menyampaikan kepada AS Rencana Tujuh Hari yang memuat syarat-syarat untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan, “Kami tetap menjalin kontak yang erat dan berkelanjutan dengan para perantara untuk membahas gagasan-gagasan yang dapat memastikan implementasi Rencana Tujuh Hari kami dalam waktu bahkan kurang dari sepekan.”
Araghchi menambahkan bahwa meskipun angkatan bersenjata Iran “sepenuhnya siap,” Teheran “terus memberi kesempatan kepada diplomasi agar berhasil.”[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta
















