Tiongkok Garap Aspal Buton, Investasi 60 Juta Dolar AS

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

enteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Rosan P. Roeslani bertemu dengan salah satu petinggi perusahaan asal Tiongkok, Xi'an Zhongli Asphalt Co., Ltd., di Shanghai, Tiongkok timur, dalam rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah pimpinan perusahaan yang dilaksanakan pada 22-23 Oktober 2026. (Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia/Xinhua)

enteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Rosan P. Roeslani bertemu dengan salah satu petinggi perusahaan asal Tiongkok, Xi'an Zhongli Asphalt Co., Ltd., di Shanghai, Tiongkok timur, dalam rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah pimpinan perusahaan yang dilaksanakan pada 22-23 Oktober 2026. (Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia/Xinhua)

JAKARTA-Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia (RI) mengumumkan bahwa perusahaan asal Tiongkok, Xi’an Zhongli Asphalt Co., Ltd., berencana menginvestasikan 60 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp18.182) untuk membangun pabrik aspal Buton di Pulau Jawa.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengatakan investasi pabrik aspal berkapasitas 600.000 ton per tahun itu akan dilakukan secara bertahap.

“Investasi akan dilakukan bertahap hingga mencapai kapasitas penuh, untuk substitusi impor aspal minyak sekaligus ekspor,” kata Rosan dalam keterangan resminya pada Rabu (28/10).

Penjajakan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Rosan ke sejumlah pimpinan perusahaan di Shanghai, Tiongkok timur, pada 22-23 Oktober, sebagai upaya percepatan program prioritas nasional, yang mencakup industri otomotif dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), program pengolahan sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy/WtE), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW), hilirisasi aspal Buton, dan penguatan industri tekstil.

“Kami ingin menerjemahkan peluang kerja sama investasi menjadi rencana implementasi yang konkret, mulai dari kapasitas produksi dan teknologi, pengembangan industri di dalam negeri, hingga tindak lanjut komersial bersama pemangku kepentingan terkait dan Danantara Indonesia,” papar Rosan.

Baca Juga:  Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah

Dalam rangkaian kunjungannya, Rosan juga bertemu dengan H&M Group beserta sembilan mitra rantai pasokannya asal daratan Tiongkok dan Daerah Administratif Khusus Hong Kong yang berinvestasi pada sembilan pabrik baru di Pulau Jawa, yang meliputi pencelupan benang, tenun, rajut, penyempurnaan, dan garmen. Dia menyebut H&M Group siap menjadi panutan penerapan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) bagi merek fesyen Eropa.

Di bidang energi, Rosan menyampaikan laporan dari Zhejiang Weiming Environment Protection, mitra pengembang pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Bali dan Bogor Raya dalam program WtE nasional.

“Zhejiang Weiming Environment Protection melaporkan bahwa konstruksi sipil kedua proyek sebagian besar telah selesai dan memasuki tahap pemasangan peralatan, dengan target beroperasi pada 2027,” kata Rosan.

Saat ini, Zhejiang Weiming Environment Protection sedang membangun pabrik peralatan PLTSa di Cilegon, Provinsi Banten, yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2027 untuk memperkuat kandungan lokal program WtE. Perusahaan itu juga menyampaikan minat berinvestasi pada proyek berkapasitas 1 GW dalam program PLTS 100 GW.

Baca Juga:  PT Datang DSSP Power Indonesia Kirim Karyawan Berprestasi ke Tiongkok

Rosan juga menggelar pertemuan dengan pimpinan Tsingshan Group, Xiang Guangda, untuk membahas tindak lanjut investasi Tsingshan di Indonesia. Pembahasan tersebut mencakup pengembangan kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara. Selain itu, dia menyambangi Geely Auto Group guna membahas peluang kerja sama dalam pengembangan industri otomotif dan ekosistem EV di Indonesia.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memastikan akan menindaklanjuti seluruh penjajakan ini bersama perusahaan dan kementerian atau lembaga terkait. Pihaknya berharap seluruh penjajakan ini dapat segera terealisasi serta memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas industri nasional, penguatan rantai pasokan dalam negeri, substitusi impor, penciptaan lapangan kerja, dan perluasan pasar ekspor Indonesia.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Gubernur Ingatkan, Pejabat Harus Berintegritas dan Berkompetensi
Alhamdulillah, Hujan Bantu Padamkan Karhutla di Way Kambas
AS Ingatkan Kawasan Teluk soal Serangan ke Iran Usai Pemilu Sela
Rival Netanyahu, Eisenkot, Siap Bentuk Pemerintahan
Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia
Iran dan Rusia Perluas Kerjasama
Bupati Ayu, Irup Peringatan Sumpah Pemuda Way Kanan 
Gas Air Mata Pukul Mundur Massa Demonstran Di Jl.Imam Bonjol

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Gubernur Ingatkan, Pejabat Harus Berintegritas dan Berkompetensi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Alhamdulillah, Hujan Bantu Padamkan Karhutla di Way Kambas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:21 WIB

AS Ingatkan Kawasan Teluk soal Serangan ke Iran Usai Pemilu Sela

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Rival Netanyahu, Eisenkot, Siap Bentuk Pemerintahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia

Berita Terbaru


Gadi Eisenkot (depan, kiri), mantan kepala militer Israel sekaligus pemimpin partai sentris Yashar, memberikan suaranya di sebuah tempat pemungutan suara di Herzliya, Israel tengah, pada 27 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Rival Netanyahu, Eisenkot, Siap Bentuk Pemerintahan

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:10 WIB

Seorang peserta Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 berfoto dengan salah satu robot buatan AI² Robotics di Jakarta pada 28 Oktober 2026. (Xinhua/Ni Luh Anggela De Merici S.)

Berita Utama

Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:05 WIB