JAKARTA-Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia (RI) mengumumkan bahwa perusahaan asal Tiongkok, Xi’an Zhongli Asphalt Co., Ltd., berencana menginvestasikan 60 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp18.182) untuk membangun pabrik aspal Buton di Pulau Jawa.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengatakan investasi pabrik aspal berkapasitas 600.000 ton per tahun itu akan dilakukan secara bertahap.
“Investasi akan dilakukan bertahap hingga mencapai kapasitas penuh, untuk substitusi impor aspal minyak sekaligus ekspor,” kata Rosan dalam keterangan resminya pada Rabu (28/10).
Penjajakan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Rosan ke sejumlah pimpinan perusahaan di Shanghai, Tiongkok timur, pada 22-23 Oktober, sebagai upaya percepatan program prioritas nasional, yang mencakup industri otomotif dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), program pengolahan sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy/WtE), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW), hilirisasi aspal Buton, dan penguatan industri tekstil.
“Kami ingin menerjemahkan peluang kerja sama investasi menjadi rencana implementasi yang konkret, mulai dari kapasitas produksi dan teknologi, pengembangan industri di dalam negeri, hingga tindak lanjut komersial bersama pemangku kepentingan terkait dan Danantara Indonesia,” papar Rosan.
Dalam rangkaian kunjungannya, Rosan juga bertemu dengan H&M Group beserta sembilan mitra rantai pasokannya asal daratan Tiongkok dan Daerah Administratif Khusus Hong Kong yang berinvestasi pada sembilan pabrik baru di Pulau Jawa, yang meliputi pencelupan benang, tenun, rajut, penyempurnaan, dan garmen. Dia menyebut H&M Group siap menjadi panutan penerapan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) bagi merek fesyen Eropa.
Di bidang energi, Rosan menyampaikan laporan dari Zhejiang Weiming Environment Protection, mitra pengembang pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Bali dan Bogor Raya dalam program WtE nasional.
“Zhejiang Weiming Environment Protection melaporkan bahwa konstruksi sipil kedua proyek sebagian besar telah selesai dan memasuki tahap pemasangan peralatan, dengan target beroperasi pada 2027,” kata Rosan.
Saat ini, Zhejiang Weiming Environment Protection sedang membangun pabrik peralatan PLTSa di Cilegon, Provinsi Banten, yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2027 untuk memperkuat kandungan lokal program WtE. Perusahaan itu juga menyampaikan minat berinvestasi pada proyek berkapasitas 1 GW dalam program PLTS 100 GW.
Rosan juga menggelar pertemuan dengan pimpinan Tsingshan Group, Xiang Guangda, untuk membahas tindak lanjut investasi Tsingshan di Indonesia. Pembahasan tersebut mencakup pengembangan kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara. Selain itu, dia menyambangi Geely Auto Group guna membahas peluang kerja sama dalam pengembangan industri otomotif dan ekosistem EV di Indonesia.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memastikan akan menindaklanjuti seluruh penjajakan ini bersama perusahaan dan kementerian atau lembaga terkait. Pihaknya berharap seluruh penjajakan ini dapat segera terealisasi serta memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas industri nasional, penguatan rantai pasokan dalam negeri, substitusi impor, penciptaan lapangan kerja, dan perluasan pasar ekspor Indonesia.[]
Penulis : Romy Agus
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta
















