Gas Air Mata Pukul Mundur Massa Demonstran Di Jl.Imam Bonjol

Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Polisi memukul mundur massa demonstran yang berada di kawasan Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/10). Petugas tampak menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Terdengar suara dentuman saat petugas kepolisian melontarkan gas air mata di kawasan Jalan Imam Bonjol. Beberapa kali tembakan gas air mata dilepaskan polisi untuk membubarkan massa aksi yang berada di jalan tersebut.

Petugas kepolisian juga berupaya mencegah massa kembali masuk ke area Bundaran HI. Hal itu dilakukan karena waktu penyampaian aspirasi telah memasuki batas yang ditentukan, yakni pukul 18.00 WIB.

Sementara itu, massa di kawasan Jalan MH Thamrin, tepatnya di sekitar Halte Tosari, masih melanjutkan aksi mereka. Petugas kepolisian belum membubarkan massa yang berada di kawasan tersebut. Kawasan Bundaran HI juga masih ditutup polisi karena banyak massa aksi yang bertahan di sekitar arah Gedung UOB. Sementara itu, area sekitar Bundaran HI ramai oleh warga dan pekerja yang baru pulang bekerja.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026

Dalam Aksi itu, ada lima poin utama tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut. Pertama, penetapan bencana nasional dan pengusutan korporasi lingkungan.

Mahasiswa mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan, Sumatera, Papua, serta sejumlah daerah lainnya. Mereka juga menuntut penegakan hukum terhadap korporasi yang dinilai memicu kerusakan gambut serta percepatan integrasi tata kelola lahan melalui kebijakan Satu Peta (One Map Policy) yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat.

Kedua, Evaluasi APBN dan Penghentian Program Politik Populis Kritik tajam disorotkan pada alokasi anggaran RAPBN 2027, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp240,2 triliun yang memakan 29% anggaran pendidikan, serta program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mahasiswa menilai program-program ini memboroskan uang negara dan justru mengorbankan masyarakat desa,anak-anak, hingga ibu hamil.

Ketiga, Penurunan Biaya Pendidikan, Akses Layanan Dasar, dan Lapangan Kerja Berkualitas Poin ini menyoroti ketimpangan akses pendidikan tinggi antara kota dan desa, serta kualitas lapangan kerja yang dinilai belum memadai. Desakan ini disampaikan bertepatan dengan momentum pembahasan revisi UU Sisdiknas di Baleg DPR, di samping tuntutan pemenuhan layanan dasar seperti pemerataan dokter puskesmas dan akses air minum perpipaan.

Baca Juga:  Jakarta Game On 2026 Dorong Eekosistem Game dan Ekonomi Kreatif

Keempat, Pemberantasan KKN dan Reformasi Hukum Mahasiswa menolak penyalahgunaan hukum (abuse of power) untuk kepentingan penguasa. Pembentukan regulasi seperti UU TNI, KUHAP, hingga UU P2SK dinilai minim partisipasi publik yang bermakna dan melanggengkan praktik KKN, yang tecermin dari anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia ke peringkat 109.
Kelima, Pengembalian Kebebasan Bersuara, Penuntasan HAM, dan Hentikan Militerisasi Mendorong penghentian kriminalisasi terhadap warga sipil, penuntasan 17 kasus pelanggaran HAM berat masa lalu,serta penghentian militerisasi di ruang-ruang sipil demi menjaga kebebasan berpendapat dan nilai-nilai demokrasi.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Rival Netanyahu, Eisenkot, Siap Bentuk Pemerintahan
Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia
Tiongkok Garap Aspal Buton, Investasi 60 Juta Dolar AS
Iran dan Rusia Perluas Kerjasama
Bupati Ayu, Irup Peringatan Sumpah Pemuda Way Kanan 
Soal Polemik Komplek Griya Sukarame, Warga Surati Walikota
JMSI Tuba Gelar Diskusi Cegah Bullying
Sumpah Pemuda 2026, Firman Ingatkan Ancaman Digital dan Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Rival Netanyahu, Eisenkot, Siap Bentuk Pemerintahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Tiongkok Garap Aspal Buton, Investasi 60 Juta Dolar AS

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Iran dan Rusia Perluas Kerjasama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Bupati Ayu, Irup Peringatan Sumpah Pemuda Way Kanan 

Berita Terbaru


Gadi Eisenkot (depan, kiri), mantan kepala militer Israel sekaligus pemimpin partai sentris Yashar, memberikan suaranya di sebuah tempat pemungutan suara di Herzliya, Israel tengah, pada 27 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Rival Netanyahu, Eisenkot, Siap Bentuk Pemerintahan

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:10 WIB

Seorang peserta Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 berfoto dengan salah satu robot buatan AI² Robotics di Jakarta pada 28 Oktober 2026. (Xinhua/Ni Luh Anggela De Merici S.)

Berita Utama

Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:05 WIB

enteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Rosan P. Roeslani bertemu dengan salah satu petinggi perusahaan asal Tiongkok, Xi'an Zhongli Asphalt Co., Ltd., di Shanghai, Tiongkok timur, dalam rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah pimpinan perusahaan yang dilaksanakan pada 22-23 Oktober 2026. (Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia/Xinhua)

Berita Utama

Tiongkok Garap Aspal Buton, Investasi 60 Juta Dolar AS

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:01 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri konferensi pers di Teheran, Iran, pada 16 September 2024. (Xinhua)

Berita Utama

Iran dan Rusia Perluas Kerjasama

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:57 WIB

Berita Utama

Bupati Ayu, Irup Peringatan Sumpah Pemuda Way Kanan 

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:47 WIB