JAKARTA-Lima karyawan Indonesia berprestasi dari PT Datang DSSP Power Indonesia, bersama delapan karyawan lain dari Uzbekistan, Laos, Kamboja, dan Myanmar, baru-baru ini diajak mengunjungi basis pembangkit listrik terintegrasi tenaga bayu, surya, dan air, serta penyimpanan energi terkemuka yang dikembangkan China Datang Corporation Ltd., raksasa energi Tiongkok.
Tur karyawan asing ke China Datang Corporation Ltd. di Tiongkok ini, yang merupakan kelompok tur ketiga, dilaksanakan dalam rangka “membangun keunggulan bersama, berbagi masa depan.” Tur tersebut berlangsung selama 12 hari. Selama tur, para peserta mengamati langsung sistem operasi dan pemeliharaan cerdas yang dilakukan China Datang Corporation Ltd., menyaksikan langsung komitmen perusahaan tersebut terhadap tanggung jawab sosial lokal, dan menyelesaikan perjalanan studi lintas perbatasan di bidang energi hijau di Yunnan dan Guangxi. Tur tersebut dipungkasi di kantor pusat Datang di Beijing, ibu kota Tiongkok, pada Rabu (21/10).
Kunjungan ini mencakup kunjungan ke berbagai proyek, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Datang Guanyinyan, Ladang Angin Jinpingxi, Pembangkit Listrik Fotovoltaik Laoyingyan, dan Stasiun Penyimpanan Energi Xinping. Para karyawan asing memperoleh pemahaman sistematis tentang sistem operasi komplementer multienergi yang diterapkan Datang di Tiongkok barat daya. Selama musim banjir, tenaga air merupakan sumber utama energi bersih, sedangkan selama musim kering, tenaga angin dan surya melengkapi pasokan. Sistem penyimpanan energi secara tepat mengurangi fluktuasi daya jangka pendek, menghasilkan lebih dari 10 miliar kilowatt-jam listrik bersih setiap tahunnya, atau setara dengan mengurangi emisi karbon dioksida lebih dari satu juta ton.
“Berdiri di dek observasi di Ladang Angin Jinpingxi, menyaksikan puluhan turbin angin berjejer di sepanjang punggung gunung dan panel fotovoltaik berderet menutupi lembah di bawahnya, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air Guanyinyan yang berdiri tidak jauh di Sungai Jinsha, saya benar-benar memahami arti ‘komplementaritas multienergi dan kolaborasi yang efisien’,” kata Denny Fernando Sitorus, karyawan dari pembangkit listrik Meulaboh PT Datang DSSP.
“Sebelumnya, saya mengira pembangkit listrik tenaga air hanya tentang kapasitas terpasang dan pembangkitan daya. Setelah berkunjung ke sini, saya menyadari bahwa Datang telah menstandarkan prosedur untuk setiap aspek: pembangkitan daya, pengendalian banjir, restorasi ekologis, dan relokasi,” ujar Lugantha Perkasa dari proyek PT Datang DSSP di Sumatra Selatan, setelah berlama-lama berdiri di atas bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air Guanyinyan.
Pada Kamis (15/10) pekan lalu, para peserta pelatihan mengunjungi Pusat Kontrol Antarcekungan Pembangkit Listrik Guiguan, sebuah pusat kontrol terpadu multienergi antarcekungan terbesar di Tiongkok. Fasilitas ini mengelola total kapasitas terpasang sebesar 11,857 juta kilowatt, yang meliputi 26 pembangkit listrik tenaga air, 11 ladang angin, dan 23 pembangkit listrik tenaga surya.
Layar LED raksasa menampilkan data produksi yang tak terhitung jumlahnya secara real-time, memberikan gambaran komprehensif tentang status operasional puluhan pembangkit listrik yang membentang ratusan kilometer. Beberapa petugas pengatur dapat memantau dan mengoordinasikan operasi dari jarak jauh melalui sistem ini.
Mohammad Akbar Fadhil berkata, “Begitu banyak pembangkit listrik dapat dipantau dan dikoordinasikan secara terpusat di pusat kendali ini! Beberapa orang dapat mengelola pembangkitan listrik dan keselamatan hanya dengan melihat layar!” Dia mengatakan bahwa setelah kembali ke tanah air, dirinya berharap dapat menerapkan pengalaman manajemen operasional dan pemeliharaan cerdas serta penjadwalan yang lebih baik pada operasi dan pemeliharaan harian pembangkit listrik di Indonesia, serta meningkatkan keselamatan pembangkit dan efisiensi operasional.
“Biasanya kami hanya memantau satu unit atau satu jalur, tetapi kali ini kami menyadari bahwa Datang mempertimbangkan seluruh sungai dan seluruh pegunungan,” tulis Maulana Muhammad Arifin dalam ringkasan pembelajarannya.
Kunjungan ini juga mencakup sesi studi tanggung jawab sosial khusus. Para karyawan asing mengunjungi proyek bantuan industri di Yunnan dan proyek bantuan pendidikan di Guangxi. Mereka menyaksikan langsung hasil nyata dari investasi besar Datang dalam mendorong pembangunan pedesaan di luar pembangunan pembangkit listrik.
Di Yunnan, Datang bermitra dengan perguruan tinggi pertanian setempat untuk menciptakan model bantuan “fotovoltaik + penanaman tanaman khusus”, menanam tanaman khusus dataran tinggi di bawah panel fotovoltaik, menyediakan peluang kerja bagi penduduk desa setempat di dekat rumah mereka, dan secara kumulatif meningkatkan pendapatan hampir seribu rumah tangga.
Di Dahua, Guangxi, Datang memelopori jalur baru untuk bantuan perusahaan BUMN menuju pedesaan, yakni “pendidikan sebagai fondasi, promosi multidimensi, dan revitalisasi komprehensif”. Secara kumulatif, program ini telah membantu lebih dari 300 anak dari daerah pegunungan mewujudkan impian mereka untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
Selama kunjungan mereka, para karyawan asing juga berkunjung ke tepi Sungai Jinsha dan berpartisipasi dalam upacara pernikahan massal “Romansa Dinasti Tang” bersama rekan-rekan mereka dari Tiongkok. Mereka menyaksikan seluruh proses pernikahan tradisional Tiongkok dan merasakan romantisme unik Dinasti Tang. []
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J.Afkar
Sumber Berita : Jakarta
















