Melintasi Lautan, Pabrik-Pabrik Tiongkok Menancap di Pulau Jawa

Rabu, 30 September 2026 | 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan pada 17 Oktober 2023 ini menunjukkan beberapa staf dari sebuah perusahaan makanan di Zona Investasi Yuanhong di Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara, memilah produk ikan segar yang akan diekspor ke Indonesia. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 17 Oktober 2023 ini menunjukkan beberapa staf dari sebuah perusahaan makanan di Zona Investasi Yuanhong di Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara, memilah produk ikan segar yang akan diekspor ke Indonesia. (Xinhua)

FUZHOU-Di pinggiran sebuah kota industri di Provinsi Jawa Tengah, mesin pemintal buatan Tiongkok berdengung di lantai pabrik, tempat para pekerja Indonesia menyortir kain berdampingan dengan supervisor asal Tiongkok. Di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, di sisi barat kota tersebut, lebih dari 200 pekerja lokal menuangkan beton di lokasi konstruksi lainnya bersama para insinyur yang datang dari Provinsi Fujian, yang berjarak lebih dari 3.000 kilometer di sebelah utara.

Dua perusahaan, Honggang Textile dan Hongsheng Materials, menjadi contoh terbaru dalam sebuah eksperimen ambisius di bidang manufaktur lintas perbatasan, yakni inisiatif “Dua Negara, Taman Kembar” (Two Countries, Twin Parks/TCTP) Tiongkok-Indonesia, yang kini bergerak dengan kecepatan penuh. Sejumlah perusahaan Tiongkok telah menempuh perjalanan jauh melintasi gunung dan lautan dari Fuqing, Provinsi Fujian di Tiongkok tenggara, menuju Pulau Jawa, menancapkan akar dan mulai membuahkan hasil.

Momentum tersebut bukanlah kebetulan. Pada 2023, dengan dukungan kebijakan dari inisiatif “Dua Negara, Taman Kembar”, Fujian Honggang Textile Technology, anak perusahaan Huagang Group, mengirim tim untuk menjajaki peluang di Indonesia dan menemukan bahwa tingkat perkembangan ekonomi serta daya konsumsi negara ini sangat selaras dengan pemosisian (positioning) produk perusahaan. Pada akhir tahun itu, perusahaan tersebut telah membeli lahan di Semarang, dan pada Agustus 2025, pabrik pun mulai berproduksi.

“Peralatan inti, staf manajemen, dan bahan baku semuanya berasal dari Tiongkok, dan kami telah menciptakan lebih dari 500 lapangan kerja lokal,” kata Zhang Qifang, manajer urusan eksternal perusahaan tersebut.

Strategi lokalisasi perusahaan itu dimulai bahkan sebelum pabrik mereka memiliki dinding. Saat pabrik masih dalam tahap pembangunan, Honggang merekrut mahasiswa dari universitas-universitas Indonesia dan membawa mereka ke Tiongkok untuk menjalani pelatihan, kemudian mengirim mereka kembali untuk menjalankan operasional perusahaan di Indonesia sebagai tulang punggung manajemen, menjadi jembatan penghubung manusia antara kedua negara.

Baca Juga:  Trump Bingung soal Iran, Damai atau Lanjut Perang

“Kami menyediakan kantin halal sebagai bentuk penghormatan kepada karyawan Muslim kami,” ujar Zhang. “Semua sistem dan manual operasional kami tersedia dalam dua bahasa, yakni bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia, dan staf dari kedua pihak mengikuti kelas bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia secara berdampingan.” Menurut Zhang, tujuan akhirnya adalah mewujudkan operasional yang sepenuhnya terlokalisasi, dengan karyawan dari kedua negara semakin saling menerima melalui interaksi sehari-hari.

Bagi perusahaan tersebut, basis produksi di Indonesia memberikan manfaat yang lebih dari sekadar diversifikasi produksi. Basis tersebut juga membantu Honggang mempertahankan pesanan yang sempat terancam hilang akibat friksi perdagangan dan, yang tidak kalah penting, menciptakan arus nilai dua arah, yaitu penelitian dan pengembangan dari Tiongkok di satu sisi serta kapasitas manufaktur Indonesia di sisi lain, yang saling memperkuat.

Di lokasi proyek Hongsheng Materials di KEK Kendal, rasa hormat berjalan dua arah. Ketika perusahaan memulai pembangunan pada 2025, tim mereka meminta nasihat dari para sesepuh komunitas Tionghoa setempat dan mengetahui bahwa di Indonesia, kain batik tradisional dianggap lebih formal daripada setelan jas ala Barat. Kini, dalam berbagai acara penting, staf perusahaan tersebut yang berasal dari Tiongkok hadir dengan mengenakan batik.

Baca Juga:  Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

“Menghormati adat istiadat setempat merupakan titik awal untuk melayani pasar lokal dengan lebih baik,” kata Tang Ling, direktur administrasi dan sumber daya manusia Fujian Hongsheng Material Technology Co.

Di balik kesediaan perusahaan-perusahaan tersebut untuk berekspansi ke luar negeri dan berinvestasi, terdapat sebuah platform yang menopang langkah mereka. Zona Investasi Yuanhong (Yuanhong Investment Zone) di Fuqing, yang didirikan pada 1992 sebagai zona pengembangan pertama di Tiongkok yang dibangun dengan investasi dari warga Tionghoa perantauan, pada 2023 ditetapkan oleh Dewan Negara Tiongkok sebagai kawasan percontohan pengembangan inovasi ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Indonesia, meningkatkan misinya dari kawasan industri konvensional menjadi etalase untuk kerja sama perdagangan dan inovasi bilateral.

“Ke depannya, kami akan menjadikan aturan ekonomi dan perdagangan internasional berstandar tinggi sebagai tolok ukur, serta berupaya menciptakan lingkungan bisnis kelas satu,” tutur seorang pejabat dari komite pengelola Zona Fungsional Yuanhong (Yuanhong Functional Zone) di Kawasan Baru Fuzhou (Fuzhou New Area), “untuk membangun pintu gerbang dan platform penting bagi keterbukaan dan kerja sama dengan negara-negara ASEAN.”

Dari kontrak lahan hingga deretan gedung pabrik modern, dari seorang mahasiswa Indonesia hingga tim manajemen transnasional, dari selembar kain batik hingga meja makan dengan sajian halal, visi “Dua Negara, Taman Kembar” perlahan berubah dari cetak biru menjadi kenyataan, dibangun langkah demi langkah dan diwujudkan melalui tindakan demi tindakan. Ternyata, pegunungan dan lautan tidaklah begitu jauh memisahkan kedua negara. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

JMSI Ingatkan Bupati Nanda, Saatnya Melayani Rakyat
Gubernur Lampung Mirzani Djausal Puji Lambar Kompak
Jasper Lance: ‘Ageman’ Membedah Luka Psikologis Intoleransi dan Bullying
Baiknya Hubungan Tiongkok-AS Bagus Buat Perdagangan Global
Sultan Dorong Model Baru Pembangunan Daerah
Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina
Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka
Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:01 WIB

Melintasi Lautan, Pabrik-Pabrik Tiongkok Menancap di Pulau Jawa

Selasa, 29 September 2026 - 23:08 WIB

JMSI Ingatkan Bupati Nanda, Saatnya Melayani Rakyat

Selasa, 29 September 2026 - 22:44 WIB

Gubernur Lampung Mirzani Djausal Puji Lambar Kompak

Selasa, 29 September 2026 - 22:27 WIB

Jasper Lance: ‘Ageman’ Membedah Luka Psikologis Intoleransi dan Bullying

Selasa, 29 September 2026 - 22:10 WIB

Baiknya Hubungan Tiongkok-AS Bagus Buat Perdagangan Global

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 17 Oktober 2023 ini menunjukkan beberapa staf dari sebuah perusahaan makanan di Zona Investasi Yuanhong di Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara, memilah produk ikan segar yang akan diekspor ke Indonesia. (Xinhua)

Berita Utama

Melintasi Lautan, Pabrik-Pabrik Tiongkok Menancap di Pulau Jawa

Rabu, 30 Sep 2026 - 11:01 WIB

Foto Bersama Bupati Pesawaran dan Jajaran Pengurus JMSI Lampung [HPswr]

Berita Utama

JMSI Ingatkan Bupati Nanda, Saatnya Melayani Rakyat

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:08 WIB

Berita Utama

Gubernur Lampung Mirzani Djausal Puji Lambar Kompak

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:44 WIB

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar upacara penyambutan bagi Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Beijing

Baiknya Hubungan Tiongkok-AS Bagus Buat Perdagangan Global

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:10 WIB