Ekspor Nonmigas Indonesia ke Tiongkok Capai 54,17 Miliar Dolar AS

Selasa, 3 November 2026 | 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Foto tangkapan layar ini menampilkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono memaparkan perkembangan neraca perdagangan Indonesia periode September 2026 di Jakarta pada 2 November 2026. (Xinhua)

Foto tangkapan layar ini menampilkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono memaparkan perkembangan neraca perdagangan Indonesia periode September 2026 di Jakarta pada 2 November 2026. (Xinhua)

JAKARTA-Nilai ekspor nonminyak dan gas (nonmigas) Indonesia ke Tiongkok mencapai 54,17 miliar dolar AS selama Januari-September 2026, meningkat 16,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan pada Senin (2/11).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan peningkatan ekspor nonmigas ke Tiongkok terutama didorong oleh komoditas nikel dan barang daripadanya, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta bahan bakar mineral.

“Secara kumulatif, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, India, dan juga ke ASEAN mengalami peningkatan,” kata Ateng.

Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia mencapai 221,23 miliar dolar AS sepanjang Januari-September 2026, naik 5,58 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Ateng menjelaskan ekspor nonmigas tercatat sebesar 212,27 miliar dolar AS, meningkat 6,30 persen. Sementara itu, ekspor migas mencapai 8,96 miliar dolar AS, turun 9,11 persen pada periode tersebut.

Menurut sektor, industri pengolahan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor nonmigas dengan kenaikan sebesar 8,93 persen secara kumulatif.Selain Tiongkok, ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat, India, dan kawasan ASEAN juga mengalami peningkatan selama Januari-September 2026. Sebaliknya, ekspor ke Uni Eropa dan sejumlah negara serta kawasan tujuan lainnya mengalami penurunan.

Baca Juga:  Praperadilan 8 Tersangka Korupsi Ditolak, Bidkum Polda Lampung Tegaskan Proses Penyidikan Sesuai Prosedur

Dari sisi impor, Indonesia mencatatkan nilai impor sebesar 210,63 miliar dolar AS selama Januari-September 2026, meningkat 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor nonmigas mencapai 178,06 miliar dolar AS, naik 16,92 persen, sedangkan impor migas tercatat sebesar 32,57 miliar dolar AS, meningkat 37,35 persen. Tiongkok, Jepang, dan Australia menjadi tiga negara asal utama impor nonmigas Indonesia. Ketiganya menyumbang 52,94 persen dari total impor nonmigas Indonesia.

Impor nonmigas dari Tiongkok mencapai 76,16 miliar dolar AS, dengan mesin dan peralatan elektronik mendominasi sebesar 22,13 persen. Impor komoditas tersebut tumbuh 27,83 persen secara tahunan kumulatif. Pada September 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai 27,59 miliar dolar AS, meningkat 11,87 persen dibandingkan September 2025. Ekspor nonmigas menyumbang 26,64 miliar dolar AS, naik 12,39 persen, sedangkan ekspor migas tercatat sebesar 950 juta dolar AS, turun 0,99 persen.

Baca Juga:  Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier

Pada bulan yang sama, nilai impor Indonesia mencapai 24,23 miliar dolar AS, meningkat 18,41 persen secara tahunan. Impor nonmigas tercatat sebesar 20,96 miliar dolar AS, naik 17,59 persen, sementara impor migas mencapai 3,27 miliar dolar AS, meningkat 23,94 persen. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan barang Indonesia pada September 2026 mencatat surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS.

Surplus tersebut terutama ditopang oleh perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus sebesar 5,67 miliar dolar AS. Komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja menjadi penyumbang utama surplus tersebut.

Sementara itu, perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar 2,31 miliar dolar AS. Secara kumulatif, neraca perdagangan barang Indonesia selama Januari-September 2026 mencatat surplus sebesar 10,61 miliar dolar AS. Surplus perdagangan nonmigas mencapai 34,21 miliar dolar AS, sedangkan perdagangan migas mengalami defisit sebesar 23,60 miliar dolar AS.[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Hadi


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Xi Jinping Bertemu Raja Oman; Memulihkan dan Melanggengkan
Setelah Luluh Lantakkan Hebron, Israel Tarik Pasukan
Gubernur Mirza Dorong Peningkatan Keterampilan dan Daya Saing Tenaga Kerja Muda
Wakil Gubernur Jihan Nurlela Tinjau Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Pasar Kota Krui
Purnama Wulan Sari Mirza Canangkan Desa Tapis, Perkuat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga
Kanada-AS Kolaborasi soal Perdagangan Saling Menguntungkan
Liga Arab Desak Penyelidikan atas Penyiksaan Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Trump Ancam, Teheran Janji Balas Lebih Besar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Xi Jinping Bertemu Raja Oman; Memulihkan dan Melanggengkan

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIB

Setelah Luluh Lantakkan Hebron, Israel Tarik Pasukan

Selasa, 3 November 2026 - 10:36 WIB

Ekspor Nonmigas Indonesia ke Tiongkok Capai 54,17 Miliar Dolar AS

Selasa, 3 November 2026 - 09:46 WIB

Gubernur Mirza Dorong Peningkatan Keterampilan dan Daya Saing Tenaga Kerja Muda

Selasa, 3 November 2026 - 09:38 WIB

Wakil Gubernur Jihan Nurlela Tinjau Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Pasar Kota Krui

Berita Terbaru

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Sultan Haitham bin Tarik al-Said dari Oman bersama-sama menyaksikan penandatanganan dokumen kerja sama yang mencakup berbagai bidang, termasuk rantai industri dan rantai pasokan, pembangunan hijau, serta keuangan digital, usai pembicaraan mereka di Beijing, ibu kota Tiongkok, pada 2 November 2026. Xi mengadakan pembicaraan dengan Sultan Haitham bin Tarik al-Said dari Oman, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok, di Balai Agung Rakyat di Beijing pada Senin (2/11). (Xinhua)

Berita Utama

Xi Jinping Bertemu Raja Oman; Memulihkan dan Melanggengkan

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:00 WIB

Asap membubung setelah pasukan Israel meledakkan rumah dua warga Palestina yang dituduh menewaskan dua tentara Israel di Hebron, Tepi Barat bagian selatan, pada 30 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Setelah Luluh Lantakkan Hebron, Israel Tarik Pasukan

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:47 WIB