WASHINGTON/TEHERAN-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (1/11) kembali mengancam akan melanjutkan serangan terhadap Iran “suatu saat nanti,” sementara Angkatan Darat Iran memperingatkan bahwa konflik yang kembali memanas kemungkinan akan berlangsung lebih lama dan lebih luas dibandingkan sebelumnya.
“Satu-satunya alasan kami belum menuntaskan masalah dengan Iran adalah karena saya ingin bersikap baik. Saya ingin mencoba menyelamatkan nyawa mereka semua jika memungkinkan,” kata Trump kepada para pendukungnya dalam sebuah kampanye di Iowa menjelang pemilu sela AS pada 3 November. “Suatu saat nanti, kami harus menindak mereka dengan tegas,” ujar Trump.
Merespons pernyataan Trump itu, Mohammad Akraminia, selaku juru bicara Angkatan Darat Iran, memperingatkan bahwa setiap “agresi” baru AS terhadap Iran akan dibalas dengan “respons langsung dan tegas dalam skala yang lebih besar daripada sebelumnya,” dengan jangkauan yang melampaui Asia Barat.
“Fasilitas, peralatan, personel, dan kepentingan AS dapat menjadi sasaran di mana pun mereka berada selama masih dalam jangkauan,” kata Akraminia seperti dikutip oleh kantor berita semiresmi Iran, Mehr.
Konflik baru yang berpotensi terjadi itu juga bisa “berlangsung jauh lebih lama” daripada konflik sebelumnya, tambah juru bicara tersebut.
Sementara itu, media AS Axios melaporkan pada Minggu bahwa Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan percakapan telepon pada Sabtu (31/10), di mana Netanyahu mendesak Trump untuk menyerang Iran “segera setelah pemilu sela.” Namun, Trump dilaporkan lebih memilih untuk membiarkan negosiasi berlanjut, sebuah pendekatan yang menimbulkan kekhawatiran bagi Netanyahu.
Perkembangan terbaru ini terjadi di tengah sinyal-sinyal yang beragam dari Washington mengenai langkah selanjutnya terkait Iran.Teheran dilaporkan menerima surat dari Wakil Presiden AS JD Vance pada Kamis (29/10), yang dikirim atas arahan Trump. Surat itu menyerukan dimulainya kembali negosiasi perdamaian. Iran menggambarkan perubahan sikap Washington yang tercermin dalam surat tersebut sebagai “pertanda baik.”
Namun, The Wall Street Journal melaporkan bahwa para pejabat militer senior AS pada Kamis memberikan pengarahan kepada Trump mengenai opsi-opsi yang mungkin diambil terkait Iran. Washington juga dilaporkan telah mendesak beberapa negara Teluk untuk bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer yang singkat namun intensif melawan Iran setelah pemilu sela.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan telah memerintahkan para panglima militer senior untuk memastikan bahwa setiap ancaman dari “musuh,” terlepas dari sifat atau skalanya, akan dibalas dengan respons yang “segera dan efektif,” tanpa batasan geografis.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan tersebut. Iran juga memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.[]
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta
















