RAMALLAH-Puluhan keluarga Palestina kembali ke rumah mereka di Kota Hebron, Tepi Barat bagian selatan, pada Senin (2/11) setelah militer Israel tarik pasukan setelah 11 hari operasi militer di daerah Palestina tersebut. Menurut sumber-sumber Palestina, keluarga-keluarga tersebut kembali ke wilayah al-Jalda, Deir Bahha, Khallat al-Maghariba, dan sejumlah wilayah lain yang menjadi sasaran operasi, serta melaporkan adanya kerusakan.
Yousef al-Jabari, wali kota Hebron, mengatakan kepada Xinhua-lintaslampung bahwa petugas pemerintah kota telah mulai membersihkan puing-puing, membuka kembali jalan-jalan, dan menilai kerusakan. Sementara itu, para siswa mulai kembali bersekolah.
Sebelumnya pada hari yang sama, Gubernur Hebron Khaled Dudin mengumumkan bahwa pasukan Israel telah ditarik dari wilayah-wilayah yang sebelumnya mereka serang dalam operasi militer, sehingga warga dapat kembali ke rumah masing-masing.
Militer Israel melancarkan operasi di Hebron menyusul insiden penembakan pada 23 Oktober yang menewaskan dua tentara Israel. Militer Israel saat itu berjanji akan menggusur warga dan melakukan penghancuran bangunan. Menurut Komite Dukungan dan Bantuan di Kegubernuran Hebron, sekitar 537 keluarga yang terdiri dari hampir 3.300 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak saat itu.
Kerugian ekonomi harian mencapai lebih dari 12 juta shekel (1 shekel = Rp5.773) atau sekitar 3,8 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp18.138), sementara kerusakan infrastruktur melampaui 6 juta shekel, kata Abdo Idris, kepala Kamar Dagang dan Industri Hebron. Idris mengatakan operasi tersebut juga mengganggu kegiatan pendidikan bagi sekitar 262.000 siswa di 589 sekolah di seluruh kegubernuran tersebut. []
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J.Afkar
Sumber Berita : Jakarta
















