JAKARTA-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia mengharapkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia meningkat, menyusul pengoperasian kembali penerbangan langsung Shenzhen Airlines rute Shenzhen-Jakarta pada 20 Oktober 2026.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar RI Ni Made Ayu Marthini menyampaikan bahwa pengoperasian kembali rute Shenzhen-Jakarta merupakan perkembangan positif yang telah lama dinantikan industri pariwisata.
“Kehadiran dan pengoperasian kembali penerbangan ini menjadi langkah proaktif dalam mengakomodasi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara,” kata Ni Made dalam keterangannya, seperti dikutip pada Jumat (23/10).
Dia mengharapkan, kembalinya layanan penerbangan rute Shenzhen-Jakarta semakin memudahkan mobilitas wisatawan Tiongkok menuju Indonesia, khususnya melalui Jakarta sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara, sekaligus membuka peluang perjalanan ke berbagai destinasi wisata Indonesia.
“Kami berharap, beroperasinya kembali rute ini dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ni Made menambahkan, ketersediaan penerbangan langsung memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di pasar internasional. Menurutnya, kemudahan akses perjalanan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga memperluas peluang bagi destinasi dan industri pariwisata nasional untuk menjangkau pasar potensial.
Pada penerbangan perdananya, Shenzhen Airlines dengan nomor ZH161 bertolak dari Bandar Udara Internasional Bao’an Shenzhen (SZX) pada Senin (19/10) pukul 20.55 waktu Shenzhen (19.55 WIB) dan tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) pada Selasa (20/10) pukul 00.55 WIB. Untuk rute sebaliknya, penerbangan ZH162 berangkat dari Jakarta pukul 01.55 WIB dan tiba di Shenzhen pukul 08.05 waktu setempat (07.05 WIB).
Layanan penerbangan langsung ini beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Sabtu dari Shenzhen menuju Jakarta, serta setiap Selasa, Kamis, dan Minggu dini hari dari Jakarta menuju Shenzhen.Dengan frekuensi penerbangan tersebut, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan jadwal perjalanan yang praktis dan efisien tanpa harus melalui penerbangan transit.
Data Kemenpar RI menunjukkan, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia mencapai 1.054.007 selama periode Januari hingga Agustus 2026. Angka ini meningkat 16,46 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebanyak 905.002 kunjungan.Pertumbuhan tersebut mencerminkan besarnya potensi pasar Tiongkok bagi pariwisata Indonesia, sekaligus menjadi momentum untuk memperluas kerja sama pemasaran dan meningkatkan kemudahan akses wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan. []
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta






![Sekjen PBB dan Prabowo di Hambalang [Sekneg]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/10/Sekjen-PBB-dan-Prabowo-di-Hambalang-225x129.jpg)





![Sekjen PBB dan Prabowo di Hambalang [Sekneg]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/10/Sekjen-PBB-dan-Prabowo-di-Hambalang-129x85.jpg)



