Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan seorang pemuda Indonesia sedang berlatih merakit panel kontrol listrik di ruang kelas pelatihan di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan seorang pemuda Indonesia sedang berlatih merakit panel kontrol listrik di ruang kelas pelatihan di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

HEFEI-Di samping foto kampung halaman yang diletakkan di atas meja asrama, terdapat sebuah lampion ikan tradisional khas Huizhou, sementara rak-rak dipenuhi dengan buku-buku berbahasa Mandarin. Bagi Nurkholish, seorang mahasiswa asal Indonesia di Tiongkok, buku-buku tersebut menjadi sarana untuk mempelajari bahasa, sementara lampion itu mengingatkannya pada proses mengenal sebuah tempat dan budaya yang sebelumnya terasa asing baginya.

Bagi Nurkholish dan teman-teman sekelasnya yang juga berasal dari Indonesia di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu, datang ke Tiongkok bukan sekadar untuk mempelajari keterampilan teknis. Pengalaman tersebut juga berarti mengenal cara hidup yang baru. Pemuda berusia 21 tahun asal Provinsi Banten itu telah tinggal di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur, selama dua tahun. Setelah awalnya kesulitan menyesuaikan diri dengan iklim dan makanan setempat, Nurkholish perlahan-lahan mulai terbiasa dengan rutinitasnya, bahkan belajar menggunakan aplikasi seluler untuk membeli sayuran segar.

“Pihak universitas menyelenggarakan kegiatan untuk merayakan festival tradisional Tiongkok, seperti Festival Musim Semi dan Festival Perahu Naga, sehingga kami dapat mengenal dan mempelajari budaya Tiongkok,” kata Nurkholish. Pada waktu luangnya, dia sering bepergian bersama teman-teman sekelasnya untuk menjelajahi kota dan merasakan kehidupan sehari-hari di Tiongkok. Seiring waktu, dia pun mulai memiliki ikatan khusus dengan Wuhu.

Pada 2019, Universitas Teknik Kejuruan Wuhu dan Anhui Conch Group Co., Ltd. meluncurkan program kelas industri internasional Conch (“International Order Class”) untuk melatih tenaga teknis lokal bagi pengoperasian perusahaan tersebut di Indonesia. Hingga saat ini, program tersebut telah menerima lebih dari 140 mahasiswa asal Indonesia. Seiring makin banyaknya pemuda Indonesia yang datang ke Wuhu, kampus tersebut menjadi tempat bagi pemuda dari kedua negara untuk bertemu, menjalin pertemanan, dan saling mengenal budaya masing-masing.

Baca Juga:  Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok

Sementara Nurkholish semakin mengenal Tiongkok melalui kegiatan festival tradisional, Dwinita Asty Kusuma, seorang mahasiswa lain asal Indonesia, membangun kedekatan dengan Tiongkok melalui kuliner lokalnya. Perempuan berusia 22 tahun asal Provinsi Kalimantan Selatan itu telah tinggal selama dua tahun di Tiongkok. Salah satu kegiatan favoritnya adalah menjelajahi beragam hidangan lokal bersama teman-teman sekelasnya.

“Banyak makanan Tiongkok, seperti pai goreng khas Wuhu, sangat mirip dengan makanan di Indonesia. Hal itu memberi saya perasaan akrab yang istimewa,” ujar Dwinita. Dia menuturkan bahwa menjelajahi berbagai kuliner lokal juga merupakan cara alami untuk menjalin pertemanan dan menemukan tempat-tempat yang masih asing baginya. Selain kuliner, sistem transportasi perkotaan yang berkembang dengan baik di Tiongkok juga membuatnya terkesan.

“Jaringan kereta cepat dan kereta ringan di Tiongkok sangat luas dan terjangkau,” kata Dwinita.

Pengalaman sehari-hari tersebut membuat Tiongkok terasa lebih nyata bagi Dwinita. Kesan yang dimilikinya tidak hanya terbatas pada pengetahuan baru yang diperoleh di kelas, tetapi juga mencakup hiruk-pikuk jalanan setempat, kemudahan transportasi, serta kehangatan orang-orang di sekitarnya.

“Setelah pulang ke tanah air, saya akan menceritakan pengalaman saya di sini kepada lebih banyak orang, agar mereka dapat mengenal Tiongkok yang sesungguhnya,” ujar Dwinita.

Baca Juga:  Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Bagi Brayen Difan Makatiwo, seorang alumnus asal Indonesia, berbagi pengalamannya selama berada di Tiongkok dengan pemuda Indonesia lain merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kedekatan yang telah dia bangun dengan negara tersebut. Setelah lulus dari Universitas Teknik Kejuruan Wuhu pada 2025, Brayen bergabung dengan Conch di Indonesia sebagai asisten untuk manajer umum. Kemampuannya berbahasa Mandarin memungkinkan dia berkomunikasi secara lebih efektif dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda, sementara pengetahuan manajemen yang diperolehnya selama masa studi juga terbukti bermanfaat dalam pekerjaannya.

“Banyak perusahaan Tiongkok yang beroperasi di Indonesia membutuhkan tenaga profesional lokal yang mampu berbahasa Mandarin. Penguasaan bahasa Mandarin membuat kami dapat membaca manual peralatan, berpartisipasi dalam rapat, serta mengoperasikan peralatan canggih buatan Tiongkok, sehingga membuka lebih banyak peluang karier,” tutur Brayen.

Setelah lulus, Brayen juga mengemban tugas sebagai penghubung alumni universitas tersebut di Indonesia, membagikan pengalamannya kepada para pemuda yang tertarik untuk melanjutkan studi di Tiongkok.

“Saya berharap dapat membawa pulang ke Indonesia pengetahuan profesional, pendekatan manajemen, dan pengalaman hidup yang saya peroleh di Tiongkok. Saya juga berharap dapat memanfaatkan kemampuan bahasa dan pemahaman lintas budaya yang saya miliki untuk membantu lebih banyak mahasiswa Indonesia menemukan pekerjaan yang sesuai bagi mereka,” kata Brayen. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina
RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok
DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen
Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS
Saham AS Jatuh, Pasar Minta AS-Iran Kembali Kemeja Perundingan
Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi
Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier
Lampung Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri 2027

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:48 WIB

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:12 WIB

RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:07 WIB

DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS

Berita Terbaru

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan seorang pemuda Indonesia sedang berlatih merakit panel kontrol listrik di ruang kelas pelatihan di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:18 WIB

Foto yang diabadikan pada 27 Oktober 2026 ini menunjukkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun (ketiga dari kiri) berfoto bersama para peserta lain dalam Konferensi Minyak Nabati Berkelanjutan (Sustainable Vegetable Oils Conference) keempat yang digelar di Kota Shanghai, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:12 WIB

Para perwakilan melakukan pemungutan suara terhadap sebuah draf resolusi dalam rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas besar PBB di New York City pada 30 Oktober 2026. (PBB/Xinhua)

Berita Utama

DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:07 WIB

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance berbicara kepada wartawan dalam sebuah taklimat pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 8 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS

Sabtu, 31 Okt 2026 - 09:50 WIB