Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 26 Oktober 2026 ini memperlihatkan rumah-rumah prefabrikasi di lokasi relokasi warga desa yang terdampak gempa di Maru, wilayah Baqen, Kota Nagqu, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 26 Oktober 2026 ini memperlihatkan rumah-rumah prefabrikasi di lokasi relokasi warga desa yang terdampak gempa di Maru, wilayah Baqen, Kota Nagqu, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

BAQEN-Tiga hari setelah gempa bermagnitudo 7,0 merusak rumahnya, Tsewang Khangshi sibuk memindahkan tempat tidur lipat dan selimut ke rumah sementara barunya. Pada Minggu (25/10), warga desa berusia 36 tahun dari wilayah Baqen itu pindah dari tenda ke rumah prefabrikasi, yang dibangun dengan cepat oleh tim penyelamat setelah gempa melanda pada 22 Oktober. Gempa tersebut menewaskan 16 orang dan melukai 76 lainnya.

Lebih dari 12.000 warga dievakuasi, sementara 339 rumah dan 20 kandang ternak rusak atau hancur, menurut otoritas setempat. Wilayah Baqen di Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya, yang menjadi pusat gempa, terletak pada ketinggian hampir 4.800 meter di atas permukaan laut. Menghadapi musim dingin menjadi perhatian utama bagi warga yang mengungsi akibat gempa, termasuk Tsewang Khangshi.

Pasokan bantuan bencana dalam jumlah besar telah tiba di wilayah terdampak bencana secara bertahap. Hingga pukul 11.00 waktu setempat pada 24 Oktober, sebanyak 52.450 barang atau paket bantuan bencana telah dikirim ke zona gempa, termasuk 4.651 tenda, 2.000 rumah prefabrikasi, 11.772 tempat tidur lipat, 5.715 selimut, dan kebutuhan lain untuk menghadapi cuaca dingin.

Baca Juga:  Pertemuan Menteri Keuangan APEC Resmi Dibuka di Hong Kong

Dalam waktu lima jam setelah gempa, tenda-tenda pertama telah didirikan. Hingga 23 Oktober, seluruh warga terdampak, termasuk keluarga Tsewang Khangshi, telah pindah ke tempat penampungan sementara yang berupa tenda. Keluarganya pindah ke sebuah rumah prefabrikasi pada 25 Oktober. “Kami sangat senang bisa pindah ke rumah prefabrikasi ini,” katanya, sambil memuat selimut, pakaian, dan tempat tidur lipat ke kendaraannya. Semua barang tersebut merupakan bantuan yang disalurkan segera setelah gempa terjadi.

Kondisi wilayah yang berada di dataran tinggi, bersuhu rendah, dan terpapar angin kencang menjadi tantangan bagi warga maupun petugas penyelamat. Embusan angin mencapai 13 meter per detik, sehingga sulit untuk menjaga tubuh tetap hangat, terutama pada malam hari. Untuk memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap cuaca ekstrem, tim konstruksi dan petugas kelistrikan telah bekerja tanpa henti untuk membangun rumah sementara yang lebih kokoh dan hangat.

Sebanyak 60 unit rumah prefabrikasi pertama di zona gempa selesai dibangun pada 25 Oktober pukul 02.10 waktu setempat, dan aliran listrik ke unit-unit tersebut telah terhubung pada pukul 20.00 hari itu juga.

Baca Juga:  Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

“Kami akan memastikan bahwa warga yang terdampak memiliki tempat tinggal yang aman, pakaian dan perlengkapan tidur yang hangat, makanan hangat, serta air minum bersih,” tutur Pan Zhiqing, sekretaris Partai di Biro Manajemen Kedaruratan Kota Nagqu. “Seiring dengan semakin banyaknya unit prefabrikasi yang selesai dibangun, kami akan secara bertahap memindahkan warga dari tenda ke rumah yang lebih hangat.”

Seiring tersedianya unit-unit rumah baru tersebut, para keluarga mulai pindah, membersihkan kamar mereka, dan menata perabotan. Pada sore hari yang cerah, suara warga yang membawa barang-barang dan berbincang terdengar di seluruh kawasan permukiman.

Di luar, para pekerja mendatangi rumah demi rumah, memeriksa instalasi kabel listrik serta memastikan jendela dan pintu dapat tertutup rapat sehingga tidak ada embusan angin yang masuk. “Semua rumah prefabrikasi dilengkapi dengan cerobong asap untuk tungku, dan kami harus memastikan para penghuni dapat tetap hangat sepanjang musim dingin,” tutur Zhang Xuhui, salah seorang kepala tim konstruksi di China Railway.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J.Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan
1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi
Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Jaga Harga Pangan
TNI Kerahkan Pesawat Udara Semai Lebih dari 10 Ton Bahan Untuk OMC Atasi Karhutla di Kalimantan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:15 WIB

488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:16 WIB

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Berita Terbaru

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 26 Oktober 2026 ini memperlihatkan rumah-rumah prefabrikasi di lokasi relokasi warga desa yang terdampak gempa di Maru, wilayah Baqen, Kota Nagqu, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Bencana

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:22 WIB

Sebuah kendaraan militer Israel berpatroli saat operasi militer di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 25 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:15 WIB


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:22 WIB

Pengunjuk rasa terlihat di Lille, Francis, pada 24 Oktober 2026. Sekitar 410.000 orang ikut serta dalam gelombang baru aksi unjuk rasa di seantero Prancis pada Sabtu (24/10), lapor saluran berita BFM TV, mengutip Kementerian Dalam Negeri Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Okt 2026 - 19:16 WIB