RAMALLAH-Sebanyak 488 keluarga Palestina terdampak operasi militer Israel yang sedang berlangsung di Kota Hebron, Tepi Barat, sejak operasi tersebut dimulai pada Jumat (23/10), demikian disampaikan sejumlah sumber resmi Palestina pada Senin (26/10).
Dalam sebuah pernyataan, otoritas Kota Hebron mengatakan pasukan Israel telah memaksa sekitar 3.171 orang meninggalkan rumah mereka, terutama di area Deir Baha dan Al-Jalda. Ratusan warga di lingkungan permukiman sekitar masih terjebak di dalam rumah mereka dan dilarang keluar, tambahnya.
Rafiq al-Jabari, wakil gubernur Hebron, mengatakan bahwa kota tersebut mengalami kondisi yang “sangat keras dan sulit” seiring berlanjutnya operasi militer Israel, yang disertai penggerebekan rumah, penangkapan, dan interogasi.
Al-Jabari mengatakan bahwa pasukan Israel telah memaksa warga meninggalkan rumah dan properti mereka serta menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luas dan sistematis. Dia memperingatkan bahwa situasi telah berkembang ke arah yang berbahaya.
Pasukan Israel melancarkan operasi militer di Hebron pada Jumat malam. Operasi tersebut diluncurkan menyusul sebuah insiden penembakan di dekat Hebron yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya. Pasukan Israel menembak mati kedua warga Palestina yang melakukan penembakan tersebut.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J.Afkar
Sumber Berita : Jakarta
















