488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah kendaraan militer Israel berpatroli saat operasi militer di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 25 Oktober 2026. (Xinhua)

Sebuah kendaraan militer Israel berpatroli saat operasi militer di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 25 Oktober 2026. (Xinhua)

RAMALLAH-Sebanyak 488 keluarga Palestina terdampak operasi militer Israel yang sedang berlangsung di Kota Hebron, Tepi Barat, sejak operasi tersebut dimulai pada Jumat (23/10), demikian disampaikan sejumlah sumber resmi Palestina pada Senin (26/10).

Dalam sebuah pernyataan, otoritas Kota Hebron mengatakan pasukan Israel telah memaksa sekitar 3.171 orang meninggalkan rumah mereka, terutama di area Deir Baha dan Al-Jalda. Ratusan warga di lingkungan permukiman sekitar masih terjebak di dalam rumah mereka dan dilarang keluar, tambahnya.

Baca Juga:  Kwarcab Way Kanan Gelar Apel Besar Hari Pramuka 2026

Rafiq al-Jabari, wakil gubernur Hebron, mengatakan bahwa kota tersebut mengalami kondisi yang “sangat keras dan sulit” seiring berlanjutnya operasi militer Israel, yang disertai penggerebekan rumah, penangkapan, dan interogasi.

Al-Jabari mengatakan bahwa pasukan Israel telah memaksa warga meninggalkan rumah dan properti mereka serta menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luas dan sistematis. Dia memperingatkan bahwa situasi telah berkembang ke arah yang berbahaya.

Baca Juga:  Meramal Peran AI Buat Masa Depan Seni Rupa Indonesia

Pasukan Israel melancarkan operasi militer di Hebron pada Jumat malam. Operasi tersebut diluncurkan menyusul sebuah insiden penembakan di dekat Hebron yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya. Pasukan Israel menembak mati kedua warga Palestina yang melakukan penembakan tersebut.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J.Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan
1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi
Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Jaga Harga Pangan
TNI Kerahkan Pesawat Udara Semai Lebih dari 10 Ton Bahan Untuk OMC Atasi Karhutla di Kalimantan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:15 WIB

488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:16 WIB

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Berita Terbaru

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 26 Oktober 2026 ini memperlihatkan rumah-rumah prefabrikasi di lokasi relokasi warga desa yang terdampak gempa di Maru, wilayah Baqen, Kota Nagqu, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Bencana

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:22 WIB

Sebuah kendaraan militer Israel berpatroli saat operasi militer di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 25 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:15 WIB


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:22 WIB

Pengunjuk rasa terlihat di Lille, Francis, pada 24 Oktober 2026. Sekitar 410.000 orang ikut serta dalam gelombang baru aksi unjuk rasa di seantero Prancis pada Sabtu (24/10), lapor saluran berita BFM TV, mengutip Kementerian Dalam Negeri Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Okt 2026 - 19:16 WIB