Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 | 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

JAKARTA-Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat fasilitasi ekspor buah tropis Indonesia ke Tiongkok, seiring besarnya peluang pasar di negara tersebut.Data sertifikasi Barantin periode 2025 hingga 2026 yang masih berjalan mencatat, nilai ekspor durian, manggis, salak, nanas, dan pisang ke Tiongkok diperkirakan mencapai Rp5,94 triliun. Durian menjadi penyumbang terbesar dengan nilai ekspor mencapai Rp3,16 triliun, disusul manggis Rp2,63 triliun, salak Rp77,22 miliar, nanas Rp32,77 miliar, dan pisang Rp32,59 miliar.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Barantin Dian Seri Rezeki Kusumastuti menyampaikan bahwa besarnya produksi buah tropis Indonesia belum cukup untuk menjamin keberhasilan ekspor. Karena itu, pembukaan akses pasar perlu diikuti kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi berbagai persyaratan negara tujuan.

“Keberhasilan membuka pasar harus diikuti dengan kesiapan pelaku usaha, kemampuan melacak asal-usul produk atau ketertelusuran, serta konsistensi menjaga kualitas dan kesehatan produk,” kata Dian dalam keterangannya, dikutip pada Senin (26/10).Dian menjelaskan, pemenuhan persyaratan fitosanitari menjadi bagian penting dalam perdagangan buah. Pasalnya, negara tujuan dapat menetapkan ketentuan terkait organisme pengganggu tumbuhan, perlakuan karantina, pengemasan, ketertelusuran, hingga sertifikasi.

Baca Juga:  Trump Nyakin Perundingan AS-Iran Banyak Digelar Pekan Ini

Karena itu, dia mendorong pelaku usaha berkonsultasi sejak awal sebelum melakukan ekspor agar persyaratan negara tujuan dapat dipersiapkan sejak dari kebun hingga proses pengiriman.

Sebagai otoritas perlindungan tumbuhan nasional, Barantin melakukan komunikasi dan diplomasi teknis dengan otoritas karantina negara mitra.Barantin menyebut, proses tersebut diperlukan guna menyepakati persyaratan teknis, membuka akses pasar baru, sekaligus menjaga kelancaran ekspor komoditas pertanian Indonesia.

Di tingkat pelaku usaha, Barantin memberikan layanan pemeriksaan, sertifikasi, serta pendampingan agar komoditas yang akan dikirim memenuhi persyaratan negara tujuan. Lembaga tersebut juga memberikan pendampingan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Baca Juga:  Hadeh, Karhutla Belum Selesai, BNPB di OTT KPK

Tidak hanya itu, Barantin mengikuti pameran perdagangan internasional dan menggelar forum bisnis yang mempertemukan pengekspor, otoritas karantina, serta calon pembeli dari luar negeri.Menurut Dian, penguatan ekspor buah tropis membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, asosiasi, dan pengekspor.

“Dengan produk yang berkualitas, sistem karantina yang kredibel, serta diplomasi yang kuat dengan negara mitra, kami sangat optimistis buah tropis segar Indonesia akan menjangkau pasar dunia yang lebih luas,” pungkasnya. []


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan
1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis
Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi
Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Jaga Harga Pangan
TNI Kerahkan Pesawat Udara Semai Lebih dari 10 Ton Bahan Untuk OMC Atasi Karhutla di Kalimantan
TKA SMA Dimulai, Mendikdasmen Ingatkan 3M Agar Siswa Siap
Wagub Lampung Minta Bendahara Koperasi Merah Putih Kelola Keuangan Secara Transparan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:16 WIB

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi

Berita Terbaru


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:22 WIB

Pengunjuk rasa terlihat di Lille, Francis, pada 24 Oktober 2026. Sekitar 410.000 orang ikut serta dalam gelombang baru aksi unjuk rasa di seantero Prancis pada Sabtu (24/10), lapor saluran berita BFM TV, mengutip Kementerian Dalam Negeri Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Okt 2026 - 19:16 WIB


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:05 WIB


Orang-orang mencari korban yang selamat di antara puing-puing rumah yang terkena serangan udara Arab Saudi di Provinsi Saada, Yaman, pada 18 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi

Senin, 26 Okt 2026 - 18:59 WIB