WASHINGTON-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (27/9) sangat percaya diri Iran akan kembali ke meja perudingan. Sementara AS sudah sangat jelas menolak syarat perundingan. Iran pun tegas mengatakan, jika usulan syarat di tolak, gak ada perundingan dengan AS.
“Saya memperkirakan ada lebih banyak perundingan dengan Iran [pekan ini],” kata Trump dalam sebuah wawancara melalui telepon dengan media berita daring AS, Axios.
Mengutip dua sumber regional, Axios melaporkan bahwa putaran dialog tidak langsung lainnya antara AS dan Iran dapat berlangsung paling cepat pada Senin (28/9), meskipun masih belum jelas apakah kedua pihak dapat menjembatani perbedaan mereka.
Ketika ditanya apakah dia mempertimbangkan untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran, Trump berkata, “Saya selalu memikirkannya.”
Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner telah mengadakan putaran baru negosiasi tidak langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi di sela-sela sesi Majelis Umum PBB di New York pada Selasa (22/9) pekan lalu.
Menurut Axios, Iran mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan melanjutkan perundingan nuklir dalam waktu satu pekan, dengan syarat; AS mencabut blokade angkatan lautnya, menghapus sanksi atas penjualan minyak Iran, serta memulihkan gencatan senjata regional.
Trump menolak Usulan Iran
Araghchi mengatakan kepada NBC pada Minggu bahwa Iran masih menginginkan solusi diplomatik meskipun Trump menolak usulan tersebut.
“Meskipun kami mendengar dari Presiden Trump bahwa dia menolak kesepakatan ini. Kami masih menunggu tanggapan resmi melalui para mediator,” ujar Araghchi.
Seperti diketahui, Trump dan Iran sama-sama keras dalam sikap. Iran pun tegas menyatakan, jika usulan syarat perundingan di tolak AS, bakal tak ada perundingan lanjutan dengan AS.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta
















