Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Agustus 2026 ini memperlihatkan permukiman Ganim di Tepi Barat. (Xinhua)

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Agustus 2026 ini memperlihatkan permukiman Ganim di Tepi Barat. (Xinhua)

PBB- Operasi militer Israel yang dilancarkan di Tepi Barat bagian selatan pada Rabu (19/8) memberlakukan jam malam terhadap sekitar 40.000 warga Palestina, sehingga membatasi akses mereka terhadap kebutuhan sehari-hari, kata badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Operasi ini menimbulkan dampak kemanusiaan langsung karena masyarakat tidak dapat mengisi kembali pasokan mereka, mengakses layanan esensial, atau sekadar pergi ke tempat kerja mereka,” ungkap Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

OCHA mengatakan operasi yang dilancarkan di Adh Dhahiriya, Kegubernuran Hebron, sekitar 30 km di selatan Yerusalem, tersebut melibatkan sejumlah penembak jitu yang ditempatkan di atap-atap bangunan dan memblokade jalan dengan gundukan tanah. Para mitra memperkirakan sekitar 40.000 orang, termasuk anak-anak, tidak diizinkan meninggalkan rumah mereka.

Baca Juga:  Houthi Sebut Arab Saudi Lancarkan 129 Serangan dalam 48 Jam di Yaman

Dalam pembaruan berita hariannya, OCHA menyebutkan bahwa mitra-mitranya melaporkan sekitar tujuh rumah warga Palestina juga digunakan sebagai pusat interogasi, setelah pasukan Israel mengurung sejumlah keluarga di dalam satu ruangan. Selain itu, beberapa penangkapan juga dilaporkan terjadi.

“Rumah-rumah dan keluarga-keluarga harus dilindungi, dan setiap operasi keamanan harus dilakukan dengan cara yang menghormati hukum internasional, termasuk perlindungan dan martabat warga sipil,” ujar kantor PBB tersebut. “Kami dan para mitra kami terus memberikan dukungan vital bagi masyarakat di Tepi Barat.”

Stephane Dujarric, juru bicara utama Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, dalam sebuah taklimat pers rutin pada Rabu menyampaikan bahwa Guterres sangat prihatin atas laporan mengenai pos-pos permukiman ilegal baru Israel di Tepi Barat yang diduduki, serta mendesak Israel agar menahan diri untuk tidak mengambil langkah-langkah lebih lanjut terkait hal itu dan bertindak sesuai resolusi PBB yang relevan.

Baca Juga:  Kinerja Mirza dan Jihan Berdasarkan Ormas Keagamaan

Di Gaza, OCHA mengatakan para mitranya melaporkan aktivitas militer Israel di area-area yang terletak di sebelah barat dari apa yang disebut sebagai Garis Kuning. Menurut laporan awal setempat, serangan udara Israel pada Selasa (18/8) menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai beberapa lainnya di pelabuhan laut Gaza City.

“Insiden semacam itu jelas membahayakan warga sipil dan akan membatasi kemampuan mereka untuk mencari keselamatan, perawatan medis dan bantuan kemanusiaan,” tutur OCHA. []


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB