Israel Tolak Masuknya Pasukan Stabilisasi di Gaza

Selasa, 4 Agustus 2026 | 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


WARGA Palestina memeriksa puing-puing kehancuran usai serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Gaza City, pada 30 Juli 2026. (Xin)

WARGA Palestina memeriksa puing-puing kehancuran usai serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Gaza City, pada 30 Juli 2026. (Xin)

YERUSALEM-Seorang pejabat senior pemerintah Israel pada Senin (3/8) mengatakan bahwa Israel akan mempertahankan posisi-posisi militernya di Gaza, setelah negara itu didesak untuk menghentikan serangan mematikan terhadap wilayah kantong Palestina tersebut.

“Israel tidak akan mundur dari posisi saat ini di Jalur Gaza dan akan terus menggagalkan ancaman apa pun terhadap warga sipil dan tentara kami,” kata pejabat tersebut, yang enggan disebutkan namanya.

Pernyataan itu muncul usai pertemuan pada Senin antara Nickolay Mladenov, selaku “perwakilan tinggi untuk Gaza” dari “Dewan Perdamaian” pimpinan Amerika Serikat (AS), dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menurut laporan saluran berita milik Israel Channel 12, Mladenov mengatakan kepada Netanyahu bahwa Israel harus menghentikan serangannya terhadap Gaza, sesuai dengan komitmen yang telah dibuat dalam rencana gencatan senjata Gaza.

Baca Juga:  Halte Bundaran HI Jadi Lokasi Nobar Dracin "Overdo"

Pada Senin yang sama, dua menteri sayap kanan ekstrem dalam kabinet Israel mendesak Netanyahu untuk memblokir penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza.

Dalam surat yang ditujukan kepada Netanyahu, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich dan Menteri Permukiman dan Misi Nasional Israel Orit Strock, keduanya merupakan anggota Partai Zionisme Religius, mengatakan bahwa keputusan awal, yang menyetujui masuknya ISF ke Gaza, didasarkan pada “informasi yang menyesatkan.”

Mereka mengatakan Washington telah berjanji kepada Israel bahwa ISF akan ditugaskan untuk mengumpulkan senjata Hamas dan melaksanakan demiliterisasi Gaza, tetapi perkembangan terkini menimbulkan kekhawatiran bahwa ISF juga dapat membatasi aktivitas militer Israel di wilayah kantong tersebut.

Baca Juga:  Wulan Sari: Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga

Perkembangan ini terjadi menyusul upaya diplomatik baru terkait masa depan gencatan senjata di Gaza. Pada Kamis (30/7) pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa badan yang disebut “Dewan Perdamaian” telah mencapai kesepakatan mengenai “pelucutan senjata total” terhadap Hamas dan semua kelompok bersenjata lainnya di Gaza.

Pada Jumat (31/7), Hamas mengatakan telah menyetujui “versi terbaru dari peta jalan” untuk perjanjian gencatan senjata fase kedua di Gaza setelah melalui perundingan “sengit.” Namun demikian, Hamas mensyaratkan bahwa pengaturan terkait persenjataan hanya dapat dilakukan jika “agresi” dihentikan sepenuhnya, pasukan Israel ditarik dari Gaza, dan proses rekonstruksi menunjukkan kemajuan.


Penulis : Heri S


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pererat Silaturahmi, Mahasiswa KKN UIN RIL Bersama Perangkat Kelurahan Kangkung Gelar Kerja Bakti Bersama
Laka Kapal Terus Berulang, Waka Komisi V DPR: Indikator Rapuhnya Keselamatan Pelayaran Nasional
25 Negara Bagian di AS Gugat Trump
Meningkat Wisatawan Tiongkok ke Indonesia
Menanti 17 Ruas Jalan Perbaikan Lampung Utara
Indonesia Raih 9 Emas
Tim Abdimas Perkuat KKN UIN di Lapangan
Disbunnak Lampura Edukasi Kelompok Tani Lewat Sekolah Lapang

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Pererat Silaturahmi, Mahasiswa KKN UIN RIL Bersama Perangkat Kelurahan Kangkung Gelar Kerja Bakti Bersama

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Laka Kapal Terus Berulang, Waka Komisi V DPR: Indikator Rapuhnya Keselamatan Pelayaran Nasional

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Israel Tolak Masuknya Pasukan Stabilisasi di Gaza

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

25 Negara Bagian di AS Gugat Trump

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Meningkat Wisatawan Tiongkok ke Indonesia

Berita Terbaru


WARGA Palestina memeriksa puing-puing kehancuran usai serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Gaza City, pada 30 Juli 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

Israel Tolak Masuknya Pasukan Stabilisasi di Gaza

Selasa, 4 Agu 2026 - 12:15 WIB

#indonesiaswasembada

25 Negara Bagian di AS Gugat Trump

Selasa, 4 Agu 2026 - 12:01 WIB

Wisatawan China saat Bekunjung di Bali [Xin]

#indonesiaswasembada

Meningkat Wisatawan Tiongkok ke Indonesia

Selasa, 4 Agu 2026 - 11:54 WIB