SANAA-Pemimpin Houthi Yaman Abdul-Malik al-Houthi pada Kamis (17/9) membantah tuduhan bahwa kelompoknya berupaya menyerang kota suci umat Islam, Makkah, dan menyebut tuduhan tersebut sebagai “fabrikasi dan misinformasi” di tengah meningkatnya permusuhan dengan Arab Saudi.
Dalam pidato yang disiarkan oleh Al-Masirah TV yang dikelola Houthi, al-Houthi mengatakan klaim bahwa pasukan Houthi menargetkan Makkah merupakan “kebohongan,” seraya menyebut tuduhan tersebut digunakan untuk menggalang dukungan yang lebih luas terhadap apa yang disebutnya sebagai “langkah-langkah militer yang diberlakukan terhadap Yaman.”
Al-Houthi juga menuduh Arab Saudi gagal mendorong penyelesaian politik selama periode relatif tenang sebelum eskalasi terbaru.Sebaliknya, dia mengatakan pembatasan terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman telah diperketat, dengan pembatasan operasional bandara dan impor tetap menjadi sejumlah persoalan utama yang belum terselesaikan.
Al-Houthi menyerukan kepada para pendukungnya di seluruh Yaman untuk menggelar demonstrasi massal pada Jumat (18/9) guna menolak apa yang disebutnya sebagai “fabrikasi dan fitnah” Arab Saudi.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Arab Saudi secara terbuka menuduh Houthi meluncurkan sebuah drone ke arah Makkah. Koalisi pimpinan Arab Saudi pada Rabu (16/9) mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan drone tersebut di sebelah selatan Makkah pada Selasa (15/9) malam, sebelum drone itu memasuki wilayah udara terbatas di kota suci tersebut.
Juru bicara koalisi, Turki al-Malki, menyebut keamanan dua tempat paling suci dalam Islam serta para jemaah sebagai “garis merah” dan mengatakan langkah-langkah yang diperlukan akan diambil sebagai tanggapan. Dia mengatakan insiden ini merupakan upaya kedua yang diduga dilakukan Houthi untuk menargetkan Makkah, menyusul apa yang disebut koalisi tersebut sebagai serangan rudal balistik pada 27 Juli 2017.
Saling tuding tersebut terjadi di tengah meluasnya konfrontasi, dengan Houthi meraih kemajuan besar di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman dan di sekitar Selat Bab al-Mandab yang strategis sejak 3 September, seraya meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap fasilitas militer dan minyak Arab Saudi. Sementara itu, Houthi mengatakan pesawat tempur Arab Saudi telah meningkatkan serangan udara di berbagai wilayah Yaman.
Konflik di Yaman pecah pada akhir 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara, sehingga mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. []
Penulis : Romy Agus
Editor : Desty
Sumber Berita : Jakarta
















