Waketum Golkar Minta Publik Melihat Secara Proposional dan Faktual Polemik Misbakhun 

Minggu, 20 September 2026 | 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham meminta publik melihat secara proporsional polemik yang mengaitkan Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dengan persoalan pemesanan pita cukai rokok.

Idrus menilai setiap informasi maupun kritik yang disampaikan kepada publik perlu didasarkan pada fakta, rasionalitas, dan objektivitas. Dia juga mengingatkan agar polemik tidak berkembang menjadi kesimpulan sebelum adanya penjelasan dari pihak-pihak terkait.

“Harus faktual, harus rasional, harus objektif. Jangan sampai hal-hal seperti ini kemudian membuat masyarakat menjadi kacau,” kata Idrus dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026),

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Misbakhun memberikan klarifikasi terkait tudingan yang mengaitkan dirinya dengan persoalan pemesanan pita cukai rokok yang disebut muncul dalam podcast Bocor Alus dan pemberitaan Majalah Tempo.

Baca Juga:  Komisi IV DPR Minta Pemerintah Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Idrus mengatakan dirinya memahami dan menghargai informasi yang disampaikan melalui pemberitaan maupun podcast tersebut. Namun, dia menyebut informasi yang berkembang tetap perlu dilihat berdasarkan fakta yang ada.

Sementara itu, Misbakhun membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan persoalan tersebut. “Saya tidak melakukan apa yang disampaikan dalam siaran atau berita tersebut,” ujar Misbakhun.

Misbakhun juga menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan dalam proses pemesanan pita cukai rokok. Menurut dia, kewenangan tersebut berada pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Idrus menilai klarifikasi yang telah disampaikan Misbakhun menjadi bagian penting dalam melihat persoalan tersebut secara lebih proporsional. Dia menegaskan kritik tetap menjadi bagian dari kehidupan demokrasi, namun perlu disampaikan dengan dasar yang jelas.

Baca Juga:  Hilangnya 5 Jurnalis, Komunitas Pers Senayan Optimis Selamat

“Kritik dalam dunia demokrasi itu suatu keharusan, tetapi kritik itu juga harus faktual, harus rasional, harus objektif,” kata Idrus.

Idrus juga mendorong agar masyarakat mengedepankan cara pandang positif dalam menyikapi informasi yang berkembang.

“Kita mesti mengembangkan positive thinking, bukan negative thinking, mengembangkan husnuzan, bukan suuzan,” ujar dia.

Idrus meminta polemik tersebut tidak berkembang menjadi penghakiman sebelum seluruh fakta dan penjelasan dari pihak-pihak terkait diketahui.

“Sudah memberikan klarifikasi, maka tidak ada. Kita harus saling memahami, saling menjaga sesama anak bangsa,” kata Idrus. (*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia
Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika
Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini
Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih
Bangga! Pocil Polres Mesuji Raih Juara Umum II di Ajang Polisi Cilik Tingkat Polda Lampung  
Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 71, Ditlantas Polda Lampung Gelar Lomba Pocil 
Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi, Lampung Kelak jadi Pangkalan Kapal Induk Ini
Puspom TNI Perkuat Pengamanan Wallakir

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 10:21 WIB

Waketum Golkar Minta Publik Melihat Secara Proposional dan Faktual Polemik Misbakhun 

Sabtu, 19 September 2026 - 23:14 WIB

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:25 WIB

Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika

Sabtu, 19 September 2026 - 22:23 WIB

Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini

Sabtu, 19 September 2026 - 14:41 WIB

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Berita Terbaru


Foto yang diabadikan pada 7 Agustus 2026 ini menunjukkan seorang dosen kejuruan asal Indonesia berjabat tangan dengan sebuah robot humanoid saat berkunjung ke sebuah perusahaan AI berwujud yang terletak di Kota Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Sabtu, 19 Sep 2026 - 23:14 WIB

Ken Stiawan Sutradara FIlm Ageman

#indonesiaswasembada

Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:25 WIB

Peperangan di Yaman dan Houthi Yaman

#indonesiaswasembada

Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:23 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

#indonesiaswasembada

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:41 WIB