186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 | 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Foto yang diabadikan pada 7 Agustus 2026 ini menunjukkan seorang dosen kejuruan asal Indonesia berjabat tangan dengan sebuah robot humanoid saat berkunjung ke sebuah perusahaan AI berwujud yang terletak di Kota Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 7 Agustus 2026 ini menunjukkan seorang dosen kejuruan asal Indonesia berjabat tangan dengan sebuah robot humanoid saat berkunjung ke sebuah perusahaan AI berwujud yang terletak di Kota Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan. (Xinhua)

NANNING-Sebuah inisiatif kerja sama Tiongkok-Indonesia telah meluncurkan standar kurikulum kecerdasan buatan (AI) di 186 perguruan tinggi [PT] vokasi di Indonesia, menandai upaya untuk memperdalam kerja sama teknologi regional melalui pelatihan di ruang kelas.

Kerangka kerja tersebut diperkenalkan pada Kamis (17/9) dalam pertemuan Meja Bundar Tingkat Menteri Tiongkok-ASEAN tentang Kecerdasan Buatan (China-ASEAN Ministerial Roundtable on Artificial Intelligence) di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan, yang digelar bersamaan dengan Pameran Tiongkok-ASEAN (China-ASEAN Expo/CAEXPO) tahunan. Pihak penyelenggara mengatakan bahwa kurikulum tersebut akan diintegrasikan ke dalam program pendidikan bergelar di seluruh PT yang berpartisipasi.

Universitas Politeknik Liuzhou memimpin upaya tersebut bersama empat sekolah vokasi lainnya di Guangxi, Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia, dan Forum PT Vokasi Indonesia.

Peluncuran standar tersebut dilakukan di tengah upaya Tiongkok dan negara-negara ASEAN memperluas perdagangan digital, setelah nilai perdagangan bilateral melampaui 1 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp17.753) pada 2025. Berlangsung selama lima hari, CAEXPO tahun ini juga menghadirkan area khusus AI yang menampilkan sekitar 500 produk dari 70 lebih perusahaan.

Indonesia memandang penerapan AI sebagai bagian penting dari strategi pembangunan “Indonesia Emas 2045”. Pada Maret, tujuh menteri Indonesia menandatangani keputusan bersama untuk mempercepat pendidikan digital dan AI di seluruh negeri.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Indonesia menghadapi kekurangan hampir 3 juta tenaga kerja di bidang teknologi, sementara kebutuhan tenaga profesional digital diperkirakan mencapai 12 juta orang pada 2030. Sekolah vokasi di Indonesia juga menghadapi keterbatasan dalam menyediakan materi pembelajaran yang sesuai, tenaga pengajar yang berkualifikasi, serta bahan ajar dalam bahasa Indonesia.

Baca Juga:  Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Peluncuran standar kurikulum baru tersebut dilakukan menyusul program pelatihan musim panas di Liuzhou pada Agustus lalu, yang diikuti oleh 24 tenaga pendidik Indonesia dari 15 institusi. Saat melakukan kunjungan lapangan ke pabrik kendaraan SAIC-GM-Wuling, Andri Kurniawan, dosen Politeknik Negeri Samarinda, memuji tingkat otomatisasi yang tinggi di lini perakitan.

“Hampir seluruh proses produksi ditangani oleh robot dan komputer. Para mahasiswa kami harus siap menghadapi tempat kerja seperti ini,” kata Kurniawan.

Lokakarya tersebut juga membahas risiko etika dan operasional penggunaan AI di ruang kelas. Dalam salah satu sesi bermain peran mengenai bias algoritma, Alfiyah Qothrunnada Zulfa, dosen di Universitas Negeri Yogyakarta, berperan sebagai orang tua yang bertanya; “Jika AI salah menilai anak saya, siapa yang akan bertanggung jawab?”

“Ruangan itu seketika hening,” kenang Wei Linhua, direktur kerja sama internasional di Universitas Politeknik Liuzhou.

Dalam modul lainnya, dosen Politeknik Negeri Batam, Sugeng Riadi, menggunakan perangkat tanpa kode untuk membuat laporan diagnostik pembelajaran dari data simulasi mahasiswa hanya dalam hitungan menit.

“Prosesnya lebih cepat daripada dua pekan yang biasanya saya habiskan untuk menyusunnya secara manual,” ujar Riadi, seraya menambahkan bahwa latihan tersebut membantu mengubah pembelajaran mesin dari sesuatu yang terasa rumit menjadi alat praktis yang dapat dia gunakan setelah kembali ke Indonesia.

Baca Juga:  Bimo E: Lampung Begawi 2026 Lebih Komprehensif

Menurut keterangan resmi, standar kurikulum tersebut disusun dalam tiga tahap, yakni literasi AI dasar, keterampilan teknis inti, dan penerapan di industri. Kurikulum tersebut mencakup aspek mekanisme operasional, etika, dan inovasi.

Para peserta pelatihan mempelajari penggunaan model AI Tiongkok, termasuk Kimi dan DeepSeek, untuk menyusun rencana pembelajaran, mengelola basis data materi pelajaran, dan menerapkan asisten pengajar berbasis AI. Pelatihan juga menitikberatkan pada pengauditan output model terhadap “halusinasi”, yaitu ketika perangkat AI menghasilkan jawaban yang keliru atau informasi yang salah.

Penelitian proyek menunjukkan bahwa materi pembelajaran memerlukan contoh-contoh yang disesuaikan dengan sektor pertanian, manufaktur, dan jasa di Indonesia, alih-alih sekadar menerjemahkan materi dari Tiongkok.

“Setiap negara memiliki sistem pendidikan, struktur industri, dan kebutuhan pelatihan yang berbeda,” tutur Wei. “Materinya harus dikembangkan bersama-sama.”

Inisiatif tersebut telah membentuk sistem sertifikasi dua tingkat bagi pengajar dan “pelatih benih” yang bertugas melatih rekan-rekan mereka. Tahap selanjutnya akan berfokus pada penyusunan buku teks berbahasa Indonesia dan penyempurnaan materi pembelajaran berdasarkan data dari ruang kelas.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika
Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini
Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih
Bangga! Pocil Polres Mesuji Raih Juara Umum II di Ajang Polisi Cilik Tingkat Polda Lampung  
Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 71, Ditlantas Polda Lampung Gelar Lomba Pocil 
Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi, Lampung Kelak jadi Pangkalan Kapal Induk Ini
Puspom TNI Perkuat Pengamanan Wallakir
Ketegangan dengan Arab, Houthi Bantah Targetkan Makkah

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 23:14 WIB

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:25 WIB

Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika

Sabtu, 19 September 2026 - 22:23 WIB

Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini

Sabtu, 19 September 2026 - 14:41 WIB

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Sabtu, 19 September 2026 - 13:32 WIB

Bangga! Pocil Polres Mesuji Raih Juara Umum II di Ajang Polisi Cilik Tingkat Polda Lampung  

Berita Terbaru


Foto yang diabadikan pada 7 Agustus 2026 ini menunjukkan seorang dosen kejuruan asal Indonesia berjabat tangan dengan sebuah robot humanoid saat berkunjung ke sebuah perusahaan AI berwujud yang terletak di Kota Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Sabtu, 19 Sep 2026 - 23:14 WIB

Ken Stiawan Sutradara FIlm Ageman

#indonesiaswasembada

Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:25 WIB

Peperangan di Yaman dan Houthi Yaman

#indonesiaswasembada

Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:23 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

#indonesiaswasembada

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:41 WIB