Iran akan lebih ‘Menghancurkan’ AS jika Perang Meledak Lagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

TEHERAN-Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan negara tersebut akan menggunakan senjata yang lebih “menghancurkan” jika perang baru terhadap Iran meletus.

Menyusul perang 12 hari dan 40 hari yang dipaksakan terhadap negara tersebut pada Juni tahun lalu dan akhir Februari oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel, Iran telah meningkatkan kemampuan militernya, demikian disampaikan Hossein Mohebbi, juru bicara IRGC, dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Iran Defa Press yang diterbitkan pada Kamis (20/8).

“Jika perang kembali pecah, senjata kami pasti akan berbeda … dari segi generasi hulu ledak rudal, serta tingkat presisi dan jangkauannya,” kata Mohebbi.

Baca Juga:  Pemuda Indonesia Rasakan Pesona Budaya Tiongkok di Ningxia

Juru bicara tersebut menegaskan bahwa Iran tidak pernah menghentikan produksi persenjataannya. “Daya hancur hulu ledak yang digunakan pada rudal (baru) IRGC jauh lebih besar dibandingkan dengan model yang digunakan dalam perang-perang sebelumnya,” tambahnya.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer dan warga sipil. Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah.
Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai tercapai pada 8 April. Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian perang di seluruh front di kawasan tersebut. Namun, konflik antara kedua negara berulang kali pecah sejak saat itu.[]


Penulis : Nara J Afkar

Baca Juga:  Tekan AS, Iran Umumkan "Zona Terlarang" di Hormuz

Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Forum Bisnis BRICS 2026 Digelar di New Delhi
Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS
35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina
Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata
Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris
PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik
Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:23 WIB

Forum Bisnis BRICS 2026 Digelar di New Delhi

Sabtu, 12 September 2026 - 21:03 WIB

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 September 2026 - 20:53 WIB

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 September 2026 - 11:17 WIB

Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata

Sabtu, 12 September 2026 - 04:19 WIB

Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

Berita Terbaru

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar

#indonesiaswasembada

Forum Bisnis BRICS 2026 Digelar di New Delhi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:23 WIB

Prabowo-Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:03 WIB

Kapal Filipinan yang terbakar [NHK]

#indonesiaswasembada

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:53 WIB