Guangdong Investasi di Indonesia, Dorong Industri Lokal

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan pada 19 April 2026 ini menunjukkan suasana Canton Fair ke-139 yang berlangsung di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 19 April 2026 ini menunjukkan suasana Canton Fair ke-139 yang berlangsung di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua)

GUANGZHOU-Sebuah forum yang diselenggarakan bersama oleh Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Guangdong dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou digelar di Guangzhou, China selatan, pada Selasa (18/8). Kegiatan tersebut berfokus pada pengolahan mendalam sektor hilir produk energi baru dan manufaktur industri ringan untuk kebutuhan konsumen, serta bertujuan mendorong investasi perusahaan asal Guangdong di Indonesia.

Lebih dari 100 perwakilan pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dari China dan Indonesia menghadiri kegiatan tersebut. Ma Wenfeng, direktur jenderal Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Guangdong, mengatakan Guangdong dan Indonesia memiliki hubungan ekonomi dan perdagangan yang kuat. Nilai perdagangan antara Guangdong dan Indonesia mencapai sekitar seperenam dari total perdagangan China-Indonesia. Sejumlah perusahaan terkemuka asal Guangdong, termasuk BYD, Midea, dan OPPO, telah membangun dan mengembangkan bisnis mereka di Indonesia.

Ma mengatakan Guangdong merupakan salah satu basis manufaktur utama China. Provinsi tersebut memiliki seluruh 31 kategori industri manufaktur resmi dan 10 klaster industri yang masing-masing menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 1 triliun yuan (1 yuan = Rp2.648) atau sekitar 148,8 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.844).

Indonesia, negara dengan populasi terbesar keempat di dunia yang berpenduduk lebih dari 280 juta jiwa, memiliki pasar konsumen yang besar dan terus berkembang. Secara strategis, Indonesia terletak di jantung ASEAN dan menjadi pintu gerbang menuju pasar regional yang berpenduduk lebih dari 700 juta jiwa, kata Pelaksana Tugas (Plt.) Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou Andalusia Tribuana Tungga Dewi.

Dia menambahkan bahwa basis manufaktur maju dan keahlian teknologi Guangdong sangat selaras dengan ambisi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas industri, mempercepat transisi energi, serta memperkuat sektor industri hilir.

Baca Juga:  Universal Studios Beijing akan Jadi Tuan Rumah Obstacle World Championships UIPM 2026

Wu Lei, wakil manajer umum PT Indonesia BTR New Energy Material, telah bekerja di Indonesia selama hampir tiga dekade. Pada 2023, BTR yang berbasis di Guangdong berekspansi ke Indonesia dan mulai membangun dua pabrik di dua kawasan industri di Indonesia. Tahap pertama proyek tersebut senilai 478 juta dolar AS dengan kapasitas produksi 80.000 ton bahan anoda per tahun diselesaikan hanya dalam waktu 10 bulan. Setelah tahap kedua selesai, total investasinya akan mencapai 777 juta dolar AS dengan kapasitas produksi 160.000 ton per tahun.

Perusahaan peralatan rumah tangga terkemuka asal Guangdong, TCL, memulai bisnisnya di Indonesia pada 2004. Asisten Presiden TCL Technology Group Deng Yinghao menceritakan bagaimana sebuah tim kecil membawa sejumlah prototipe produk ke Indonesia lebih dari 20 tahun lalu. Saat ini, TCL telah membangun jaringan lokal yang luas, yang mencakup tiga pabrik mitra, sembilan pusat pergudangan, menjangkau 17 kota, serta lebih dari 1.250 gerai mitra ritel.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari lokalisasi yang menyeluruh, baik dalam pengembangan produk maupun organisasi dan sumber daya manusia. TCL mengembangkan produk televisi dan pendingin udara yang dirancang khusus untuk menyesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia. Selain itu, hanya 13 orang dari staf TCL yang merupakan tenaga asal China, sementara lebih dari 1.000 lainnya merupakan karyawan lokal, termasuk seorang chief executive officer (CEO) asal Indonesia. “Kami benar-benar telah berakar dan menyatu dengan Indonesia,” kata Deng.

Pan Yue, wakil direktur pusat studi Indonesia di Universitas Jinan di Provinsi Guangdong, mengidentifikasi dua sektor yang menjanjikan untuk investasi di masa depan. Pertama adalah pengolahan mendalam sektor hilir energi baru, yang mencakup bahan baterai kendaraan listrik, peralatan penyimpanan energi, dan kendaraan energi baru. Kedua adalah manufaktur ringan yang berorientasi pada konsumen, termasuk peralatan rumah tangga pintar, keramik bangunan, dan elektronik konsumen.

Baca Juga:  Perdana Dimulai di Metro, Ombudsman Lampung “Uji” Pelayanan Publik 2026

“Urbanisasi yang terus berlangsung dan meningkatnya daya beli kelas menengah di Indonesia menciptakan permintaan pasar yang stabil terhadap produk-produk tersebut. Kedua sektor ini sangat sesuai dengan keunggulan industri Guangdong,” tambah Pan.

Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 140 juta unit sepeda motor yang menjadi moda transportasi utama untuk mobilitas jarak dekat, sehingga membuka potensi besar untuk elektrifikasi dan peluang besar bagi industri energi baru Guangdong, kata Xiong Xindong, brand strategy officer Guangdong Lidun New Energy Technology.

Perusahaan tersebut mengkhususkan diri dalam menyediakan solusi pengisian daya untuk mobil listrik dan kendaraan roda dua. Perusahaan itu telah memasang stasiun terintegrasi tenaga surya, penyimpanan energi, dan pengisian daya di Jakarta Barat, serta menjalin kerja sama dengan sejumlah produsen kendaraan roda dua lokal Indonesia.

Perusahaan tersebut berencana membangun sekitar 500 stasiun pengisian daya terintegrasi serupa di Indonesia mulai Oktober tahun ini untuk melayani puluhan ribu sepeda motor listrik. Teknologi pengisian daya cepat yang dimilikinya menjawab salah satu kendala utama konsumen. Sementara sepeda motor listrik konvensional membutuhkan waktu lima hingga enam jam untuk mengisi daya hingga penuh, solusi perusahaan tersebut dapat mengisi daya hingga penuh dalam waktu setengah jam dengan jarak tempuh mencapai 150 kilometer. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

BRIN-CASS Bahas Kerjasama Indonesia-China
Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye
Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah
Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya
Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina
Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta
Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana
HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Guangdong Investasi di Indonesia, Dorong Industri Lokal

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:33 WIB

BRIN-CASS Bahas Kerjasama Indonesia-China

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 19 April 2026 ini menunjukkan suasana Canton Fair ke-139 yang berlangsung di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Guangdong Investasi di Indonesia, Dorong Industri Lokal

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:37 WIB

Foto menunjukkan simposium bertajuk

#indonesiaswasembada

BRIN-CASS Bahas Kerjasama Indonesia-China

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:33 WIB


Sejumlah ambulans terlihat di jalur masuk Kota Koayiah di Daraa, Suriah selatan, pada 25 Maret 2025. Enam warga sipil tewas dan beberapa lainnya luka-luka setelah pasukan Israel menggempur Kota Koayiah di Daraa pada Selasa (25/3), demikian menurut otoritas urusan luar negeri Suriah. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:45 WIB

GUbernur Mirza di Lampung Tengah bincang terkait infrastruktur sekolah [Na]

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agu 2026 - 22:00 WIB