BRIN-CASS Bahas Kerjasama Indonesia-China

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto menunjukkan simposium bertajuk

Foto menunjukkan simposium bertajuk "Menyelaraskan Modernisasi ala China dengan Indonesia Emas 2045: Peluang Baru dan Prospek Baru" yang berlangsung di Jakarta pada 20 Agustus 2026. (Sumber: BRIN)

JAKARTA-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Akademi Ilmu Sosial China (Chinese Academy of Social Sciences/CASS) membahas beragam peluang untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan China di berbagai bidang sebagai upaya menyelaraskan visi Indonesia Emas 2045 dengan kerangka modernisasi ala China.

Simposium bertajuk “Menyelaraskan Modernisasi ala China dengan Indonesia Emas 2045: Peluang Baru dan Prospek Baru” (Aligning Chinese-Style Modernization with Golden Indonesia 2045: New Opportunities and New Prospects) tersebut menghadirkan sejumlah peneliti dari kedua lembaga dan berlangsung di kantor BRIN di Jakarta pada Kamis (20/8).

“Masing-masing negara memiliki mimpi yang besar. China dengan upaya modernisasinya dan Indonesia dengan visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, penting bagi kita untuk mengomunikasikan kedua visi tersebut dan mencari upaya bersama untuk mewujudkannya,” kata Kepala Pusat Riset Politik BRIN Athiqah Nur Alami dalam simposium itu.

Baca Juga:  Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit

Deputi Direktur Institut Ekonomi Industri CASS Li Pengfei memaparkan empat titik sinkronisasi strategis untuk menyelaraskan kerangka modernisasi ala China dengan visi Indonesia Emas 2045, yakni peningkatan industri, transformasi hijau, digitalisasi, dan konektivitas. Indonesia dinilai memiliki sejumlah potensi, seperti kekayaan sumber daya alam, populasi generasi muda, dan peluang ekonomi digital. Di sisi lain, China mampu melengkapi potensi ini dengan keahlian di berbagai bidang teknologi dan manufaktur hingga infrastruktur digital.

Kedua negara juga masih memiliki ruang kerja sama yang luas di bidang keamanan. Peneliti di Pusat Riset Politik BRIN, M. Haripin, menilai kerja sama kedua negara di bidang keamanan saat ini masih belum semasif kemitraan ekonomi dan investasi. Beberapa peluang kolaborasi mencakup antara lain kerja sama industri pertahanan, seperti produksi bersama oleh perusahaan dari kedua negara dan transfer teknologi, hingga penyelenggaraan latihan bersama.

Baca Juga:  Zainul Munasichin: Usut Data Ganda 6 Juta Penerima Manfaat MBG

M. Haripin juga menyoroti peluang kerja sama di bidang pembangunan berkelanjutan, termasuk di sektor geotermal dan penyediaan kompor induksi. Kerja sama tersebut dinilai tidak hanya relevan dengan target transisi hijau Indonesia, tetapi juga membuka peluang untuk transfer pengetahuan dan teknologi.

Direktur Center for Southeast Asian Studies di Institut Nasional Strategi Internasional CASS Xu Liping menyebut banyak peluang sinergi antara kedua negara melalui kerangka kerja sama Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. “Pembangunan BRI berkualitas tinggi akan mendorong peningkatan kualitas dan efisiensi kerja sama nyata, serta memperluas ruang lingkup bagi pendalaman kerja sama Indonesia-China,” ungkapnya.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Guangdong Investasi di Indonesia, Dorong Industri Lokal
Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye
Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah
Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya
Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina
Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta
Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana
HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Guangdong Investasi di Indonesia, Dorong Industri Lokal

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:33 WIB

BRIN-CASS Bahas Kerjasama Indonesia-China

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 19 April 2026 ini menunjukkan suasana Canton Fair ke-139 yang berlangsung di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Guangdong Investasi di Indonesia, Dorong Industri Lokal

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:37 WIB

Foto menunjukkan simposium bertajuk

#indonesiaswasembada

BRIN-CASS Bahas Kerjasama Indonesia-China

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:33 WIB


Sejumlah ambulans terlihat di jalur masuk Kota Koayiah di Daraa, Suriah selatan, pada 25 Maret 2025. Enam warga sipil tewas dan beberapa lainnya luka-luka setelah pasukan Israel menggempur Kota Koayiah di Daraa pada Selasa (25/3), demikian menurut otoritas urusan luar negeri Suriah. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:45 WIB

GUbernur Mirza di Lampung Tengah bincang terkait infrastruktur sekolah [Na]

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agu 2026 - 22:00 WIB