Lampung Dorong Peningkatan Pertanian dengan Tekhnologi dan PHC

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TENGAH-Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern, pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC), penguatan pengelolaan air, serta kemandirian petani dalam penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Upaya tersebut terlihat saat peninjauan produksi dan pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC) yang dimanfaatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/08/2026). Dalam peninjauan tersebut, petani menyampaikan adanya perubahan positif pada pertumbuhan tanaman padi setelah menggunakan PHC. Tanaman yang sebelumnya terlihat kekuningan mulai menunjukkan pertumbuhan lebih baik setelah mendapatkan perlakuan PHC.

Petani dari Gapoktan Sri Rezeki 3, Surono, mengatakan perubahan tanaman mulai terlihat sekitar satu hingga 10 hari setelah penggunaan PHC. Daun tanaman menjadi lebih hijau, batang lebih kuat, dan pertumbuhan bulir dinilai lebih baik.

“Waktu sebelum dikasih PHC, daunnya agak kuning-kuning. Setelah satu minggu sampai 10 hari, sudah bisa hijau benar. Batangnya kuat, sekarang helainya sampai ujung dan bulirnya juga bertambah,” ujar Surono.

Petani lain, Misrani juga mengatakan, tanaman padi yang mendapatkan perlakuan PHC saat ini masih dalam proses menuju panen. Ubinan dijadwalkan dilakukan dalam beberapa hari mendatang untuk mengetahui hasil produktivitas secara lebih terukur. Menurutnya, penerapan teknologi pertanian tersebut memberikan optimisme terhadap peningkatan hasil panen. Pengalaman pada musim sebelumnya juga menunjukkan adanya peningkatan produktivitas setelah petani menerapkan PHC.

Sementara itu, petani lainnya, Suyono, menyampaikan bahwa produktivitas padi yang sebelumnya berada pada kisaran 5,2–5,5 ton per hektare dapat meningkat menjadi sekitar 6,5 ton per hektare setelah menggunakan PHC, termasuk pada musim rendeng.

Baca Juga:  Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Provinsi Lampung Berlangsung Khidmat

“Rendeng kemarin biasanya 5,2 sampai 5,5 ton, setelah menggunakan ini bisa 6,5 ton. Hasilnya bagus,” kata Suyono.

Ia menjelaskan, pemanfaatan PHC juga terus dikembangkan di tingkat kelompok tani. Setelah sebelumnya memproduksi sekitar 10 drum, kelompoknya kembali memproduksi empat drum untuk memenuhi kebutuhan petani dan kelompok tani di wilayah sekitar. Selain pemanfaatan teknologi, kekompakan petani menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pertanian di Rama Nirwana.

Surono mengatakan, petani di wilayah tersebut terbiasa melakukan pengendalian hama secara bersama-sama. Penanganan tikus dan belalang tidak hanya dilakukan di lahan masing-masing, tetapi secara serentak dalam satu hamparan.

“Masalah kekompakan di sini. Kalau satu hamparan dikerjakan bersama-sama, insyaallah bisa berhasil. Untuk masalah tikus dan belalang juga kita kerjakan bersama. Kalau ada lubang tikus, tidak peduli itu sawah siapa, tetap kita tangani,” jelasnya.

Kekompakan tersebut juga terlihat dari tingginya tingkat pemanfaatan lahan. Surono menyebut sekitar 95 persen lahan pertanian di wilayah Rama Nirwana dapat ditanami. Kondisi tersebut membuat kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi kelompok tani dari berbagai daerah untuk mempelajari praktik budidaya padi modern.

“Selama empat bulan ini sudah banyak yang datang berkunjung. Ada dari Lampung Selatan, Tulang Bawang dan daerah lainnya. Mereka datang untuk belajar menanam Arkansas,” ungkapnya.

Penerapan Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) juga memberikan sejumlah dukungan bagi petani, termasuk pemanfaatan unsur silika, pestisida, hormon dan molybdenum sebagai bagian dari teknologi budidaya. Petani menyebut penggunaan teknologi tersebut dapat membantu mempercepat masa panen hingga sekitar 10 hari. Selain itu, tahun ini petani juga mendapatkan dukungan untuk mengetahui kondisi pH tanah sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketepatan dalam pengelolaan lahan.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu, Modifikasi Cuaca Diperkuat Water Bombing

Pemerintah Provinsi Lampung menilai penerapan teknologi tersebut memiliki potensi besar apabila dapat diterapkan secara luas. Peningkatan produktivitas satu ton gabah per hektare saja dinilai mampu memberikan tambahan pendapatan yang cukup signifikan bagi petani. Di sisi lain, ketersediaan air masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani di sejumlah wilayah persawahan Rama Nirwana.

Kondisi saluran irigasi dan perbedaan elevasi menyebabkan air sulit masuk ke beberapa areal persawahan, terutama ketika musim kemarau. Karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatan sumur bor dan pompa sebagai solusi pendukung. Namun, keterbatasan bantuan pemerintah membuat tidak semua kelompok tani dapat memperoleh bantuan pompa secara bersamaan.

Gubernur Lampung menekankan pentingnya mekanisme gotong royong agar petani yang belum mendapatkan bantuan tetap dapat memperoleh akses air.

“Pemerintah memang membantu pompa, tetapi bantuannya terbatas dan tidak bisa semuanya sekaligus. Sambil menunggu, kita dorong gotong royong. Ada yang dapat bantuan, ada yang belum, yang belum kita bantu bersama. Yang penting semuanya kebagian air,” ujar Gubernur.[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung
Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS
Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik
Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan
Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung 2026-2030, Dikukuhkan
Guncang Industri Sinema Indonesia, Dua Siswi MTs Muhammadiyah Bintangi Film ‘Ageman’
Suling Jembatani Pertukaran Budaya Tiongkok-Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 23:41 WIB

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 September 2026 - 23:32 WIB

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 September 2026 - 23:26 WIB

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 September 2026 - 21:12 WIB

Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan

Minggu, 6 September 2026 - 20:45 WIB

Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:41 WIB

#indonesiaswasembada

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:32 WIB

Virgandhi Prayudantoro, direktur pemberitaan Kantor Berita ANTARA, menyampaikan pidatonya pada Forum Media Asia-Pasifik yang digelar di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:26 WIB