DPR Mendesak Pemerintah Selamatkan 9 Anak Yang Disandera OPM

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion, mendesak pemerintah dan aparat keamanan bergerak cepat menyelamatkan sembilan anak perempuan yang dilaporkan disandera kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Mafirion menilai penyanderaan terhadap anak di bawah umur merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia (HAM) yang tidak dapat ditoleransi.

“Setiap waktu sangat berharga. Ini bukan sekadar persoalan keamanan, melainkan keselamatan dan masa depan anak-anak. Mereka seharusnya berada di lingkungan aman, mendapatkan pendidikan, dan tumbuh tanpa rasa takut,” kata Mafirion kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Legislator Fraksi PKB itu menyoroti kondisi psikologis dan keselamatan fisik para korban yang berada di tengah situasi konflik. Menurutnya, perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan khusus.

Baca Juga:  Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Dia meminta operasi pembebasan dilakukan secara presisi dan terukur. Mafirion mengingatkan agar setiap langkah di lapangan diperhitungkan secara matang sehingga tidak justru membahayakan keselamatan para sandera.

“Yang paling utama adalah bagaimana sembilan anak ini bisa kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat. Aparat dan pihak terkait harus bekerja secara terpadu dengan perhitungan matang, tetapi tetap bergerak cepat,” tegasnya.

Mafirion juga mendorong pemerintah menunjukkan komitmen untuk memutus rantai kekerasan yang terus terjadi di Papua. Perlindungan terhadap warga sipil, kata dia, harus menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan konflik.

Baca Juga:  Waketum Golkar: Lihat Secara Proposional Polemik Misbakhun 

“Harus ada ketegasan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di Papua. Jangan sampai anak-anak yang tidak tahu apa-apa justru menanggung ketakutan dan trauma akibat konflik yang bukan bagian dari hidup mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dilaporkan menyandera sembilan warga sipil di Distrik Jila setelah terlibat kontak tembak dengan aparat TNI.

Adapun pihak Kepolisian mengonfirmasi seluruh korban penyanderaan adalah perempuan berusia 13 hingga 18 tahun. (*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB