Trump Instruksikan Hentikan Pembicaraan dengan Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donal Trump ngaku dirinya harus berganti pesawat di Turkiye. Karena sds ancaman [xin]

Donal Trump ngaku dirinya harus berganti pesawat di Turkiye. Karena sds ancaman [xin]

WASHINGTON-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (18/8) menginstruksikan para utusan utamanya untuk menghentikan pembicaraan dengan Iran, demikian menurut laporan CNN, mengutip pernyataan sejumlah pejabat AS.

Trump mengatakan kepada tim negosiasinya, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance serta utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, untuk tidak menjalin kontak dengan Teheran, terlepas dari apa yang digambarkan oleh para pejabat sebagai “diskusi positif” dengan Iran, kata laporan CNN tersebut.

Mengisyaratkan kesiapannya untuk menjauh dari konflik tersebut, Trump merasa tidak puas dengan keengganan Teheran untuk tunduk pada tuntutannya, ungkap laporan CNN tersebut. Laporan itu menambahkan bahwa Trump ingin menunggu hingga para pemimpin Iran menunjukkan kesediaan baru untuk mencapai kesepakatan yang dia kehendaki sebelum kembali berunding.

Baca Juga:  Gubernur Mirza: KDKMP Jadi Penggerak Hilirisasi

Gedung Putih sedang mengubah strategi untuk “mencekik” Iran secara perlahan alih-alih melancarkan serangan lebih lanjut, lapor CNN, mengutip pernyataan seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis (13/8) menyampaikan bahwa AS akan memberlakukan tindakan terhadap Iran yang “belum pernah diterapkan sebelumnya,” dan Washington sedang mengintensifkan kampanye keuangan terhadap Teheran.

Bessent menambahkan bahwa Departemen Keuangan AS menargetkan “rekening bank, dompet kripto, aset-aset (Iran) di seluruh dunia, (sehingga) memutus aliran dana yang masuk ke kepemimpinan rezim dan pemerintah Iran sendiri.”

Kendati sebelumnya berulang kali ditegaskan bahwa perundingan berjalan lancar, Trump pada Selasa mengumumkan melalui media sosial bahwa “tidak ada perundingan atau pembicaraan yang sedang berlangsung, atau yang dijadwalkan” dengan Iran.

Baca Juga:  Klaim Trump Hormuz Bebas Ranjau, JMIC: Masih Ada

“Blokade Laut tetap diberlakukan sepenuhnya,” imbuh Trump, seraya mengeklaim bahwa Selat Hormuz “terbuka dan beroperasi” dan “seluruh ranjau laut telah disingkirkan atau diledakkan.” Pernyataan Trump itu bertentangan dengan sejumlah laporan yang menyebut bahwa lalu lintas di jalur air energi global tersebut masih merosot tajam.

AS dan Iran masih berselisih tentang Selat Hormuz dan persyaratan mengakhiri konflik. Masa depan pembicaraan antara kedua negara diselimuti ketidakpastian setelah periode negosiasi selama 60 hari, yang ditetapkan berdasarkan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), telah berakhir pada Senin (17/8).[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase
Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan
Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang
Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran
The Death of Expertise
Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
Polres Mesuji Gerak Cepat Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pasca Erupsi GAK

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:40 WIB

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 September 2026 - 15:52 WIB

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 September 2026 - 15:12 WIB

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 September 2026 - 15:04 WIB

The Death of Expertise

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 Sep 2026 - 17:40 WIB

#indonesiaswasembada

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 Sep 2026 - 15:52 WIB

#indonesiaswasembada

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 Sep 2026 - 15:31 WIB

PM Israel Benjamin Netanyahu

#indonesiaswasembada

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 Sep 2026 - 15:12 WIB

#indonesiaswasembada

The Death of Expertise

Senin, 7 Sep 2026 - 15:04 WIB