PBB Khawatir Penderitaan Warga Palestina di Tepi Barat

Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASUKAN Israel menyerbu Desa Umm al-Kheir di daerah Masafer Yatta, sebelah selatan Hebron, Tepi Barat, dalam sebuah acara yang diadakan untuk memprotes kekerasan pemukim Israel pada 28 Juli 2026. (Xinhua)

PASUKAN Israel menyerbu Desa Umm al-Kheir di daerah Masafer Yatta, sebelah selatan Hebron, Tepi Barat, dalam sebuah acara yang diadakan untuk memprotes kekerasan pemukim Israel pada 28 Juli 2026. (Xinhua)

PBB-Meningkatnya penderitaan warga Palestina di Tepi Barat akibat aktivitas militer dan pemukim Israel yang semakin intensif sangat mengkhawatirkan, kata seorang juru bicara (jubir) PBB pada Selasa (18/8).

“Dapat saya katakan bahwa kami sangat khawatir dengan terus memburuknya situasi keamanan dan kemanusiaan bagi warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki,” ujar Stephane Dujarric, jubir utama Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Dujarric mengatakan bahwa meningkatnya kekerasan, meluasnya keberadaan pemukim, pembatasan ketat terhadap pergerakan dan akses bagi warga Palestina, serta menyusutnya peluang ekonomi telah menjadi hal yang lumrah di Tepi Barat.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa pasukan Israel pada Senin (17/8) menginstruksikan sekitar 10 keluarga Palestina di lingkungan Jabal An Nasr di Tulkarm, Tepi Barat bagian utara, untuk meninggalkan rumah mereka selama tujuh jam karena aktivitas militer di dekat kamp pengungsi Palestina Nur Shams, yang letaknya berdekatan.

Baca Juga:  28 Negara Serukan Hentikan Tindakan "Koersif"

“Buldoser militer Israel menggali sebagian jalan, merusak jaringan air dan saluran pembuangan, serta melakukan pekerjaan penggalian di tanah Palestina sebelum mundur,” kata OCHA. “Para keluarga dilaporkan kembali ke rumah mereka, dan petugas pemerintah kota memperbaiki infrastruktur yang rusak setelah pasukan keamanan Israel mundur.”

Di Gaza, OCHA mengatakan para mitranya juga khawatir tentang dampak aktivitas militer yang terus berlangsung terhadap warga sipil.

Kantor tersebut mengatakan para mitranya melaporkan serangan udara, penembakan artileri, tembakan senjata api, dan tembakan dari angkatan laut, terutama di sebelah barat apa yang disebut Garis Kuning, tempat sebagian besar dari 2,1 juta penduduk Gaza terkungkung di wilayah yang luasnya kurang dari separuh Jalur Gaza.

Baca Juga:  Rektor UIN RIL Sambut Jakarta Understanding, Teguhkan Peran Masjid dalam Perdamaian Global

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB pada Senin memperingatkan bahwa kapasitas pertanian Gaza telah hancur. Penilaian baru menemukan bahwa hanya 3 persen lahan pertanian yang masih dapat diakses dan tidak rusak, yang semakin melemahkan produksi pangan setempat dan penghidupan para petani.

Meskipun aktivitas militer dan pembatasan terus berlangsung, PBB dan para mitranya terus menyalurkan bantuan, mendukung layanan penting, dan memfasilitasi operasi kemanusiaan yang krusial di mana pun memungkinkan, kata OCHA. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Romy


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB