PBB-Meningkatnya penderitaan warga Palestina di Tepi Barat akibat aktivitas militer dan pemukim Israel yang semakin intensif sangat mengkhawatirkan, kata seorang juru bicara (jubir) PBB pada Selasa (18/8).
“Dapat saya katakan bahwa kami sangat khawatir dengan terus memburuknya situasi keamanan dan kemanusiaan bagi warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki,” ujar Stephane Dujarric, jubir utama Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Dujarric mengatakan bahwa meningkatnya kekerasan, meluasnya keberadaan pemukim, pembatasan ketat terhadap pergerakan dan akses bagi warga Palestina, serta menyusutnya peluang ekonomi telah menjadi hal yang lumrah di Tepi Barat.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa pasukan Israel pada Senin (17/8) menginstruksikan sekitar 10 keluarga Palestina di lingkungan Jabal An Nasr di Tulkarm, Tepi Barat bagian utara, untuk meninggalkan rumah mereka selama tujuh jam karena aktivitas militer di dekat kamp pengungsi Palestina Nur Shams, yang letaknya berdekatan.
“Buldoser militer Israel menggali sebagian jalan, merusak jaringan air dan saluran pembuangan, serta melakukan pekerjaan penggalian di tanah Palestina sebelum mundur,” kata OCHA. “Para keluarga dilaporkan kembali ke rumah mereka, dan petugas pemerintah kota memperbaiki infrastruktur yang rusak setelah pasukan keamanan Israel mundur.”
Di Gaza, OCHA mengatakan para mitranya juga khawatir tentang dampak aktivitas militer yang terus berlangsung terhadap warga sipil.
Kantor tersebut mengatakan para mitranya melaporkan serangan udara, penembakan artileri, tembakan senjata api, dan tembakan dari angkatan laut, terutama di sebelah barat apa yang disebut Garis Kuning, tempat sebagian besar dari 2,1 juta penduduk Gaza terkungkung di wilayah yang luasnya kurang dari separuh Jalur Gaza.
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB pada Senin memperingatkan bahwa kapasitas pertanian Gaza telah hancur. Penilaian baru menemukan bahwa hanya 3 persen lahan pertanian yang masih dapat diakses dan tidak rusak, yang semakin melemahkan produksi pangan setempat dan penghidupan para petani.
Meskipun aktivitas militer dan pembatasan terus berlangsung, PBB dan para mitranya terus menyalurkan bantuan, mendukung layanan penting, dan memfasilitasi operasi kemanusiaan yang krusial di mana pun memungkinkan, kata OCHA. []
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Romy
Sumber Berita : Jakarta





![Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan [lmp]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Marindo-225x129.jpg)





![Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan [lmp]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Marindo-129x85.jpg)





