Cara Nyaman Belajar Bahasa Mandarin bagi Pemula

Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan pada 19 Agustus 2026 ini menampilkan aktivitas kelas reguler bahasa Mandarin di BINUS School Semarang, di Semarang, Jawa Tengah. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 19 Agustus 2026 ini menampilkan aktivitas kelas reguler bahasa Mandarin di BINUS School Semarang, di Semarang, Jawa Tengah. (Xinhua)

JAKARTA-Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto pada Jumat (14/8) dalam Sidang Tahunan MPR RI, serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing bagi masyarakat Indonesia sejak usia dini, termasuk bahasa Mandarin. Meski demikian, bagi masyarakat awam, bahasa Mandarin kerap dianggap sulit dipelajari.

Apakata  Lukas Ariawan (34), guru bahasa Mandarin dengan pengalaman mengajar hingga belasan tahun guna mengupas cara nyaman bagi pemula untuk mulai belajar?.

“Kadang-kadang, yang membuat bahasa Mandarin terasa sulit adalah kesan pertama dan rasa takut sebelum mulai belajar. Padahal, kalau dipelajari secara bertahap, bahasa Mandarin itu cukup sistematis,” ujar Lukas, Selasa (18/8).

Menurutnya, yang paling krusial adalah membangun pola pikir yang tepat sejak awal. Pemula tidak perlu memandang bahasa Mandarin sebagai sesuatu yang harus dikuasai dalam waktu singkat. Proses belajar pun sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit hingga pelajar mulai terbiasa dengan hal yang awalnya terasa asing.

“Yang paling penting adalah berani memulai. Jangan sampai baru belajar beberapa kali sudah takut salah nada, takut salah bicara, atau takut ditertawakan,” ujar peraih gelar Master of Teaching Chinese to Speakers of Other Languages (MTCSOL) dari Tianjin University tersebut.

PERLAHAN TAPI PASTI

Bagi masyarakat awam atau pemula, ada tiga elemen yang perlu diketahui dan dipahami dalam bahasa Mandarin. Pertama, Hanyu Pinyin (汉语拼音), atau sering disebut sebagai Pinyin, adalah sistem romanisasi bahasa Mandarin. Sistem ini dibuat untuk merepresentasikan pelafalan Mandarin dengan menggunakan huruf Latin. Kedua, Hanzi (汉字), yaitu karakter atau aksara yang digunakan dalam bahasa Mandarin. Ketiga, empat nada utama dalam bahasa Mandarin yang perlu dilatih secara berulang agar pemula terbiasa membedakan dan mengucapkannya.

Menurut Lukas, bagi seseorang yang benar-benar memulai dari nol, fondasi pertama yang disarankannya adalah Pinyin dan pelafalan dasar, terutama empat nada utama dalam bahasa Mandarin. Kemampuan membedakan nada penting karena perubahan nada dapat mengubah arti sebuah kata. Namun, menurutnya, pembelajaran tidak perlu berkutat terlalu lama pada Pinyin dan nada.

Setelah memahami dasar-dasarnya, pemula dapat langsung menggabungkannya dengan kosakata dan kalimat sederhana yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ungkapan seperti 你好 (nǐ hǎo) atau “halo”, 谢谢 (xièxie) atau “terima kasih”, 我叫…… (wǒ jiào…) atau “nama saya…”, 我是印尼人 (wǒ shì Yìnní rén) atau “saya orang Indonesia”, 我喜欢…… (wǒ xǐhuan…) atau “saya suka…”.

Berhasil mengucapkan satu atau dua kalimat sederhana dapat memberikan dorongan psikologis bagi pemula. “Perasaan berhasil seperti ini penting sekali untuk membangun kepercayaan diri,” ujar Lukas, yang juga alumnus dari Jurusan Sastra China di Shaoguan University (SGU). Menurutnya, banyaknya kosakata yang dihafalkan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Untuk pemula, mempelajari sekitar 5 hingga 10 kosakata baru dalam sehari dinilai sudah cukup. Yang paling penting adalah memastikan kosakata tersebut benar-benar dipahami dan dapat digunakan.

Baca Juga:  Xiplomacy: Xi Jinping dalam Diplomasi China

Sebagai contoh, lima kata sederhana seperti 吃 (chī) atau “makan”, 喝 (hē) atau “minum”, 水 (shuǐ) atau “air”, 茶 (chá) atau “teh”, dan 咖啡 (kāfēi) atau “kopi” sudah dapat dikembangkan menjadi berbagai kalimat sederhana. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif daripada menghafalkan puluhan kosakata dalam satu hari, tetapi kemudian melupakannya.

“Daripada menghafalkan 30 kata hari ini lalu minggu depan lupa semuanya, saya lebih memilih lima kata, tetapi orang tersebut tahu cara mengucapkannya, mengenali Hanzi-nya, mengerti artinya, dan bisa menggunakannya dalam kalimat,” jelas Lukas.

Dari pengalaman Lukas mengajar, menurutnya ada dua bagian yang biasanya paling menantang bagi pemula, yaitu nada dan Hanzi. Untuk menguasainya, pemula perlu membiasakan diri mendengarkan dan menirukan pengucapan. Sementara itu, Hanzi akan terasa lebih mudah jika pelajar mulai memahami radikal, struktur karakter, serta pola yang sering muncul. Meski demikian, Hanzi tidak harus selalu dipandang sebagai kumpulan “garis” yang harus dihafalkan satu per satu. Latihan dengan teknik repetisi tetap diperlukan agar semakin familier, tetapi proses tersebut dapat dilakukan secara bertahap dan konsisten.

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah ingin menguasai bahasa Mandarin terlalu cepat. Baru belajar beberapa waktu, mereka sudah ingin lancar berbicara, menguasai banyak Hanzi, atau mencapai tingkat tertentu dalam ujian kemampuan bahasa Mandarin. Ketika hasil yang diharapkan tidak segera terlihat, motivasi pun menurun.

“Target yang lebih sederhana justru dapat membantu mempertahankan semangat belajar. Misalnya, bulan pertama menargetkan kemampuan memperkenalkan diri, bulan berikutnya menceritakan keluarga, kemudian belajar memesan makanan. Memiliki target yang realistis akan membuat perkembangan terasa lebih terukur,” ujar Lukas.

MANFAATKAN ERA DIGITAL

Teknologi memberikan peluang besar bagi pembelajar bahasa Mandarin. Film, drama China, lagu, gim, media sosial, hingga kreator konten dapat menjadi bagian dari proses belajar. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah menonton drama China (Dracin). Pada tahap pertama, pelajar cukup mendengarkan untuk melatih kemampuan menyimak. Setelah itu, mereka dapat membaca subtitle atau transkrip, memilih beberapa kalimat, lalu menirukan pengucapannya. Tahap berikutnya adalah menuliskan kembali kalimat tersebut atau membuat kalimat baru menggunakan kosakata yang telah dipelajari.

Dengan cara ini, menurut Lukas, satu aktivitas dapat melatih empat kemampuan sekaligus, yakni mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Banyak konten digital saat ini juga memperkenalkan penggunaan bahasa Mandarin dalam situasi nyata, sekaligus memberikan gambaran mengenai budaya dan tren masyarakat China saat ini. Pemula pun tidak perlu menunggu sampai lancar untuk menikmati konten tersebut. “Kalau dari satu video kita hanya memahami 20-30 persen, tidak masalah. Ambil satu atau dua ungkapan baru saja,” ujar Lukas.

Agar proses belajar terasa lebih nyaman, bahasa Mandarin dapat dikaitkan dengan hal-hal yang memang digemari. Pencinta musik dapat belajar melalui lagu Mandarin, penikmat drama dapat memanfaatkan Dracin. Mereka yang suka bermain gim dapat mencari permainan atau komunitas berbahasa Mandarin, sementara orang yang senang bepergian dapat mempelajari percakapan yang nantinya berguna ketika mengunjungi China.

Baca Juga:  Wulan: Tugas PMI Utamanya Pengabdian

Pendekatan tersebut membuat bahasa tidak lagi hanya berkaitan dengan buku teks, latihan soal, dan ujian. “Bahasa itu kehidupan. Ada budaya, makanan, musik, film, sejarah, orang-orang, dan pengalaman di dalamnya,” jelas pria yang berdomisili di Semarang tersebut.

Menurutnya, fenomena serupa dapat dilihat dari popularitas K-Pop dan drama Korea. Banyak penggemar di Indonesia secara tidak langsung terdorong mempelajari bahasa Korea karena ingin memahami lagu, dialog, atau percakapan idolanya. Hal yang sama dapat ditiru para penggemar aktor, aktris, musik, atau Dracin. Garis besarnya, belajar bahasa Mandarin bukan sekadar mengejar kemampuan untuk berbicara atau menghafalkan karakter sebanyak mungkin. Tujuan yang lebih penting adalah membuatnya perlahan menjadi bagian dari keseharian.

Mendengarkan lagu Mandarin, menonton drama, membaca subtitle, mengikuti konten digital, menulis satu kalimat tentang aktivitas harian, atau berbicara sendiri dalam bahasa Mandarin dapat menjadi langkah kecil. Misalnya, ketika hendak makan, seseorang dapat mengatakan dalam hati, 我要吃饭了 (wǒ yào chīfàn le), atau ketika hendak tidur, 我要睡觉了 (wǒ yào shuìjiào le). Kebiasaan sederhana tersebut dapat membuat otak semakin terbiasa dengan bahasa Mandarin. “Dengan demikian, perjalanan belajar tidak lagi terasa sebagai kewajiban untuk menaklukkan bahasa yang dianggap sulit. Mandarin justru dapat tumbuh perlahan dari sesuatu yang dipelajari menjadi sesuatu yang digunakan dan dinikmati setiap hari,” papar Lukas.

SEDIKIT DEMI SEDIKIT JADI BUKIT

Menjaga motivasi belajar bahasa Mandarin juga membutuhkan cara pandang yang tepat. Kemajuan dalam belajar bahasa sering kali tidak terasa karena seseorang hanya melihat perkembangan dirinya dari hari ke hari. Padahal, kemampuan tersebut nyatanya akan terus bertambah sedikit demi sedikit. Lukas mencontohkan analogi sebuah gelas yang diisi tetesan air. Pada awalnya, setiap tetes akan terlihat jelas menambah isi gelas. Namun, ketika gelas sudah terisi cukup banyak, tambahan satu atau dua tetes tidak lagi terlihat. Meski demikian, air tetaplah bertambah.

“Begitu pula proses belajar bahasa Mandarin, perkembangan mungkin tidak selalu terasa setiap hari, tetapi konsistensi akan memberikan perubahan dalam jangka panjang,” ujar Lukas yang kini juga menjadi instruktur para guru Mandarin junior.

Setiap orang juga memiliki “gelas” yang berbeda. Karena itu, seseorang hendaklah tidak membandingkan kemampuan dan kecepatan belajarnya dengan orang lain.

“Salah satu cara untuk melihat perkembangan adalah membuka kembali catatan lama, rekaman suara, atau latihan yang dahulu terasa sulit. Dari sana, tiap orang mungkin akan menyadari bahwa mereka nyatanya telah berkembang cukup jauh, sehingga dapat menghargai kemajuannya dan semakin termotivasi untuk terus belajar,” tutup Lukas. []


Penulis : Prabowo Destyan


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Suwardi: Uji Kompetensi Jadi Kesempatan Bupati Bersihkan Pejabat Culas Dari Lampung Utara
Hetifah: Kenaikan Biaya Haji 2027 Harus Dibedah Detail
Kompolnas RI Lakukan Penilaian ‘Kompolnas Awards 2026’
Trump Instruksikan Hentikan Pembicaraan dengan Iran
PBB Khawatir Penderitaan Warga Palestina di Tepi Barat
Perkuat Tata Organisasi untuk Pemerintahan Efektif dan Berintegritas
Komisi VIII DPR RI Dorong Masa Pelunasan Biaya Haji 2027 Diperpanjang
Peringati HUT ke 25, DPC Partai Demokrat Mesuji Lakukan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri 

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Cara Nyaman Belajar Bahasa Mandarin bagi Pemula

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Suwardi: Uji Kompetensi Jadi Kesempatan Bupati Bersihkan Pejabat Culas Dari Lampung Utara

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Hetifah: Kenaikan Biaya Haji 2027 Harus Dibedah Detail

Kamis, 20 Agustus 2026 - 01:17 WIB

Kompolnas RI Lakukan Penilaian ‘Kompolnas Awards 2026’

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:26 WIB

Trump Instruksikan Hentikan Pembicaraan dengan Iran

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 19 Agustus 2026 ini menampilkan aktivitas kelas reguler bahasa Mandarin di BINUS School Semarang, di Semarang, Jawa Tengah. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Cara Nyaman Belajar Bahasa Mandarin bagi Pemula

Kamis, 20 Agu 2026 - 12:10 WIB

#indonesiaswasembada

Hetifah: Kenaikan Biaya Haji 2027 Harus Dibedah Detail

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:53 WIB

#indonesiaswasembada

Kompolnas RI Lakukan Penilaian ‘Kompolnas Awards 2026’

Kamis, 20 Agu 2026 - 01:17 WIB

Donal Trump ngaku dirinya harus berganti pesawat di Turkiye. Karena sds ancaman [xin]

#indonesiaswasembada

Trump Instruksikan Hentikan Pembicaraan dengan Iran

Rabu, 19 Agu 2026 - 23:26 WIB