Pemprov Lampung Dukung Pameran Kayu Ara, Rawat Pengetahuan dan Warisan Budaya

Senin, 14 September 2026 | 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh pameran Kayu Ara: Arsitektur, Teknologi, dan Budaya Lampung dalam Karya dan Pemikiran Anshori Djausal sebagai ruang untuk merawat pengetahuan sekaligus memperkenalkan kekayaan arsitektur dan budaya Lampung kepada generasi berikutnya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pameran yang digelar di Anjungan Lampung dan Contemporary Art Gallery, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, itu bukan sekadar pameran karya seorang tokoh. Menurut Gubernur, Kayu Ara menjadi ruang untuk membaca perjalanan pengetahuan, kreativitas, dan pengabdian seorang putra Lampung selama lebih dari empat dekade.

“Perjalanan tersebut tidak berhenti pada karya yang telah dihasilkan, tetapi terus menjadi ruang untuk melahirkan gagasan, merawat pengetahuan dan memperkenalkan kekayaan arsitektur serta budaya Lampung kepada generasi berikutnya,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan pada pembukaan pameran, Sabtu (12/9/2026).

Pameran Kayu Ara dibuka pada Sabtu (12/9/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga 12 Oktober 2026. Pameran yang dikuratori Angga Wijaya itu bertumpu pada tiga tema utama, yakni arsitektur dan masyarakat, teknologi dan lingkungan, serta budaya Lampung.

Ketiga tema tersebut dirangkai melalui foto, arsip, kliping koran, buku, gambar teknik, masterplan, video, hingga berbagai dokumentasi perjalanan Anshori Djausal sebagai insinyur, arsitek, akademisi, dan budayawan. Materi tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai dokumentasi masa lalu, tetapi diolah menjadi pengalaman visual dan percakapan antargenerasi.

Gubernur Mirza menilai pendekatan tersebut penting karena pengetahuan tidak seharusnya berhenti pada satu generasi. Ia mengapresiasi Angga Wijaya bersama Hafiz Maha, Hartinis Permatasari, Arif Rahman dan seluruh tim kreatif yang sebagian besar merupakan anak muda asal Lampung yang kini berkarya di Jakarta.

Menurut Gubernur, generasi muda yang terlibat dalam pameran itu tidak sekadar memberikan penghormatan kepada Anshori Djausal. Mereka juga mencoba membaca kembali perjalanan intelektual tokoh tersebut dengan perspektif generasi baru.

Berbagai arsip, dokumentasi, cetak biru, publikasi, catatan penelitian dan karya Anshori diterjemahkan menjadi instalasi seni kontemporer. Dengan cara itu, arsip tidak lagi sekadar menjadi benda masa lalu, tetapi dihidupkan menjadi pengalaman dan percakapan yang dapat dipahami generasi sekarang.

Baca Juga:  Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Jejak perjalanan Anshori sendiri membentang sejak dekade 1970-an, ketika modernisasi dan teknokrasi berkembang pesat. Dalam perjalanan tersebut, ia dikenal menerapkan teknologi tepat guna dengan mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan, salah satunya melalui teknik ferosemen.

Bagi Anshori, teknologi tidak semata-mata berupa benda atau hasil rekayasa. Teknologi harus menjawab kebutuhan manusia, sesuai dengan kondisi tempatnya, sekaligus memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan.

Pemikirannya juga berkembang ketika ia berada di Universitas Lampung. Selain mendorong digitalisasi dan peningkatan kualitas dosen, Anshori turut memikirkan persoalan Lampung dari berbagai sisi, mulai dari infrastruktur, sosial budaya, ekonomi, lingkungan hingga pemberdayaan kampung-kampung tua.

Gagasan tersebut kemudian membuatnya dipercaya menjadi tenaga ahli pada sejumlah pemerintahan di Lampung, mulai dari era Gubernur Yasir Hadibroto, Poedjono Pranyoto, Oemarsono, Sjachroedin Z.P., M. Ridho Ficardo, Arinal Djunaidi hingga Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Salah satu jejak yang mudah dikenali dari pemikiran dan karya Anshori adalah Tugu Siger di depan Pelabuhan Bakauheni. Bangunan tersebut menjadi salah satu wajah Lampung bagi masyarakat yang memasuki provinsi itu melalui jalur penyeberangan dari Pulau Jawa.

Jejak pemikirannya juga disebut hadir dalam ornamen dan ragam hias Lampung pada perkantoran, hotel, fasilitas publik, serta berbagai karya arsitektur. Hal tersebut menunjukkan bagaimana gagasan mengenai kemajuan dan modernitas dapat berjalan bersamaan dengan upaya mempertahankan identitas daerah.

Gubernur Mirza mengatakan, Kayu Ara dapat menjadi simbol bagaimana pengetahuan seharusnya tumbuh dan diwariskan. Seperti pohon yang memiliki akar, batang, daun dan buah, pengetahuan tumbuh dari pengalaman masa lalu, dikembangkan pada masa kini, kemudian menjadi bekal bagi generasi berikutnya.

“Kayu Ara menjadi simbol bahwa karya dan pemikiran tidak mengenal batas usia. Yang paling penting bukan hanya seberapa tinggi seseorang tumbuh, tetapi seberapa kuat akar pengetahuan yang ditanam dan seberapa luas martabat yang diberikan bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ujar Gubernur.

Baca Juga:  Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Karena itu, Pemprov Lampung memandang pameran tersebut merupakan bukti bahwa generasi muda Lampung mampu membawa karya dan gagasan daerah ke ruang nasional. Arsitektur, teknologi, lingkungan, budaya dan seni kontemporer dipertemukan dalam satu ruang sehingga identitas Lampung dapat dibicarakan dengan bahasa yang lebih dekat dengan generasi sekarang.

Pelaksana Tugas Direktur Operasional TMII Jaya Chandranegara mengatakan, Contemporary Art Gallery tidak hanya menjadi tempat memajang karya, tetapi juga ruang untuk mempertemukan gagasan, membuka percakapan dan menghadirkan perspektif baru bagi pengunjung.

Sejak diresmikan pada 28 Oktober 2023, Contemporary Art Gallery telah bekerja sama dengan 11 ekshibitor dan menyelenggarakan 14 pameran. Pameran Kayu Ara bersama Rimpang Digital menjadi bagian dari perjalanan galeri tersebut menuju penyelenggaraan pameran ke-15.

Menurut Jaya, kekuatan pameran Kayu Ara terletak pada cara pemikiran Anshori Djausal mempertemukan arsitektur, teknologi, lingkungan dan budaya Lampung dalam satu ruang. Budaya, kata dia, tidak semestinya berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi harus terus bergerak, ditafsirkan kembali dan menemukan relevansinya dalam kehidupan sekarang.

Pemprov Lampung berharap pameran Kayu Ara tidak berhenti sebagai catatan perjalanan seorang tokoh. Pameran ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya gagasan dan karya baru, sekaligus mendorong generasi muda untuk mengenali akar pengetahuan daerah tanpa kehilangan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dengan membawa perjalanan lebih dari empat dekade Anshori Djausal ke ruang nasional, pameran Kayu Ara membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melihat bahwa kemajuan teknologi dan arsitektur dapat berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya. Bagi masyarakat Lampung, warisan pengetahuan tersebut dapat menjadi modal untuk membangun daerah yang modern, tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi
AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina
Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia
RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok
DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen
Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS
Saham AS Jatuh, Pasar Minta AS-Iran Kembali Kemeja Perundingan
Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:48 WIB

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:12 WIB

RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:07 WIB

DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Berita Terbaru

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan seorang pemuda Indonesia sedang berlatih merakit panel kontrol listrik di ruang kelas pelatihan di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:18 WIB

Foto yang diabadikan pada 27 Oktober 2026 ini menunjukkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun (ketiga dari kiri) berfoto bersama para peserta lain dalam Konferensi Minyak Nabati Berkelanjutan (Sustainable Vegetable Oils Conference) keempat yang digelar di Kota Shanghai, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:12 WIB

Para perwakilan melakukan pemungutan suara terhadap sebuah draf resolusi dalam rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas besar PBB di New York City pada 30 Oktober 2026. (PBB/Xinhua)

Berita Utama

DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:07 WIB