Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para petani Palestina terlihat di sebuah pos pemeriksaan militer Israel setelah pasukan tersebut mencegah mereka memanen zaitun di lahan mereka, di Desa Salem, sebelah timur Nablus, di Tepi Barat, pada 17 Oktober 2026. (Xinhua)

Para petani Palestina terlihat di sebuah pos pemeriksaan militer Israel setelah pasukan tersebut mencegah mereka memanen zaitun di lahan mereka, di Desa Salem, sebelah timur Nablus, di Tepi Barat, pada 17 Oktober 2026. (Xinhua)

RAMALLAH/YERUSALEM-Para pemukim Israel menyerang petani Palestina dan diplomat Eropa di Tepi Barat pada Sabtu (17/10), menurut sumber Palestina, militer Israel, dan laporan media. Kan News, media milik negara Israel, melaporkan bahwa tujuh pemukim bertopeng yang membawa tongkat menyerang diplomat Prancis, Belgia, dan Polandia, serta pemetik zaitun Palestina di Desa Taybeh, dekat Ramallah, Tepi Barat.

Para pemukim memecahkan jendela sebuah kendaraan milik konsulat Belgia dan meminta para diplomat serta penumpang untuk menunjukkan dokumen identitas mereka, kata sumber-sumber setempat dan keamanan Palestina kepada Xinhua.

Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa kunjungan para diplomat tersebut tidak dikoordinasikan dengan militer dan tidak ada tentara IDF di lokasi saat serangan terjadi, karena panggilan itu dialihkan ke ruang operasi divisi yang menangani laporan dari personel keamanan, bukan warga sipil.

Kepolisian Israel mengatakan bahwa mereka telah membuka penyelidikan dan memberi tahu Kementerian Luar Negeri Israel guna membantu menemukan para diplomat yang diserang, mengumpulkan keterangan, dan mengidentifikasi para pelaku penyerangan.

“Kepolisian Israel mengecam segala bentuk kekerasan dan akan melanjutkan penyelidikan ini hingga tuntas, membawa semua pihak yang terlibat dalam insiden semacam itu ke pengadilan,” menurut pernyataan polisi.

Baca Juga:  Misbakhun Ajak Kader Golkar Sukseskan Program Prabowo

IDF mengecam serangan tersebut sebagai tindakan kekerasan serius terhadap perwakilan diplomatik, dan mengatakan bahwa polisi dan penyelidik forensik memasuki area itu di bawah perlindungan militer guna mengumpulkan bukti dan meminta keterangan saksi.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar dalam sebuah pernyataan mengecam “tindakan kekerasan serius yang dilakukan oleh perusuh Israel di daerah Taybeh,” dan mengatakan kementeriannya sedang berkomunikasi dengan duta besar negara-negara terkait untuk membantu aparat penegak hukum, yang sedang berupaya mengidentifikasi para pelaku penyerangan dan menyeret mereka ke pengadilan.

Namun, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding adanya kampanye “pencemaran nama baik” terhadap para pemukim Israel saat dia berupaya meragukan keadaan seputar serangan tersebut.

“Laporan-laporan ini muncul di tengah kekhawatiran mengenai kampanye terkoordinasi untuk mencemarkan nama baik Israel dan warga Yahudi di Yudea dan Samaria saat musim panen zaitun tahunan, dengan mengandalkan judul berita sensasional sebelum fakta lengkap terungkap,” kata kantornya, menggunakan sebutan alkitabiah untuk Tepi Barat.

Sementara itu, para pemukim di berbagai wilayah Tepi Barat menyerang para pemanen zaitun dan petani Palestina, memukuli dan menembak sejumlah orang, mencuri peralatan pertanian, serta memaksa petani meninggalkan lahan mereka, menurut sumber-sumber setempat.

Pasukan Israel juga dilaporkan menembakkan gas air mata, sementara seorang penjaga permukiman menembakkan peluru tajam, yang memicu kebakaran. Para pemukim juga mendirikan sebuah pos permukiman baru yang menargetkan para pemanen zaitun.

Baca Juga:  AS-Israel Penyebab Timbulnya Bahaya Lingkungan

Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman di bawah Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) melaporkan 40 serangan yang dilakukan pemukim dan pasukan Israel terhadap petani, lahan, serta tanaman mereka.

Wakil Presiden Otoritas Palestina Hussein al-Sheikh mengecam serangan terhadap diplomat asing itu, serta menyebut para pelaku sebagai “geng teroris kolonial.” Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyatakan pemerintah Israel harus bertanggung jawab dan menuntut akuntabilitas. Lebih dari setengah juta pemukim Israel tinggal di Tepi Barat, yang diduduki Israel pada 1967, bersama dengan sekitar 3,4 juta warga Palestina.

Pada Sabtu yang sama, petugas polisi Palestina Abdul Jawad Joudah tewas dalam serangan udara Israel di sebuah pos polisi di Rafah, Jalur Gaza selatan, menurut sumber Palestina.Sejak gencatan senjata antara Hamas dan Israel berlaku pada Oktober 2025, serangan Israel telah menewaskan 1.511 orang, menjadikan total korban tewas sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.469, menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Sabtu. []


Penulis : Romy


Editor : Nara


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok
Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi
Permata Gelar Istighosah Di Kasui
IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut
Jakarta Game On 2026 Dorong Eekosistem Game dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Mesuji Gelar Subuh Keliling Serap Aspirasi Masyarakat
APINDO Diharap Perkuat Ekosistem Usaha dan Pemberdayaan UMKM
Pemprov Lampung Dorong Inovasi Kampus dan Penguatan UMKM

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:22 WIB

IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mempelajari pertanian cerdas dalam kunjungannya di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:38 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha di Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:32 WIB

Berita Utama

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:04 WIB

Para petani Palestina terlihat di sebuah pos pemeriksaan militer Israel setelah pasukan tersebut mencegah mereka memanen zaitun di lahan mereka, di Desa Salem, sebelah timur Nablus, di Tepi Barat, pada 17 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:28 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal niaga yang terdampar di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua)

Berita Utama

IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:22 WIB