Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) dan GEM Co., Ltd. menandatangani kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Sulawesi Tengah pada 19 Oktober 2026 di Jakarta Selatan. (Xinhua)

PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) dan GEM Co., Ltd. menandatangani kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Sulawesi Tengah pada 19 Oktober 2026 di Jakarta Selatan. (Xinhua)

JAKARTA-PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) menggandeng GEM Co., Ltd., perusahaan asal Tiongkok, untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kerja sama itu tertuang dalam dua nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), masing-masing antara Dayabumi Energi dan International Green Industrial Park (IGIP), dan antara Dayabumi Energi dan PT QMB New Energy Materials Indonesia, yang diteken di Jakarta pada Senin (19/10).

Chairman GEM Group Prof. Xu Kaihua menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia saat ini tengah fokus mempromosikan proyek energi terbarukan berkapasitas 100 gigawatt (GW). Disampaikan Xu, penandatanganan itu merupakan langkah nyata bagi perusahaan Tiongkok dan Indonesia untuk bekerja sama melaksanakan proyek strategis nasional tersebut.

Baca Juga:  Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama

“Melalui kolaborasi dengan Dayabumi Energi, kami ingin memperluas pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung kebutuhan kawasan industri sekaligus mendorong transformasi menuju industri yang lebih rendah karbon,” ujar Xu.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Komite Tiongkok Garibaldi Thohir menuturkan bahwa GEM Group telah menjadi model bagi perusahaan multinasional untuk berinvestasi di Indonesia. Tak hanya itu, GEM Group juga antusias mendukung pendidikan lokal dan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Di tengah kondisi geopolitik saat ini, Garibaldi menilai bahwa kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok perlu diperkuat.

“Jika kedua belah pihak menjalin hubungan kerja sama yang baik, baik perusahaan Indonesia maupun Tiongkok dapat menjadi perusahaan terkemuka di dunia,” imbuh Garibaldi.Adapun, pembangunan IGIP yang dipimpin oleh GEM direncanakan memiliki luas 1.500 hektare dengan total investasi akan mencapai lebih dari 10 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp18.006).

Baca Juga:  Inafis Polres Mesuji Olah TKP Jasad Wanita di Kebun Sawit

Dengan tujuan “desain serba ramah lingkungan dan operasi nol karbon,” GEM berkomitmen untuk membangun kawasan industri sumber daya nikel nol karbon pertama di dunia.Penandatanganan kerja sama dasar energi hijau itu mengindikasikan bahwa jalur nol karbon IGIP telah berkembang menjadi “membangun bersama dengan mitra Indonesia.”

Di saat yang sama, bagi QMB, yang telah beroperasi selama empat tahun, energi ramah lingkungan akan menjadi bagian penting dalam memangkas biaya operasional di masa mendatang. []


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Romy


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi
APBD Lampung: Pendapatan Rp7,23 T, Belanja Rp6,93 T
Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Daerah
SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat
Tekanan Biaya, BBC Tutup Tiga Saluran Televisi dan Radio
Ancam Tembak Trump, Pria 24 Tahun Ditangkap
Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen
Seni Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:20 WIB

APBD Lampung: Pendapatan Rp7,23 T, Belanja Rp6,93 T

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:30 WIB

SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Berita Terbaru

PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) dan GEM Co., Ltd. menandatangani kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Sulawesi Tengah pada 19 Oktober 2026 di Jakarta Selatan. (Xinhua)

Berita Utama

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:25 WIB

Noor Sona Maesana Mushonnif, staf khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), memberi pidato pada acara Dialog Global South: Forum Meja Bundar Tiongkok-Indonesia di Jakarta, 19 Oktober, 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:23 WIB

Berita Utama

APBD Lampung: Pendapatan Rp7,23 T, Belanja Rp6,93 T

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:20 WIB

Berita Utama

Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Daerah

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:01 WIB

Berita Utama

SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:30 WIB