Indonesia Lirik Kolaborasi Pengobatan Modern dan Tradisional China

Rabu, 23 September 2026 | 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Maya Septriana Tjin, ketua Perkumpulan Pendidikan Tinggi Kesehatan Tradisional Indonesia (PPTKTI) sekaligus profesor di Universitas Airlangga, menghadiri upacara pembukaan Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026 di Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur, pada 17 September 2026. (Xinhua)

Maya Septriana Tjin, ketua Perkumpulan Pendidikan Tinggi Kesehatan Tradisional Indonesia (PPTKTI) sekaligus profesor di Universitas Airlangga, menghadiri upacara pembukaan Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026 di Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur, pada 17 September 2026. (Xinhua)

NANCHANG-Moksibusi sensitif panas (heat-sensitive moxibustion) menjadi topik hangat di kalangan pakar pengobatan tradisional Indonesia dalam Forum Pengobatan Tradisional Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) 2026 yang baru saja berakhir di Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok Timur.

Para pakar Indonesia yang menghadiri forum tersebut menyampaikan harapan untuk membawa moksibusi sensitif panas dan berbagai terapi khas pengobatan tradisional Tiongkok (traditional Chinese medicine/TCM) lainnya ke Indonesia, guna mendorong pengembangan terpadu antara TCM dan pengobatan tradisional Indonesia serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat kedua negara.

“Hal yang paling mengesankan bagi saya dalam forum ini adalah moksibusi sensitif panas,” kata Maya Septriana Tjin, ketua Perkumpulan Pendidikan Tinggi Kesehatan Tradisional Indonesia (PPTKTI) sekaligus profesor di Universitas Airlangga. Dia mengatakan bahwa hanya sedikit masyarakat di Indonesia yang mengenal terapi tersebut. “Saya ingin mempelajari moksibusi sensitif panas dan membawa teknik pengobatan tersebut kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Pada 1996, Maya pergi ke Beijing untuk mempelajari TCM dan akupunktur. Dia datang ke Jiangxi pada 2023 untuk menempuh pendidikan doktoral, dan ini merupakan kali pertamanya menghadiri Forum Pengobatan Tradisional SCO. Dalam kunjungan tersebut, Maya juga memimpin timnya mengunjungi dan belajar di Universitas Pengobatan Tiongkok Jiangxi (Jiangxi University of Chinese Medicine) serta rumah sakit afiliasinya, dengan harapan dapat membawa teknik moksibusi sensitif panas kembali ke Indonesia.

Baca Juga:  Ekonomi Konser Subur, Bisnis Sewa Ponsel Laris Manis

“Ketika saya mempelajari akupunktur 30 tahun lalu, yang ada hanya akupunktur konvensional. Kali ini, saya mengenal teknik-teknik baru seperti dermal needling, embedded needling, moksibusi sensitif panas, serta diagnosis dan TCM berbasis AI, dan saya benar-benar merasakan pencapaian modern dalam TCM,” ujar Maya.

“Saya merasa sangat terhormat diundang ke forum ini. Saya percaya forum ini sangat bermanfaat untuk memperdalam pemahaman mengenai TCM dan mendorong kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok di bidang TCM,” ungkap dokter Willie Japaries, yang menjabat sebagai direktur TCM Service Center di Institut Nalanda Indonesia.

“Dulu saya adalah dokter medis Barat. Saya sangat memahami bahwa pengobatan konvensional memiliki efektivitas yang terbatas dalam menangani penyakit kronis, penyakit metabolik, kanker, dan kondisi lainnya. Misalnya, untuk nyeri yang disebabkan oleh hernia diskus servikal dan lumbal, ketika pasien tidak bersedia atau tidak dapat menjalani operasi, akupunktur dapat dikombinasikan dengan tuina untuk membantu memperbaiki kondisi mereka dan menghindari operasi,” papar Willie.

Baca Juga:  Pemuda Indonesia Rasakan Pesona Budaya Tiongkok di Ningxia

“TCM dapat dikombinasikan dan diintegrasikan secara harmonis dengan pengobatan tradisional Indonesia, sehingga kedua negara dan masyarakat kedua negara dapat memperoleh manfaat dari kerja sama Indonesia dan Tiongkok di bidang pengobatan tradisional,” kata Willie, seraya menyebutkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya herbal yang melimpah, tetapi sistem pengetahuan teoretis terkait masih belum lengkap.

Willie menjelaskan bahwa pendidikan tinggi dalam bidang pengobatan tradisional di Indonesia telah berlangsung sekitar 30 tahun, tetapi hanya empat atau lima universitas yang menawarkan program bergelar di bidang tersebut. “Kami tidak memiliki rumah sakit yang mengkhususkan diri pada pengobatan tradisional seperti di Tiongkok. Indonesia dapat belajar dari model Tiongkok untuk mengembangkan diagnosis dan pengobatan terpadu yang menggabungkan TCM dan pengobatan konvensional,” tuturnya.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Upaya Xi Jinping Jembatani Hubungan Tiongkok-AS
Waketum Golkar: Lihat Secara Proposional Polemik Misbakhun 
Menuju Jurnalis Profesional, JMSI Bersama Dewan Pers dan LUKW Pikiran Rakyat Gelar UKW
Polri Periksa ATR/BPN Dalam Kasus Dugaan Korupsi Tanah 4,8 T Di Bali
KPK Duga Ada Penerimaan Uang Hasil Korupsi Besar di Kementerian ATR/BPN
Paulus Petrus dalam ‘Ageman’; Tokoh Tionghoa ini Pesankan Kesejatian Beragama
Bangunan Rusak Tempat Perlindungan Pengungsi Rubuh, 21 Tewas
Kualitas Pendidikan Lampung Selatan Makin Berkualitas

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:42 WIB

Indonesia Lirik Kolaborasi Pengobatan Modern dan Tradisional China

Selasa, 22 September 2026 - 22:20 WIB

Upaya Xi Jinping Jembatani Hubungan Tiongkok-AS

Minggu, 20 September 2026 - 10:21 WIB

Waketum Golkar: Lihat Secara Proposional Polemik Misbakhun 

Jumat, 18 September 2026 - 15:25 WIB

Menuju Jurnalis Profesional, JMSI Bersama Dewan Pers dan LUKW Pikiran Rakyat Gelar UKW

Jumat, 18 September 2026 - 10:22 WIB

Polri Periksa ATR/BPN Dalam Kasus Dugaan Korupsi Tanah 4,8 T Di Bali

Berita Terbaru


Jejak cahaya terlihat di atas Yerusalem saat terjadi serangan rudal yang dilancarkan Iran ke Israel pada 13 Juni 2025. Jarak Iran-Israel, Rata-rata yang dipakai militer: kisaran 1.300 - 1.500 km, beberapa sumber menyebut 1.300 - 1.770 km. Tiba di Israel sampai 13-15 Menit (Xinhua)

#indonesiaswasembada

AS Pening, Rudal Iran Tiba 13′-15′ ke Israel dengan Jarak 1.700 Km

Rabu, 23 Sep 2026 - 10:33 WIB


Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diselenggarakan di markas besar PBB di New York pada 22 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Disebut Trump ‘Negara Gagal’, Kuba WO dari Sidang PBB

Rabu, 23 Sep 2026 - 08:38 WIB

Ahmad Novriwan dan Anton Kurniawan, Ketua dan Sekretaris JMSI Lampung

Berita Utama

JMSI Lampung Terima Anugerah Unila Be Strong 2026

Rabu, 23 Sep 2026 - 07:09 WIB