PBB-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (21/9) mengecam serangan Houthi yang terus berlanjut terhadap Arab Saudi sembari mendesak semua pihak untuk menahan diri dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
“Kami menegaskan kembali kecaman kami atas serangan lintas batas Houthi yang terus berlanjut terhadap Arab Saudi, termasuk upaya menargetkan ibu kota Riyadh. Dan hal ini selain serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur energi di wilayah lainnya di Arab Saudi,” ujar Stephane Dujarric, juru bicara sekretaris jenderal PBB.
“Kami tetap sangat prihatin terhadap eskalasi militer yang sedang berlangsung di dan sekitar Yaman, termasuk serangan Houthi di Taiz, Lahj, serta Marib, yang membawa konsekuensi serius bagi warga sipil di Yaman dan seluruh kawasan tersebut,” ujar Dujarric kepada awak media dalam konferensi pers.
PBB mendesak para pihak terkait agar menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional, yang mencakup larangan melakukan serangan langsung terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, tuturnya.
Menurut Dujarric, Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg saat ini berada di Muscat untuk bertemu dengan para pejabat senior Oman dan perwakilan Houthi.
130.000 Orang Mengungsi di Yaman
Hampir 130.000 orang telah mengungsi di tujuh kegubernuran di Yaman akibat situasi keamanan yang memburuk, dengan banyak di antara mereka terpaksa mengungsi berulang kali, kata Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada Senin (21/9).
“Jumlahnya terus bertambah. Pada 18 September, kami mencatat 118.086 orang pengungsi. Tiga hari kemudian, angkanya bertambah 11.352 orang,” kata Direktur Regional IOM untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Othman Belbeisi.
Menurut data terbaru IOM, Kegubernuran Taiz menampung jumlah pengungsi terbanyak, yakni 73.494 orang. Yaman telah dilanda konflik sejak 2014, ketika kelompok Houthi menguasai sebagian wilayah negara tersebut, termasuk ibu kota Sanaa. Kondisi itu mendorong intervensi militer yang dipimpin Arab Saudi pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional. Konflik bertahun-tahun, kesulitan ekonomi, dan bencana alam yang berulang telah menyebabkan jutaan warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, hingga Minggu (20/9) malam waktu setempat, sebanyak 3.106 orang telah menyeberangi Laut Merah dari Yaman menuju Djibouti, kata badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta




![Uang Tekenan Purbaya Diburu [LL]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Uang-Purbaya-Diburu-225x129.jpg)

![Perkuat Karakter Pramuka Dukung Pembangunan Lampung [Pl]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Perkat-Karakter-Pramuka-Dukung-Pembangunan-Lampung-225x129.jpg)
![Didit Putra Erlangga [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Didit-225x129.jpg)


![Uang Tekenan Purbaya Diburu [LL]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Uang-Purbaya-Diburu-129x85.jpg)

![Perkuat Karakter Pramuka Dukung Pembangunan Lampung [Pl]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Perkat-Karakter-Pramuka-Dukung-Pembangunan-Lampung-129x85.jpg)
![Didit Putra Erlangga [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Didit-129x85.jpg)


