Pemuda Indonesia Rasakan Pesona Budaya Tiongkok di Ningxia

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Foto yang diabadikan pada 14 Agustus 2026 ini menunjukkan para pemuda mancanegara yang mengikuti Kamp Persahabatan Pemuda Internasional Ningxia berfoto bersama di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia di Tiongkok barat laut. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 14 Agustus 2026 ini menunjukkan para pemuda mancanegara yang mengikuti Kamp Persahabatan Pemuda Internasional Ningxia berfoto bersama di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia di Tiongkok barat laut. (Xinhua)

YINCHUAN-Bagi Reyna Senna, seorang pemudi asal Indonesia, mencicipi pangsit Tiongkok yang hangat dan lezat di sebuah desa di Tiongkok Barat Laut merupakan pengalaman yang sangat baru, unik, dan tak terlupakan.

“Berkat Kamp Persahabatan Pemuda Internasional Ningxia ini, saya memiliki kesempatan untuk pertama kalinya menginap di sebuah rumah keluarga biasa di Tiongkok, khususnya di daerah pedesaan, dan mengenal seperti apa kehidupan pedesaan di Tiongkok. Ikut membuat pangsit dengan nenek di bawah punjung anggur dan pohon persik menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan,” kata Reyna penuh rasa haru.

Puluhan pemuda asal Indonesia, Kanada, Georgia, dan negara-negara lain mengikuti kamp tersebut dan berkumpul di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia di Tiongkok barat laut. Mereka secara langsung merasakan kehidupan warga di Ningxia, mengunjungi berbagai situs warisan budaya, mendatangi perkebunan beri Gouqi, dan menikmati pemandangan alam yang memukau di Ningxia.

Anggita Pramestya merupakan peserta lainnya yang berasal dari Indonesia. Bagi Anggita, yang paling mengesankan di Ningxia adalah kuliner lokalnya. Sebagai daerah otonom etnis Hui, yang dihuni banyak Muslim, kebanyakan makanan khas di Ningxia adalah halal. Namun, Anggita mengaku lezatnya kuliner Ningxia berbeda dengan Indonesia. “Rasanya sedikit mirip dengan lada, tetapi tak pernah saya cicipi di Indonesia. Enak dan baru bagi saya,” ujarnya.

Baca Juga:  Kualitas Pendidikan Lampung Selatan Makin Berkualitas

Di atas perahu di Danau Situs Pariwisata Ekologis Shahu, ketua tim pemuda Indonesia Caezar Nirwana dengan gembira bercengkerama dengan para mitra lokal. Sebagai mahasiswa yang telah menempuh pendidikan di Tiongkok selama bertahun-tahun, Caezar, atau akrab dipanggil Wang Zhengguang oleh teman-teman Tiongkoknya, lebih mengenal pembangunan dan keadaan sosial Tiongkok.

“Dulu, saya lebih banyak hidup di kota-kota besar dan ramai di Tiongkok, di mana gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi. Namun di Ningxia, suasananya berbeda. Saya menyaksikan kebudayaan lokal yang dinamis dan pemandangan alam yang menakjubkan,” ujar Caezar.

Priscilla Kannitha Saputri juga mengaku terpukau dengan pemandangan di taman Shahu. Sambil mendengarkan kicauan burung di antara tumbuhan rami yang rimbun, dia mengambil segenggam pasir halus di tepi danau. Priscilla mengatakan dirinya terpesona dengan pemandangan alam yang menenangkan di Ningxia.

Di Museum Xixia Ningxia, Reyna merenung di depan peninggalan senjata kuno yang dipamerkan, memikirkan adegan perang pedang yang pernah terjadi di Ningxia ribuan tahun silam. Sambil memandang Pegunungan Helan di kejauhan dan peninggalan bangunan bersejarah, Reyna mengatakan sulit membayangkan betapa banyak kisah yang terjadi di sini serta “semua hal menarik dan misterius di dalamnya.”

Baca Juga:  Mori Hanafi: Kapal Tua Lemah Sistem Keselamatan

Reyna juga membawa pulang hadiah buatan tangannya sendiri dari Ningxia untuk ibunya, yaitu sebuah kantong pewangi herbal tradisional Tiongkok. “Saya memasukkan daun mugwort dan mentol ke dalamnya dan menjahitnya sendiri dengan tangan. Saya memilih warna biru karena biru adalah warna favorit ibu saya,” tuturnya.

Kamp ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta mancanegara untuk saling mengenal. Dalam pesta malam di daerah gurun Ningxia, Anggita mengenakan pakaian tradisional Indonesia dan menampilkan tarian rakyat, sambil belajar kesenian dari negara asal teman-temannya.

“Perjalanan di Ningxia singkat namun sepertinya menabur benih persahabatan di lubuk hati para pemuda,” kata Caezar dalam sesi penutupan. []


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB