Klaim Trump Hormuz Bebas Ranjau, JMIC: Masih Ada

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turkiye, belum lama ini. (Xinhua)

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turkiye, belum lama ini. (Xinhua)

WASHINGTON-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (25/8) mengatakan seluruh ranjau di perairan internasional Selat Hormuz telah disingkirkan atau diledakkan, seraya memperingatkan bahwa setiap kapal yang memasang ranjau baru akan dihancurkan.

“Saya baru saja mendapatkan informasi dari Angkatan Laut AS bahwa semua ranjau telah disingkirkan dan/atau diledakkan dari perairan internasional Selat Hormuz,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

“Iran telah diberi tahu bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan segera dan secara sistematis dihancurkan,” tulis Trump. “Kebijakan Nol Toleransi terhadap pemasangan ranjau diberlakukan sepenuhnya.”

Baca Juga:  Peringati HUT ke 25, DPC Partai Demokrat Mesuji Lakukan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri 

Trump menambahkan bahwa Angkatan Antariksa AS “mengawasi setiap inci persegi Selat tersebut,” serta Gunung Pickaxe di Iran dan tiga fasilitas nuklir lainnya yang sebelumnya telah dihancurkan AS.

Trump tidak memberikan rincian mengenai operasi pembersihan ranjau tersebut maupun menyebutkan seberapa banyak ranjau yang telah disingkirkan atau diledakkan. Trump tidak kasih detail operasi, berapa ranjau, siapa yang bersihkan. Bahkan laporan intelijen sebelumnya bilang Iran masih pegang 80-90% kapal kecil dan kapal peletus ranjau, jadi masih bisa pasang ratusan ranjau kalau mau.

Baca Juga:  Ben Moss Gantikan Scharf Jadi Asisten Trump

Dan justru setelah Trump klaim clear, Joint Maritime Information Centre (JMIC) masih kasih warning bahwa risiko ranjau di Hormuz masih ada. Untuk diketahui, JMIC adalah entitas yang beroperasi di bawah Combined Maritime Forces (CMF) – koalisi angkatan laut 30+ negara yang markasnya di Bahrain, dipimpin AS.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung
Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS
Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik
Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan
Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung 2026-2030, Dikukuhkan
Guncang Industri Sinema Indonesia, Dua Siswi MTs Muhammadiyah Bintangi Film ‘Ageman’
Suling Jembatani Pertukaran Budaya Tiongkok-Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 23:41 WIB

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 September 2026 - 23:32 WIB

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 September 2026 - 23:26 WIB

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 September 2026 - 21:12 WIB

Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan

Minggu, 6 September 2026 - 20:45 WIB

Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:41 WIB

#indonesiaswasembada

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:32 WIB

Virgandhi Prayudantoro, direktur pemberitaan Kantor Berita ANTARA, menyampaikan pidatonya pada Forum Media Asia-Pasifik yang digelar di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:26 WIB