WASHINGTON-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (25/8) mengatakan seluruh ranjau di perairan internasional Selat Hormuz telah disingkirkan atau diledakkan, seraya memperingatkan bahwa setiap kapal yang memasang ranjau baru akan dihancurkan.
“Saya baru saja mendapatkan informasi dari Angkatan Laut AS bahwa semua ranjau telah disingkirkan dan/atau diledakkan dari perairan internasional Selat Hormuz,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
“Iran telah diberi tahu bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan segera dan secara sistematis dihancurkan,” tulis Trump. “Kebijakan Nol Toleransi terhadap pemasangan ranjau diberlakukan sepenuhnya.”
Trump menambahkan bahwa Angkatan Antariksa AS “mengawasi setiap inci persegi Selat tersebut,” serta Gunung Pickaxe di Iran dan tiga fasilitas nuklir lainnya yang sebelumnya telah dihancurkan AS.
Trump tidak memberikan rincian mengenai operasi pembersihan ranjau tersebut maupun menyebutkan seberapa banyak ranjau yang telah disingkirkan atau diledakkan. Trump tidak kasih detail operasi, berapa ranjau, siapa yang bersihkan. Bahkan laporan intelijen sebelumnya bilang Iran masih pegang 80-90% kapal kecil dan kapal peletus ranjau, jadi masih bisa pasang ratusan ranjau kalau mau.
Dan justru setelah Trump klaim clear, Joint Maritime Information Centre (JMIC) masih kasih warning bahwa risiko ranjau di Hormuz masih ada. Untuk diketahui, JMIC adalah entitas yang beroperasi di bawah Combined Maritime Forces (CMF) – koalisi angkatan laut 30+ negara yang markasnya di Bahrain, dipimpin AS.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta

















