Interaksi Xi Jinping-Trump Pandu Hubungan Tiongkok-AS

Selasa, 22 September 2026 | 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan tertutup di Zhongnanhai di Beijing, ibu kota Tiongkok, pada 15 Mei 2026. (Xinhua)

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan tertutup di Zhongnanhai di Beijing, ibu kota Tiongkok, pada 15 Mei 2026. (Xinhua)

BEIJING-Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan melakukan perjalanan ke Washington untuk kunjungan kenegaraan dan pertemuan penting dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dengan kunjungan tersebut, kedua presiden diperkirakan akan menyelesaikan rangkaian kunjungan timbal balik dalam beberapa bulan. Perjalanan mendatang itu akan menjadi kunjungan kenegaraan kedua Xi ke AS setelah kunjungan pertamanya pada 2015.

Setelah lebih dari satu dekade berlalu, hubungan bilateral paling penting di dunia itu telah melalui perjalanan penuh gejolak. Bagaimana Beijing dan Washington mengelola hubungan, serta menemukan ruang untuk bekerja sama, kini semakin berpengaruh bagi kedua negara dan dunia. Pada Mei, saat Xi menjamu Trump di Beijing, dia membuka pembicaraan mereka dengan tiga pertanyaan.

“Apakah Tiongkok dan AS dapat mengatasi Perangkap Thucydides (Thucydides Trap), serta menciptakan paradigma baru hubungan antara negara-negara besar? Apakah kita dapat bersama-sama menghadapi tantangan global dan memberikan stabilitas yang lebih besar bagi dunia? Apakah kita dapat bersama-sama membangun masa depan yang cerah bagi hubungan bilateral kita demi kesejahteraan kedua bangsa dan masa depan umat manusia?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dikemukakan dengan latar belakang hubungan bilateral yang bergejolak selama bertahun-tahun, mulai dari sengketa dagang hingga pembatasan teknologi. Xi telah berulang kali menekankan perlunya menemukan cara yang tepat agar kedua negara besar di dunia itu dapat berhubungan baik.

Baca Juga:  Awal September, Lima Kades di Kecamatan RJU Mesuji Habis Masa Jabatannya
Presiden Tiongkok Xi Jinping menyambut Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat kedatangan Trump di Zhongnanhai di Beijing, ibu kota Tiongkok, pada 15 Mei 2026. (Xinhua)

Pertemuan tingkat tinggi di Beijing itu memberikan momentum baru bagi upaya tersebut. Xi dan Trump telah menyepakati sebuah visi baru untuk membangun hubungan Tiongkok-AS yang konstruktif dengan stabilitas strategis selama tiga tahun ke depan dan seterusnya.

“Hal tersebut menandai pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade bagi Tiongkok dan AS mencapai konsensus mengenai cara mendefinisikan hubungan yang secara luas diakui oleh para pemimpin dari kedua belah pihak,” ujar Da Wei, direktur Pusat Keamanan dan Strategi Internasional Universitas Tsinghua.

Selama beberapa waktu, hubungan Tiongkok-AS berjalan di jalur yang ditetapkan oleh kedua pemimpin tersebut. “Diplomasi kepala negara merupakan jangkar hubungan Tiongkok-AS,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Tiongkok Wang Yi pada Kamis (17/9) dalam panggilan telepon dengan Menlu AS Marco Rubio sebagai bagian dari persiapan pertemuan itu.

Sejak Trump terpilih kembali, Xi terus menjalin komunikasi dengannya melalui berbagai cara, seperti pertemuan tatap muka dan panggilan telepon, yang terkadang berlangsung dalam format kasual. Dalam kunjungan pada Mei lalu, Xi mengundang Trump ke Zhongnanhai, kompleks kepemimpinan di pusat kota Beijing, untuk melakukan pertemuan tertutup, sebuah undangan yang diberikan hanya kepada segelintir pemimpin asing.

Baca Juga:  Bhayangkari Polda Lampung Kunker keĀ  Mesuji
Presiden Tiongkok Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan, bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ibu Negara AS Melania Trump mendengarkan cucu-cucu Trump menyanyikan lagu rakyat Tiongkok dan mengutip karya sastra klasik Tiongkok di resor Mar-a-Lago di Florida, AS, pada 6 April 2017. (Xinhua)

Xi dan Trump berjalan-jalan di taman kompleks tersebut, mengobrol, dan sesekali berhenti sejenak untuk mengagumi pohon-pohon kuno yang menjulang tinggi serta bunga-bunga mawar Tiongkok yang sedang bermekaran.

“Sementara Presiden Trump berharap dapat menjadikan Amerika kembali hebat, saya berkomitmen untuk memimpin rakyat Tiongkok menuju peremajaan nasional,” tutur Xi saat kedua pemimpin itu duduk bersama untuk berbincang sambil minum teh.

Xi mendorong kedua belah pihak untuk tetap menuju ke arah yang benar, menghindari gangguan, dan mendorong perkembangan hubungan bilateral yang stabil. Momen-momen di luar meja pertemuan formal seperti itu telah menjadi ciri khas dari interaksi Xi dengan Trump, yang memberikan suasana lebih personal untuk saling memahami negara serta sudut pandang satu sama lain.

Interaksi serupa sudah berlangsung sejak pertemuan pertama Xi dengan Trump pada 2017. Di Mar-a-Lago, kediaman pribadi Trump di Florida, Xi memberinya sebuah karya kaligrafi Tionghoa yang bertuliskan pepatah kuno, “Menara sembilan lantai berawal dari setumpuk tanah; perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah.”

Pesan tersebut mengandung sebuah metafora mengenai hubungan yang menurut harapan Xi dapat dibangun oleh kedua negara. Dia menyampaikan kepada Trump bahwa kedua pemimpin dapat menggalang dukungan dari orang-orang di kedua negara yang memiliki iktikad baik dan antusiasme untuk memajukan hubungan Tiongkok-AS, serta membangun hubungan tersebut selapis demi selapis, sehingga menjadikannya lebih kuat, lebih tinggi, dan lebih gemilang.[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dilarang Masuk Gedung Putih, CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Trump
Polres Mesuji Laksanakan Patroli Sambang, di Tenda Warga Pendudukan Lahan PT PAL
Uang Rp100 Ribu Th 2026 Tandatangan Purbaya Diburu
PBB Kecam Serangan Houthi yang Berlanjut ke Arab Saudi
Perkuat Karakter Pramuka, Dukung Pembangunan Daerah
Paradoks Interaksi Warganet Indonesia di Media Sosial
Mori Hanafi: Kapal Tua Lemah Sistem Keselamatan
Kemdiktisaintek: Pendidikan Gratis Hingga PT Masih di Hitung

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 22:49 WIB

Dilarang Masuk Gedung Putih, CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Trump

Selasa, 22 September 2026 - 22:33 WIB

Polres Mesuji Laksanakan Patroli Sambang, di Tenda Warga Pendudukan Lahan PT PAL

Selasa, 22 September 2026 - 22:00 WIB

Interaksi Xi Jinping-Trump Pandu Hubungan Tiongkok-AS

Selasa, 22 September 2026 - 16:22 WIB

Uang Rp100 Ribu Th 2026 Tandatangan Purbaya Diburu

Selasa, 22 September 2026 - 16:00 WIB

Perkuat Karakter Pramuka, Dukung Pembangunan Daerah

Berita Terbaru


Sejumlah orang berdiri di depan pagar yang mengelilingi Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 7 Juni 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Dilarang Masuk Gedung Putih, CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Trump

Selasa, 22 Sep 2026 - 22:49 WIB


Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan tertutup di Zhongnanhai di Beijing, ibu kota Tiongkok, pada 15 Mei 2026. (Xinhua)

Lainnya

Upaya Xi Jinping Jembatani Hubungan Tiongkok-AS

Selasa, 22 Sep 2026 - 22:20 WIB


Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan tertutup di Zhongnanhai di Beijing, ibu kota Tiongkok, pada 15 Mei 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Interaksi Xi Jinping-Trump Pandu Hubungan Tiongkok-AS

Selasa, 22 Sep 2026 - 22:00 WIB

Uang Tekenan Purbaya Diburu [LL]

Berita Utama

Uang Rp100 Ribu Th 2026 Tandatangan Purbaya Diburu

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:22 WIB