GAZA – Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) telah memberitahukan kepada para mediator mengenai persetujuannya terhadap draf final peta jalan perjanjian gencatan senjata Gaza fase kedua. Hal ini dikonfirmasi sejumlah sumber Palestina kepada kantor berita Xinhua pada Jumat (31/7).
Saat ini, para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki sedang menunggu tanggapan dari pihak Israel sebelum memfinalisasi kesepakatan dan mengumumkan dimulainya pelaksanaan fase kedua perjanjian tersebut.
Dalam pernyataan persnya, Ghazi Hamad, anggota delegasi perunding Hamas, menyatakan persetujuan diberikan terhadap rencana yang diajukan oleh Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi untuk Gaza dari Dewan Perdamaian pimpinan Amerika Serikat, setelah sejumlah ketentuan di dalamnya mengalami perubahan. Hamad menegaskan pernyataan resmi dari pihak Hamas akan segera dirilis.
Proses perundingan ini digambarkan sebagai perjalanan yang “sulit dan berat”, namun pihaknya terus berupaya merumuskan kesepakatan terbaik demi kepentingan rakyat Palestina. Hamas bersama faksi Palestina lainnya telah menyepakati mekanisme pelaksanaan fase kedua, termasuk proses bertahap pendaftaran dan penyimpanan senjata di bawah pengawasan komite nasional Palestina.
Pihak Hamas dengan tegas membantah isu yang menyebutkan kesepakatan ini berisi pelucutan senjata. Hamad menegaskan pengaturan terkait senjata saling berkaitan dengan ketentuan lain dalam perjanjian, utamanya penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza serta dimulainya proses rekonstruksi. Ia menegaskan Hamas hanya akan melaksanakan kewajibannya jika pihak Israel juga memenuhi kewajiban yang telah disepakati, dan militer Israel sama sekali tidak terlibat dalam proses pengelolaan senjata tersebut.
Perundingan ini berlangsung di Kairo sejak Rabu (29/7), yang melibatkan perwakilan Hamas, pejabat Mesir, serta mediator dari Qatar dan Turki. Pembahasan berpusat pada transisi menuju fase kedua gencatan senjata serta penyelesaian isu keamanan, administrasi, dan politik yang masih tertunda, melanjutkan pembicaraan yang sudah dimulai sejak Juni lalu.
Perkembangan ini terjadi tak lama setelah Hamas menyelesaikan pemilihan internal yang menetapkan Khalil al-Hayya sebagai kepala biro politik yang baru. Pejabat Palestina menyebut kepemimpinan baru ini menunjukkan kesiapan mengambil keputusan politik penting di tengah memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza, guna memperkuat gencatan senjata dan membuka jalan bagi pembangunan kembali wilayah tersebut.[]
Penulis : Heri S
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta


![Genjatan Senjata di Gaza [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Genjatan-Senjata-di-Gaza.jpg)

![Deputy Chief Editor IDX Channel Herik Kurniawan memberi Penghargaan Utama ESG untuk sektor Perindustrian dan Jasa Komersial kepada wakil IMIP Dermawati Sihite pada ajang IDX Channel ESG Awards 2026, di Jakarta, pada 29 Juli 2026. [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/IMP-225x129.jpg)
![Genjatan Senjata di Gaza [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Genjatan-Senjata-di-Gaza-225x129.jpg)



![Petani Garam [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/image-225x129.jpg)
![Deputy Chief Editor IDX Channel Herik Kurniawan memberi Penghargaan Utama ESG untuk sektor Perindustrian dan Jasa Komersial kepada wakil IMIP Dermawati Sihite pada ajang IDX Channel ESG Awards 2026, di Jakarta, pada 29 Juli 2026. [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/IMP-129x85.jpg)
![Genjatan Senjata di Gaza [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Genjatan-Senjata-di-Gaza-129x85.jpg)





