WASHINGTON-Kunjungan Direktur Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA) Amerika Serikat (AS) John Ratcliffe ke Moskow pekan ini bertujuan untuk memperingatkan Rusia agar tidak menyerang negara-negara anggota NATO, seperti dilansir The Wall Street Journal dan CBS News pada Rabu (26/8), mengutip sejumlah narasumber yang mengetahui kunjungan tersebut.
The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan kunjungan tersebut dilakukan menyusul penilaian terbaru oleh intelijen AS yang menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin akan mencoba menguji tekad NATO melalui serangan terbatas terhadap salah satu negara sekutu dalam beberapa tahun mendatang.
Ratcliffe mengadakan pembicaraan dengan sejumlah pejabat intelijen Rusia namun tidak bertemu langsung dengan Putin, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Rabu, seraya menambahkan Putin telah diberi laporan mengenai pembicaraan tersebut.
Kepala CIA itu juga mengangkat isu mengenai Iran dalam pembicaraan tersebut, dan memperingatkan akan adanya sanksi tambahan jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali untuk lalu lintas pelayaran, demikian laporan CBS News mengutip sejumlah pihak yang mengetahui masalah tersebut.
Sebelumnya pada Rabu yang sama, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi kunjungan Ratcliffe dalam sebuah wawancara dengan penyiar radio, Glenn Beck. Dia menyebut kunjungan tersebut sebagai perjalanan “semi-rutin” dan mengatakan “sesuatu mungkin akan dihasilkan” dari kunjungan itu. Kunjungan ini merupakan kunjungan publik pertama Ratcliffe ke Rusia sejak dirinya menjadi direktur CIA.[]
Penulis : Romy Agus
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta

















