Pertemuan Tiongkok-India Sepakati Konsensus Delapan Poin

Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Dialog China-India soal Perbatasan

Ilustrasi Dialog China-India soal Perbatasan

BEIJING-Putaran pembicaraan ke-25 antara perwakilan khusus Tiongkok dan India terkait masalah perbatasan, yang digelar pada Selasa (25/8) di Beijing, berhasil mencapai konsensus delapan poin, menurut rilis pers Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Rabu (26/8).

Perwakilan Khusus Tiongkok Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok sekaligus direktur Kantor Komisi Sentral untuk Urusan Luar Negeri Tiongkok, dan Perwakilan Khusus India Ajit Doval, yang juga menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional India, bertukar pandangan secara terbuka dan mendalam mengenai isu perbatasan Tiongkok-India, serta menyepakati delapan poin hasil dan konsensus sebagai berikut:

Kedua pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjunjung tinggi panduan dari pemimpin kedua negara, menjaga perdamaian dan ketenteraman di area perbatasan, serta menciptakan atmosfer bagi pengembangan hubungan bilateral yang sehat dan stabil.

Kedua pihak menggarisbawahi komitmen mereka untuk memajukan perundingan terkait kerangka kerja penyelesaian masalah perbatasan sesuai dengan Kesepakatan tentang Parameter Politik dan Prinsip-Prinsip Panduan Penyelesaian Masalah Perbatasan Tiongkok-India yang ditandatangani pada 2005 dan konsensus yang dicapai dalam pembicaraan Perwakilan Khusus berikutnya, guna mengupayakan solusi yang adil, wajar, dan dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Baca Juga:  Kampung Halaman Cheng Ho Terus Lestarikan Warisan Maritim

Kelompok Pakar Delimitasi Batas dan Kelompok Kerja Manajemen Perbatasan di bawah kerangka kerja Mekanisme Kerja untuk Konsultasi dan Koordinasi (Working Mechanism for Consultation and Coordination/WMCC) terkait Urusan Perbatasan Tiongkok-India masing-masing akan memajukan pembahasan mengenai Capaian Awal dan Substantif (Early and Substantial Harvest) terkait penetapan batas dan Manajemen Perbatasan. Tugas pertama bagi kelompok-kelompok tersebut adalah menyepakati Kerangka Acuan Kerja (Terms of Reference) masing-masing.

Kedua pihak menyepakati bahwa setiap situasi di lapangan akan segera ditangani melalui saluran diplomatik dan militer yang ada, termasuk WMCC, pertemuan tingkat komandan setempat, dan mekanisme lain yang telah disepakati, untuk menyelesaikan isu-isu yang belum tuntas dan menghindari kesalahpahaman dan kesalahan perhitungan di sepanjang Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control/LAC). Kedua pihak juga membahas cara-cara untuk meningkatkan pemahaman terkait LAC di area-area yang sesuai demi mewujudkan manajemen perbatasan yang lebih baik.

Untuk menyempurnakan langkah-langkah manajemen perbatasan, disepakati penambahan dua titik pertemuan untuk penyelenggaraan pertemuan Mekanisme Tingkat Jenderal/Komandan Senior Militer Tertinggi (Senior Highest Military Commander/SHMC). Demikian pula, penambahan dua saluran siaga (hotline) militer perbatasan di Sektor Timur dan Tengah juga disepakati.

Baca Juga:  Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi

Kedua pihak menyatakan kemajuan dalam kerja sama lintas batas. Pihak India mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pihak Tiongkok untuk menambah jumlah rombongan peziarah resmi India ke Gunung Gang Renpoche dan Danau Mapam Yun Tso di Daerah Otonom Xizang, Tiongkok. Kedua pihak menyambut baik pembukaan kembali tiga titik perdagangan perbatasan yang telah ditetapkan. Selain itu, kedua pihak juga sepakat untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama di bidang perdagangan perbatasan, ziarah, dan bidang-bidang lainnya, dengan tujuan untuk menjalin kerja sama dalam menciptakan atmosfer yang mengedepankan dialog, perdamaian, konsultasi, serta kerja sama di area perbatasan.

Kedua pihak sepakat untuk menggelar pertemuan berikutnya dari Mekanisme Tingkat Pakar Tiongkok-India mengenai Sungai Lintas Batas pada September dan menjaga komunikasi terkait berbagai isu, termasuk pertukaran data hidrologi dan pembaruan nota kesepahaman (MoU) yang relevan. Dan Kedua pihak sepakat untuk menggelar Putaran ke-26 Pembicaraan Perwakilan Khusus di India pada 2027 mendatang. []

 


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase
Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan
Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang
Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran
The Death of Expertise
Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
Polres Mesuji Gerak Cepat Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pasca Erupsi GAK

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:40 WIB

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 September 2026 - 15:52 WIB

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 September 2026 - 15:12 WIB

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 September 2026 - 15:04 WIB

The Death of Expertise

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 Sep 2026 - 17:40 WIB

#indonesiaswasembada

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 Sep 2026 - 15:52 WIB

#indonesiaswasembada

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 Sep 2026 - 15:31 WIB

PM Israel Benjamin Netanyahu

#indonesiaswasembada

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 Sep 2026 - 15:12 WIB

#indonesiaswasembada

The Death of Expertise

Senin, 7 Sep 2026 - 15:04 WIB