TEHERAN-Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad menyampaikan bahwa pengiriman minyak Iran kepada para pelanggan di luar wilayah perairan negara tersebut tetap berlanjut meski terdapat blokade maritim Amerika Serikat (AS), demikian dilaporkan situs berita Iran, Jamaran, pada Kamis (27/8).
Menurut laporan itu, sang menteri enggan membeberkan rincian ekspor tersebut karena khawatir informasi itu dapat dimanfaatkan oleh pihak “musuh”.
Paknejad menuturkan, “Di beberapa titik, kami berhasil mengangkut minyak hingga ke titik penyerahan kepada pelanggan dalam jumlah yang signifikan. Hingga saat ini, proses penjualan minyak, dalam arti pengiriman kepada pelanggan di luar wilayah perairan kami, di laut lepas, terus berlanjut.”
Dia menambahkan bahwa selama periode di antara dua blokade maritim AS tersebut, Iran berhasil mengirimkan minyak kepada para pelanggannya, sembari menekankan bahwa menyusul blokade kedua, ekspor minyak negara itu tetap berlanjut, kendati mengalami penurunan.
AS memberlakukan blokade maritim terhadap Iran setelah perundingan pascagencatan senjata antara kedua negara di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada April gagal mencapai kesepakatan. AS sempat mencabut blokade tersebut setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri perang di semua front di kawasan tersebut, tetapi kembali memberlakukannya pada Juli. []
Penulis : Romy Agus
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta

















