BEIJING-Hampir 100 warga negara (WN) Tiongkok masih dinyatakan hilang di wilayah Nepal setelah bencana tanah longsor yang terjadi pada Rabu (26/8), demikian disampaikan Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Tiongkok Lin Jian dalam sebuah konferensi pers rutin pada Kamis (27/8).
Kedutaan Besar (Kedubes) Tiongkok di Nepal sedang melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap informasi tersebut bersama pihak Nepal, kata Lin.
Lin menyampaikan pernyataan tersebut saat menjawab pertanyaan mengenai bencana longsor yang terjadi pada Rabu di Nepal, yang menimbulkan banyak korban jiwa dan menyebabkan banyak orang hilang di Pelabuhan Gyirong, wilayah Gyirong, Kota Rikaze, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya.
Kerahkan Satelit dan Drone
Tiongkok mengerahkan satelit dan drone untuk membantu upaya penyelamatan di area yang terdampak tanah longsor di Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya, setelah bencana tanah longsor menerjang sebuah pelabuhan di perbatasan Tiongkok-Nepal.
Administrasi Luar Angkasa Nasional Tiongkok (China National Space Administration/CNSA) pada Kamis (27/8) mengatakan bahwa segera setelah bencana itu terjadi, pihaknya telah mengoordinasikan dan mengerahkan sumber daya satelit untuk melakukan pencitraan darurat di area yang terdampak tanah longsor serta mengambil citra historis area tersebut.
Hingga Kamis pukul 17.00 Waktu Beijing (16.00 WIB), CNSA telah mengirimkan lima citra prabencana dan 10 citra pascabencana kepada departemen-departemen tanggap darurat dan penanggulangan bencana terkait, sehingga memberikan dukungan data satelit yang tepat waktu dan efektif bagi upaya evaluasi serta mitigasi bencana.
Sebuah kendaraan udara nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) berukuran besar, Wing Loong, lepas landas dari Provinsi Sichuan yang berbatasan dengan Xizang. UAV tersebut tiba di atas area yang terdampak bencana pada Kamis pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Dilengkapi dengan kamera berdefinisi tinggi untuk pengintaian menyeluruh di area tersebut, UAV itu juga membawa stasiun pemancar seluler dari tiga operator telekomunikasi utama Tiongkok serta sistem komunikasi satelit guna mendukung pekerjaan komunikasi darurat.[]
Penulis : Romy Agus
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta

















