Studi Iklim: Tambah Sebulan Paparan Panas, Ancam 560 Juta Anak

Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anak bermain di antara pancuran air di Kuwait City, Kuwait. (Xinhua)

Seorang anak bermain di antara pancuran air di Kuwait City, Kuwait. (Xinhua)

HELSINKI-Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia membuat sekitar 560 juta anak di seluruh dunia terpapar setidaknya satu bulan tambahan panas berbahaya setiap tahun, dengan generasi yang lebih muda menanggung dampak yang tidak proporsional, kata Universitas Finlandia Timur (University of Eastern Finland/UEF) pada Kamis (27/8).

Studi yang dipimpin oleh Vrije Universiteit Brussel (VUB) dengan kontribusi para peneliti UEF tersebut menemukan bahwa sekitar 43 persen anak berusia 9 tahun ke bawah kini mengalami setidaknya 30 hari tambahan stres panas setiap tahun akibat perubahan iklim.

Jumlah tersebut dibandingkan dengan sekitar 190 juta orang berusia 60 hingga 69 tahun yang menghadapi peningkatan paparan panas yang sama, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances tersebut.

Penelitian tersebut berfokus pada panas lembap, yang sangat berbahaya karena kelembapan tinggi mengurangi kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri melalui keringat.

Baca Juga:  Sekjen PBB Serukan Deeskalasi di Timur Tengah dan Ukraina

Anak-anak terutama sangat rentan karena tubuh mereka lebih cepat panas dibandingkan tubuh orang dewasa dan kurang efisien dalam mengatur suhu. Panas ekstrem dapat menyebabkan dehidrasi dan sengatan panas, sementara paparan yang berkepanjangan juga dapat memengaruhi proses belajar dan perkembangan kognitif, kata para peneliti.

“Dampak perubahan iklim semakin nyata dan parah. Penelitian kami menunjukkan bahwa anak-anak dan generasi mendatang sangat terpapar dampak ini, dan kerugian yang mereka hadapi akan semakin parah tanpa adanya tindakan,” kata Annalisa Savaresi, seorang profesor di UEF sekaligus salah satu penulis studi tersebut.

Peningkatan panas lembap terbesar yang didorong oleh perubahan iklim terjadi di sejumlah kawasan tropis dan negara-negara miskin, yang penduduknya cenderung lebih muda sehingga lebih banyak anak yang terpapar. Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika Barat saat ini memiliki jumlah anak yang sangat tinggi yang terpapar stres panas berbahaya, kata para peneliti.

Baca Juga:  Ahmad Aliudin Camat Blambangan Umpu

“Anak-anak di negara-negara berkembang menghadapi paparan yang tidak proporsional terhadap kondisi iklim ekstrem, baik saat ini maupun di masa depan, meskipun mereka memberikan kontribusi paling kecil terhadap emisi gas rumah kaca di masa lalu,” kata Rosa Pietroiusti, penulis utama studi tersebut sekaligus peneliti PhD di VUB.

Para peneliti menyerukan pengurangan tajam emisi bahan bakar fosil untuk membatasi pemanasan global sesuai dengan Perjanjian Paris, serta peningkatan pendanaan iklim bagi negara-negara berkembang.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%
Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa
Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka
AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”
18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk
Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026
Warga Palestina Terluka, Bentrok Pemukim vs Pasukan Israel
Mayjen TNI Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:04 WIB

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:53 WIB

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:34 WIB

Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:36 WIB

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:32 WIB

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Berita Terbaru

Berita Utama

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Okt 2026 - 04:04 WIB

Berita Utama

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Okt 2026 - 03:53 WIB

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

Bencana

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:36 WIB

Bencana

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:32 WIB